Warga Gunung Kembang Lahat Kepung Kantor Bupati, Menuntut Galian C Ilegal Ditutup, Kades Dipecat

Suasana aksi unjuk rasa warga Desa Gunung Kembang di halaman kantor Bupati Lahat. Senin (2/10 /2023).

LAHAT, NusantaraPosOnline.Com-Ratusan Warga Desa Gunung Kembang kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra selatan, mengelar aksi unjuk rasa mengepung kantor Bupati Lahat. Senin (2/10 /2023).

Dalam aksi unjuk rasa ini, warga menutut agar Tambang Batu Krokos (Tambang galian C) ilegal di tengah aliran sungai Lematang, tepatnya di bawah jembatan gantung desa Gunung Kembang ditutup dan pelaku ditangkap.

Selain itu, juga menuntut agar Bupati Lahat memecat Kepala Desa Gunung Kembang, Edi Suparno dari jabatanya. Dan menuntut agar Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Lahat segera bertindak tegas ! Tidak melindungi dan segera menangkap Ahmad Solehan (62) buronan atau DPO Polres Lahat.

Ahmad Solehan, merupakan buronan Polres Lahat, dalam kasus dugaan penambangan ilegal.  Solehan masuk dalam DPO Polres Laha sejak 23 Desmber 2023 lalu, sesuai dengan surat DPO nomor : DPO /139/XII/ 2022/RESKRIM, yang di tanda tangani Kasatreskrim Polres Lahat AKP Herli Setiawan,SH.MH. Namun, sudah hampit 1 tahun jadi buronan Ahmad Solehan, masih bebas berkeliaran menghirup udara segar diluar bui, belum ditangkap polisi.

Patauwan dilapangan, aksi warga dimulai sekira pukul 08:30 WIB ratusan masa aksi bergerak dari desa Gunung Kembang, menuju kantor Bupati Lahat dengan mengendarai sejumlah mobil dump truck, mobil bak terbuka (Pickup ) serta beberapa mobil mini bus.  Masa tiba sekitar pukul 09 40 WIB di halaman kantor bupati.

Para massa ini mendapat pengawalan ketat dari petugas Porles Lahat dan Polsek Merapi Timur.

Untuk menyuarakan tuntutan mereka, massa membentangkan sejumlah poster dan bener yang berisikan tulisan tuntutan mereka, serta melakukan orasi secara bergantian.

Dalam orasi-orasi mereka yang intinya, mereka mentut Galian C ilegal disungai lematang ditutup, dan tangkap pelakunya dan diseret kepengadilan !! Menuntut Bupati Lahat Memecat Kades Edi Suparno !!, dan menuntut APH segera menangkap buronan bernama Ahmad Solehan, yang sudah hampir menahun bebas berkeliaran hirup udara bebas diluar bui.

SURAT DPO : Ahmad Solehan, pengusaha dibalik CV DS Permata yang mengajukan permohonan perizinan penambangan galian C di sungai Lematang desa Gunung Kembang. Masuk dalam DPO Polres Lahat sejak 23 Desember Tahun 2022. Namun hingga sekarang belum ditangkap.

Din Kurnia, Ketua Karang Taruna Desa Gunung Kembang  dalam orasinya dengan lantang meminta Bupati Lahat untuk menutup kegiatan tambang Galian C ilegal di aliran sungai Lematang dan meminta mengembalikan kondisi sungai Lematang seperti semula.

Dalam orasi Kurniawan juga membeberkan, berbagai ketidakpuasan masarakat, terhadap kepemimpinan kepala desa saat ini, diantaranya terkait dugaan pungli, pelayanan publik yang buruk, dugaan penyelewengan Dana Desa, serta dugaan politik uang saat Pilkades, yang saat ini perkaranya masih terus berproses yang tak kunjung selesai, tak ada kepastian hukum. Hingga kini proses hukum tak jelas jeluntrungnya, ucapa Kurniawan, yang disambut sorak-sorak dukungan dari massa aksi.

Setelah menyampaiakan orasi oleh perwakilan massa warga dari Desa Gunung Kembang perwakilan massa di terima langsung oleh Asisten I Rudi Thamrim untuk mendengarkan tuntutan masyarakat Desa Gunung Kembang diruang Opsroom Pemda Lahat.

Dari hasil mediasi antara pihak Pemda Lahat bersama perwakilan massa dari Desa Gunung Kembang disampaikan oleh Asisten I Pemda Lahat Rudi Thamrim, Terkait perusahaan CV DS Permata yang merupakan tambang galian C  itu merupakan kewenangan Dinas ESDM Provinsi dan pihak ESDM juga tadi sudaah kami hadirkan dan menurut pihak ESDM mereka sudah bersurat untuk menghentikan aktivitas tambang galian C didesa Gunung Kembang.

Mungkin ini teguran pertama kata Rudi, jika mereka masih tetap tidak patuh dan akan diingatkan sampai peringatan-peringatan berikutnya.

Jika aktivitas tambang itu langsung ditutup sesuai dengan keinginan masyarakat maka jawab dari pihak ESDM tidak bisa.

Rudi menyebut jika pihak ESDM Provinsi langsung menutup galian C tersebut “Pacak (Bisa-red) kami di PTUN ka jeme (Orang-red).” ucap Asisten I.

Jadi semua ada prosedurnya dan dalam hal ini pihak ESDM lah yang lebih tau prosedurnya.

Terkait letak tambang itu di darat ataupun di sungai semua ada prosedurnya dan ada lembaga yang berwenang untuk mengatur itu semua.

Dan terkait rekomendasi galian C dari bawah sampai ke tingkat propinsi tadi juga sudah dijelaskan jadi silahkan masyarakat bersurat ke Perizinan Provinsi dan mempertanyakan “Siapo nian (siapa ya-red) yang membuat rekomendasi dari bawah” karena itu bukan kewenangan pihak ESDM.

Dan terkait  tuntutan lainya yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat juga yang bukan kewenangan kami dari Pemda Lahat macam dugaan adanya pungli yang disampaikan perwakilan tadi. Sehingga kami juga akan menanggapi secara tertulis terkait tuntutan yang disampaikan oleh masyarakat desa Gunung Kembang. Terang Asisten 1 Pemkab Lahat.

Tambangan Batu Krokos (Galian C) Ilegal di Desa Gunung Kembang

Berdasarkan pernyataan resmi karang taruna Desa Gunung Kembang, bahwa aksi warga ini berawal, dari banyaknya masarakat yang gerah dengan pola kepemimpinan kepala desa Edi Suparno. Yang dinilai cukup arogan dan tidak berpihak atupun mengayomi masarakat desa.

Kemarahan warga tambah memuncak, saat melihat adanya aktivitas pertambangan batu krokos di sungai Lematang yang tepat berada dibawah jembatan gantung desa Gunung Kembang pada awal bulan September 2023 lalu.

Masarakat resah dan mulai khawatir dengan aktivitas tambang tersebut, akan berdampak buruk bagi desa mereka. Saat aktivitas pertambangan mulai beroperasi sekitar satu minggu, masarakat mulai resah dan kasak-kusuk mengeluhkan. Akhirnya masarakat mendatangi Kepala desa meminta untuk menghentikan tambang yang meresahkan warga tersebut. Bahkan masarakat sempat mengeruduk rumah kediaman Kades untuk meminta tutup tambangan tesebut.

Upaya-upaya mediasipun kemudian ditempuh, antara pihak pemerintah desa bersama masarakat, dan unsur Pemerintah Kecamatan. Sedikitnya telah dilakukan 4 kali mediasi, bahkan 2 kali dilaksanakan dibalai desa yang nyaris ricuh. Mediasi selalu berakhir dengan jalan buntu.

Sehingga warga sepakat berencana melaksanakan aksi unjuk rasa kan kantor Bupati, dengan harapan pemerintah kabupaten Lahat dapat mengabulkan keinginan masarakat untuk menutup Tambang ilegal  dan mencopot jabatan kepala desa.

Aksi Unjuk Rasa Terkendala PORPROV Yang Tak Ada Kaiatannya Dengan Tambang Ilegal Dan Jabatan Kades

Rencana aksi damai telah cukup lama ingin dilaksanakan oleh masarakat, tepatnya minggu kedua pada bulan September 2023 lalu. Namun, niatan itu sempat tertunda dikarenakan sedang adanya adanya perhelatan kegiatan Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV) yang sedang berlangsung di kabupaten Lahat.

Masarakatpun bersabar, mereka juga tidak ingin aksi mereka akan menganggu perhelatan Porprov. Ribuan masarakat desa sudah bersiap untuk mengikuti aksi Unjuk rasa, segala sesuatunnya mulai dipersiapkan.

Mulai dari kelengkapan administrasi aksi, pembentukan koordinator-koordinator aksi, orator, hingga peralatan aksi.

Jelang Unjuk Rasa Korlap Dikunjungi Polisi

H -3 dari jadwal aksi unjuk rasa yang disampaikan, pihak Polres lahat mengunjungi salah satu koordinator aksi untuk koordinasi keamanan.

Dalam kunjungannya pihak keamanan meminta agar jumlah peserta aksi agar dapat dikurangi, ataupun cukup perwakilan dari beberapa masyarakat saja. Mereka berdalih, pertimbangan keamanan. Masarakatpun nurut, dan sepakat untuk peserta aksi yang berangkat dikurangi.

Hari ini Senin 2 Oktober 2023, lebih kurang 300 masa aksi berangkat melaksanakan aksi Unjuk rasa di depan kantor Bupati Lahat.

Setelah beberapa menit melakukan orasi, perwakilan peserta aksi diterima di ruang rapat bupati oleh asisten 1 pemerintahan Pemda Lahat, bersama beberapa kepala OPD dan perwakilan dari Polres Lahat.***

Pewarta : Junsri

Editor : Sinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!