Hukrim  

8 Pendekar di Jombang Diringkus Polisi Usai Aniaya Warga, Terancam Hukuman Bui 6 Tahun

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha (baju putih) saat menujukan barang bukti dan pelaku, pengeroyokan, terhadap 3 warga desa Kamuman.

JOMBANG, NusantaraPosOnlinene.Com-Sebanyak 8 orang pendekar yang berasall dari anggota perguruan silat PSHT di wilayah Jombang diringkus polisi. Mereka ditangkap karena telah berbuat onar melakukan pengeroyokan  terhadap 3 orang korban yang terdiri dari 1 keluarga, hingga korban mengalami luka ringan dan luka berat.

Satu dari delapan orang pendekar itu sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan tujuh orang lainnya masih menjalani pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan pengeroyokan terjadi pada Minggu (25/9/2022) petang sekitar pukul 16.00 WIB. TKP di pinggir jalan turut tanah Desa Kauman Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang

“Korbanya ada tiga orang, dua laki-laki, dan satu perempuan, mereka adalah Fenky Praetyo Budi (26), M Slamet (42) dan satu koban adalah perempuan Ebel Agustin (17) yang merupan pelajar. Ketiganya adalah warga desa Kauman Kecamatan Kabuh, Jombang.” Kata Giadi, Kamis (29/9/2022).

Menurut Giadi, awal mula kejadiannya saat itu korban mendengar temannya M Slamet (korban lainya) telah aniaya orang-orang perkumpulan perguruan PSHT. Mendengar kejadian tersebut mendatangi TKP, ternyata memang benar di TKP ada bergerombol orang-orang perguruan PSHT.

“Korban pun menayakan kepada mereka. Korban, malah secara bersama-sama dianiaya pelaku dan mengakibatkan korban mengalami kula robek pada dahi.  Tak terima atas kejadian yang dialaminya, korban melaporkan kejadian yang di alaminya ke kantor Polsek Kabuh untuk penanganan lebih lanjut. Dan para Korban telah dimintakan visum et repertum ke Puskesmas Tapen.” Teang Guadi.

Menindak lanjuti Laporan tersebut, kemudian diselidiki Satreskrim Polres Jombang dan Polsek Kabuh. Usai penyelidikan polisi meringkus 8 oknum pesilat tersebut.

Tapi hanya satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Yaitu Fendi Widarto (30). Fendri diringkus polisi di rumahnya di Dusun Jalak RT 002 RW 001 Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh, pada Minggu (25/9/2022) sekitar pukul 10.00 WIB. Sedangkan 7 lainnya masih dikenakan wajib lapor.

“Tersangka kami lakukan penahanan di Rutan Polres Jombang, 7 orang lainnya kami minta wajib lapor sambil kami dalami peran masing-masing.” katanya.

Atas perbuatnnya, Fendi ijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Dengan acaman hukuman 6 tahun tahun penjara sedang menantinya.

Aksi brutal kelompok tersebut sempat terekam kamera amatir salah satu warga dan menjadi viral di media sosial maupun aplikasi perpesanan WhatsApp.

Salah satu pengguna Facebook dengan nama akun @Wahyu membagikan tiga potongan video di laman miliknya.

Dua video menampilkan kondisi beberapa warga yang diduga menjadi korban pengeroyokan. Sedangkan satu video lainnya memperlihatkan warga sedang panik dan berkumpul di jalan desa.

“Lokasi Kauman Kabuh, pendekar ngamuk gak jelas. Digeruduk warga kampung langsung melarikan diri. Ini korbannya” tulis Wahyu dalam akun Facebook, Kamis (25/9/2022) petang.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Kauman, Riyanto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, tiga orang warganya menjadi korban pemukulan oleh kelompok orang yang sedang konvoi.

Ketiga korban pemukulan dan penganiayaan itu yakni M Slamet (49), Hengki Prasetyo Budi (26), dan Abel Agustin (17). Ketiganya menderita luka ringan hingga berat akibat benturan benda tumpul. “Korbannya ada tiga orang, dua laki-laki dan satu perempuan. Sekarang masih dirawat di Rumah Sakit Ngimbang Lamongan.” kata Riyanto, Kamis (29/9/2022).

Kades Kauman, mengaku tidak mengetahui motif pengeroyokan terhadap ketiga warganya itu. Namun, gerombolan orang yang diduga berasal dari salah satu kelompok perguruan silat tersebut bukan sekali ini saja membuat onar, memukuli warga. Ibuh Rianto.” ungkap Riyanto.

Sebelumnya Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kabuh AKP Wardi juga membenarkan adanya kejadian kekerasan yang dialami warga Desa Kauman oleh gerombolan pengguna motor yang sedang konvoi.

Gerombolan yang diduga berasal dari salah satu perguruan silat tersebut konvoi setelah menonton pertunjukan musik di Desa Sendang Made, Kecamatan Kabuh.

“Kemudian di desa Kauman, mereka menyerang warga. Ada yang mengalami luka di bagian dahi, di kepala, dan luka di tangan juga,” kata Wardi. (Why)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!