Pendidikan

126 Guru Sekolah Dasar di Jombang Ikuti Bimtek Bahasa Jawa Tahun 2022

×

126 Guru Sekolah Dasar di Jombang Ikuti Bimtek Bahasa Jawa Tahun 2022

Sebarkan artikel ini
Suasana kegiatan Bimtek bahasa Jawa tahun 2022 untuk guru jenjang Sekolah dasar (SD) yang diadakan Disdikbud Kabupaten Jombang.

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Sebanyak 126  guru jenjang Sekolah dasar (SD) di Jombang, mengikuti kegiatan Bimbingan teknis (Bimtek) Bahasa Jawa Tahun 2022, yang diadakan oleh Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang.

Bimtek tersebut bertujuan untuk menciptakan modul pendidikan yang menyesuaikan dengan perkembangan masa kini, yang terus berkembang. Karena Bahasa Jawa yang menjadi muatan wajib di Jawa Timur, mulai TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

Kasi Kurikulum SD Disdikbud Jombang Kasmuji Raharja menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar secara hybrid secara offline maupun online pada pembukaan acara. Kegiatan ini diikuti sebanyak 126 guru sekolah dasar di Jombang.

“Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan di empat tempat berbeda, diantaranya Jombang diikuti 30 peserta, Ploso 36 Peserta, Mojoagung 30 Peserta dan Mojowarno 30 Peserta, Mulai tanggal 8 – 14 Maret 2022 dengan pola 32 Jam.” terangnya.

Suasana kegiatan Bimtek bahasa Jawa tahun 2022 untuk guru jenjang Sekolah dasar (SD) yang diadakan Disdikbud Kabupaten Jombang.

Untuk menyesuaikan kurikulum yang baru perlu adanya pembaruan pengetahuan. Dalam menyusun silabus atau kurikulum dengan paradigma baru. Diklat satu minggu ini akan dibimbing oleh mentor yang kompeten tentang bagaimana menyusun silabus berbasis proyek dengan baik.

Bimbingan Teknis Bahasa Jawa dibuka oleh PLT Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Jumadi di Aula Wilker Jombang. Selasa (8/3/2022) siang.

“Saya Berharap kepada bapak/ibu dalam mengikuti diklat ini bapak ibu semangat dan sungguh-sungguh . Di Sekolah Dasar Karena diajar oleh guru kelas yang notabene tidak semua dapat mata kuliah Bahasa Jawa. Untuk itu diklat bahasa jawa ini diharapkan bisa menambah kemampuan bapak ibu.” Tutur Jumadi.

Menurut Jumadi, sebelumnya di Jombang ini sudah dibuat aturan setiap hari Kamis di lembaga pendidikan di wajibkan berkomunikasi menggunakan bahasa jawa. Namun dalam perjalananya tak semulus yang diharapkan. Padahal bahasa jawa merupakan sarana menciptakan kebudayaan yang adi luhung khususnya di lingkungan pendidikan.

Jumadi juga berharap, sedini mungkin diharapkan bapak ibu guru untuk mengenalkan bahasa Jawa mulai dari angka, tulisan hingga bertutur dalam bahasa jawa.

“Target minimal bagi siswa. Anak tahu dan bisa menulis jawa, bisa berbahasa jawa dan memiliki ungah ungguh sesuai kebudayaan jawa.” harap Jumadi.

Apapun suasananya bapak ibu guru harus bisa beradaptasi dengan teknologi, jika ada materi yang kurang dimengerti bisa cari referensi sumber melalui internet, dan bapak ibu guru harus mau membuka diri untuk berkolaborasi dengan guru lainnya dengan niat bersama mencari ilmu. (Ris/Snt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!