MUARA ENIM, NusantaraPosOnline.Com-Perjuangan tim SAR gabungan dalam mencari terhadap seorang pelajar yang hanyut di Sungai Lematang akhirnya membuahkan hasil. Korban bernama Fathan Mubarok (15), pelajar kelas IX MTs Negeri Muara Enim, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 17.45 WIB.
Isak tangis keluarga tak terbendung saat jasar remaja malang tersebut berhasil dievakuasi dari sungai. Warga Perumahan Bukit Enim Lestari, Pelitasari, Kelurahan Pasar 1 ini sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam sejak Selasa sore.
Tragedi memilukan ini bermula pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban bersama seorang rekannya sedang asyik memancing di pinggiran Sungai Lematang. Petaka datang saat kail pancing milik korban tersangkut di dalam air.
Niat hati ingin menyelamatkan alat pancingnya, korban memutuskan turun ke sungai. Namun nahas, derasnya arus hulu Sungai Lematang langsung menyeret tubuh remaja tersebut. Rekan korban sempat berusaha sekuat tenaga menggapai tangannya, tetapi karena kuatnya dorongan air, pegangan tersebut terlepas dan korban langsung hilang ditelan arus.
Sejak menerima laporan, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Damkar, serta dibantu warga setempat langsung bergerak cepat melakukan penyisiran menggunakan perahu karet.
Setelah hampir 24 jam melakukan pencarian intensif dengan menyisir aliran sungai, tim akhirnya melihat tubuh korban mengapung di aliran perairan Dusun I, Desa Kepur, Kecamatan Muara Enim. Jarak lokasi penemuan ini cukup jauh dari titik awal korban hanyut.
Komandan Tim SAR Gabungan mengungkapkan bahwa kondisi medan dan arus sungai sempat menjadi tantangan tersendiri selama proses pencarian.
“Sejak Selasa malam kami terus melakukan pemetaan dan penyisiran. Arus bawah Sungai Lematang memang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir akibat faktor cuaca di hulu. Alhamdulillah, memasuki jam ke-24 pencarian, korban berhasil kami temukan mengapung di wilayah Desa Kepur. Kami langsung mengevakuasi jasad korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga,” ujar Komandan Tim SAR Gabungan di lokasi kejadian.
Penemuan Fathan membawa duka yang sangat mendalam bagi keluarga besar dan tetangga di Perumahan Bukit Enim Lestari. Remaja yang dikenal santun dan aktif di sekolahnya itu kini telah tiada.
Perwakilan pihak keluarga korban menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan dan petugas yang telah berjuang tanpa lelah mencari keberadaan almarhum.
“Kami sangat terpukul atas musibah ini, Fathan anak yang baik. Namun, kami juga ikhlas dan sangat berterima kasih kepada Tim SAR, BPBD, TNI, Polri, serta seluruh warga yang sejak kemarin malam tidak tidur demi mencari anak kami. Setidaknya, almarhum bisa ditemukan dan kami bisa mengantarkannya ke peristirahatan terakhir dengan layak,” ungkap perwakilan keluarga korban dengan nada lirih.
Dengan ditemukannya jasad Fathan, operasi pencarian secara resmi dinyatakan ditutup. Pihak berwenang kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk tidak berenang atau melakukan aktivitas berbahaya di sepanjang aliran Sungai Lematang tanpa pengawasan ketat orang tua.
Jenazah korban langsung disemayamkan di rumah duka dan direncanakan akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga di tempat pemakaman umum terdekat. ***
Pewarta : MARWAN HUTABARAT










