Daerah  

Viral Pidato Bupati Karanganyar Minta Warganya Anggap Omicron Dan COVID-19 Sudah Tak Ada

Foto : Screenshot video pidato Bupati Karanganyar Juliyatmono di sebuah acara hajatan yang ramai beredar di media sosial.

KARANGANYAR, NusantaraPosOnline.Com-Video pidato Bupati Karanganyar Juliyatmono di sebuah acara hajatan ramai beredar di media sosial. Tongan video berdurasi 30 detik itu banyak beredar di grup-grup WhatsApp (WAG) maupun di Facebook.

Dan pidato tesebut  mendadak viral pasalnya dalam isi  pidatonya, meminta warganya untuk menganggap virus COVID-19 dan varian Omicron sudah tidak ada.

Dalam video tesebut, tampak Juliyatmono memberikan pidato di sebuah acara hajatan pernikahan warga. Yang belum diketahui secara pasti lokasi dan kapan tepatnya pernikahan yang dihadiri bupati Yuli tersebut.

Dalam video Bupati Karanganyar Juliyatmono, bampak berpidato di depan warga yang menghadiri acara hajatan, dan di belakang Juliyatmono, juga tampak sepasang mempelai duduk bersanding di pelaminan, yang dihadiri bupati Juliyatmono tersebut.

Dalam pidato berbahasa Jawa itu, Juliyatmono meminta warga untuk menjaga kesehatan masing-masing, dan meminta warga untuk tidak terlalu memikirkan Omicron maupun COVID-19 dan menganggapnya sudah tidak ada.

Ya yang penting dijaga awake dhewe-dhewe ngono wae ya. Ora usah nggagas Omicron apa nggagas COVID, anggepen wis ora enek ngono ya (Yang penting dijaga sendiri-sendiri begitu saja ya. Tidak usah memikirkan Omicron ataupun COVID, anggap saja sudah tidak ada, begitu ya),” Ucap Juliyatmono dalam video tersebut, dikutif NusantaraPosOnline.Com, pada Selasa (15/2/2022).

Juliyatmono menyebutkan, agar warga tidak perlu takut karena parian Omicron mirip dengan pilek biasa. Namun dirinya mengimbau warga untuk menggunakan masker untuk memenuhi kepatutan Prokes.

Mung nggo patut-patut ya nganggoa masker ngono wae ya. Jadi insyaallah karena Omicron ki mung kaya pilek-pilek biasa, ora sah wedi-wedi (Agar patuh ya pakailah masker, begitu saja ya. Jadi insyaallah karena Omicron ini hanya seperti pilek biasa, tidak perlu takut-takut),” imbuh Yuli.

Tak hanya itu Bupati Juliyatmono juga meminta warga yang mengalami gejala pilek, untuk tidak tergesa-gesa periksa. Dirinya mengimbau warga yang bergejala pilek untuk tinggal di rumah dulu setidaknya tiga hari.

Wis ora usah ngapa-ngapa, mengko nek enek sing pilek neng ngomah rasah dipriksa sik, ora usah priksa nyang ngendi-ngendi sik ya. Neng ngomah ngono wae mengko telung dina madhang wareg, nduwe dhuwit, sehat (Sudah tidak perlu kenapa-kenapa, nanti kalau ada yang pilek di rumah tidak usah periksa dulu, tidak usah periksa kemana-mana dulu ya. Di rumah saja nanti tiga hari makan kenyang punya uang, sehat),” kata Juliyatmono. (Eny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!