Proyek Masjid Agung Rp 98,313 Milyar Karanganyar Molor Lagi

Proyek pembangunan Masjid Agung Karanganyar menelan dana APBD 2021 Karanganyar sebesar Rp 98.313.428.340. yang sampai hari ini belum rampung. (Foto : Istimewah)

KARANGANYAR, NusantaraPosOnline.Com-Proyek pembangunan proyek Masjid Agung Karanganyar Jateng, yang menelan dana Rp 98,313 milyar kembali molor. PT MAM Energindo selaku kontraktor pelaksana pembangunan, kembali meminta perpanjangan waktu pengerjan, yang keempat kalinya.

Hingga saat ini, dilapangan masih ada aktifitas pekerjaan. Padahal, batas akhir waktu perpanjangan ke tiga adalah 20 Februari 2022 pukul 24.00 WIB.

“Lantaran tidak bisa menyelesaikan, minta perpanjangan lagi sampai 20 Februari 2022,” Terang Kabid Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Karanganyar Asihno Purwadi, Selasa (22/2/2022).

Perpanjangan pertama diajukan PT MAM Energindo pada 17 – 27 Desember 2021. Kemudian diperpanjang lagi dari 27 Desember sampai 8 Februari dan terakhir perpanjangan 8 sampai 20 Februari lalu.

Berdasarkan volume yang sudah dikerjakan, diperkirakan sudah mencapai 99,5 persen. Sisa pekerjaan tetap harus diselesaikan sebelum penyerahan hasilnya (PHO) ke Pemkab Karanganyar.

“Selama perpanjangan dilalui, PT MAM wajib membayar denda harian atau penalti dengan perhitungan seperseribu dari nilai kontrak Rp89 miliar. Hingga saat ini, dendanya mencapai Rp 4 miliar. Kami mengabulkan perpanjangan waktu. PT MAM selaku pelaksana  berkomitmen menyelesaikan dengan konsekusensi yang harus ditanggungnya,” Ujarnya.

Saat kroscek di lokasi proyek, DPUPR melihat pekerjaan belum selesai seperti memoles lantai dan marmer masjid. Kemudian pemasangan rail saluran pembuangan, penyelesaian ornamen estetika dan pembersihan lokasi dari material sisa proyek.

Ia mengatakan komitmen dari PT MAM tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Konsultan Pengawas dan kepala DPUPR.

Di sisi lain, belasan vendor atau sub kontraktor mendesak PT MAM melunasi tagihannya. Sebelum PT MAN melunasi tagihan, mereka memutuskan menghentikan pekerjaan karena pembayaran macet.

“Kami minta PT MAN membayar tagihan kepada kami selaku sub kontrak. Karena kami khawatir setelah PHO, kami bakal gigit jari, atau tidak dibayar. Saat ini kami sedang menempuh jalur advokasi. Kami sudah menggandeng pengacara. Total pembayaran yang belum dilunasi PT MAM Rp 4,5 miliar.” Kata seorang sub kontraktor yang yang keberatan disebutkan namnya.

Untuk diketahui proyek pembangunan Masjid Agung Karanganyar menelan dana APBD 2021 Karanganyar sebesar Rp 98.313.428.340.

Dengan perincian untuk pembangunan fisik Rp 96.100.514.340 tender dimenangkan PT MAM Energindo, dengan nilai kontrak Rp 89.485.986.147.

Dan untuk Konsultan Managemen Konstruksi Pembangunan sebesar Rp 2.212.914.000 tender dimenangkan PT Aretes wicaksana konsultan dengan nilai kontrak Rp 1.955.277.500. (Min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!