SEMARANG, NusantaraPosOnline.Com-Terminal penumpang Tipe A Mangkang yang berlokasi Mangkang Kulon, Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah, baru mau dioperasikan pada awal tahun 2018 lalu. Terminal ini berada sekitar 10 kilometer dari pusat kota Semarang. Namun sangat disayangkan berbagai pihak, baru saja mau dioperasikan sudah rusak berat, dan sepi.

Menurut sumber terpercaya dari Dinas Perhubungan Kota Semarang, yang menolak disebutkan namanya ia mengatakan, setahu saya dari awal pembangunan terminal tipe A Mangkang, sudah ditolak oleh pemerintah pusat, oleh Kemenhub RI, tapi Pemkot Semarang tetap ngotot membangun terminal tersebut dengan dana APBD.
“Di awal pembangunan, Pemkot Semarang sudah diingatkan dan diberi saran oleh Kemenhub agar jangan dibangun terminal tipe A di Mangkang Kulon, karena lokasinya tidak pas. Tapi saran tersebut tidak diindahkan oleh Pemkot Semarang, dan ngotot tetap membangun terminal tipe A Dimangkang Kulon, dengan dana APBD.” Kata sumber berita dari dalam Dishub Kota semarang, yang wanti-wanti untuk tidak disebutkan namanya. Senin (16/7).

Menurutnya, awal pembangunan dibiayai dari APBD kota Semarang, pembangunan tahap I dimulai sekitar tahun 2013, hingga menelan dana APBD Kota Semarang hingga puluhan milyar rupiah. Bahkan saat pembangunan tahap V pada November 2007 bangunan sedang dikerjakan PT Aditya Dewata Gilang Semesta, atap bangunan sempat ambruk. Bangunan sudah mencapai sekitar 80 persen, selanjutnya tahun 2015 oleh Pemerintah kota Semarang terminal tersebut diserahkan ke pusat, yakni Kementrian perhubungan. Sejak 2015 pembangunan diteruskan Kemenhub RI.
“Sebelum terminal diserahkan ke pusat bangunan sempat mangkrak, dan tahun 2015 pembangunan diteruskan oleh Kemenhub RI mengunakan anggaran APBN. Namun sejak 2015 sampai 2017 bangunan terminal mangkrak.” Kata sumber NusantaraPosOnline.Com.

Barulah pada awal 2018 Kemenhub RI mulai memaksimalkan pengoperasian terminal Mangkang. Tapi sayang saat ini bangunan terminal sudah rusak berat. Dan supir-supir bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) banyak yang menolak masuk keterminal Mangkang.
“Lihatlah bangunan terminal Mangkang ini sudah rusak parah, dan sepi akibat pembangunan yang salah kaprah, padahal terminal ini sudah menghabiskan anggaran puluhan milyar.” Katanya.

Untuk melihat kondisi terminal tipe A Mangkang, NusantaraPosOnline.Com, baru-baru ini menyambangi terminal tersebut, dari pantauan dilapangan hampir semua bangunan yang ada diterminal tersebut sudah mengalami rusak parah. misalnya :
- Gerbang masuk dan keluar terminal, Nampak kusam dan tidak terawat.
- Pos yang ada didepan gerbang masuk terminal sudah mengalami kerusakan mulai dari atap yang bocor, pintu dan kusen rapuh, dan bangunan tidak terawat cat terihat kusam.
- Bangunan tempat penurunan penumpang, kondisi bangunan sudah bocor; Plapon sudah banyak yang jebol, banyak yang retak-retak; Tembok bangunan berjamur banyak ditumbuhi rumput benalu; cat kusam tidak terawat; Kaca bangunan banyak yang pecah; Terdapat coretan bertulisan jorok.
- Bangunan tangga atau koridor tempat penurunan penumpang, kondisinya rusak parah, rangka atau yang terbuat dari besi sudah dipenuhi karat; Atap bangunan yang terbuat dari bahan fiber sudah hancur; Tangga sudah retak-retak, kusam dan ditumbuhi rumput benalu.
- Bangunan kantor dan ruang tunggu penumpang juga kondisinya rusak parah, Plapon atap sudah banyak yang ambruk dan jebol; Bangunan terlihat kusam tidak terawat.
- Bangunan tempat menaikan penumpang kondisi atap banyak yang bocor; Tangga naik kelantai dua kondisinya banyak yang retak dan pecah-pecah; Rangka atap dari besi dipenuhi karat; Atap tangga yang terbuat dari fiber sudah hancur; dan kondisi bangunan terlihat curam tidak terawat dan dinding banyak terdapat tulisan-tulisan jorok.
- Bangunan kios disekitar terminal terlihat kotor dan kusam tidak terawat.
- Diareal terminal Nampak tidak terawat banyak ditumbuhi rumput, dan alang-alang, pagar terminal banyak yang roboh dan jebol; Bahkan ada beberapa bagian bagunan yang hancur dan dipenuhi rumput alang-alang; Bahkan didalam terminat juga terdapat kebun pisang: Dan
- Bangunan Pos Pantau terminal, juga terlihat kusam dan tidak terawat.
- Bangunan tiang menara terminal yang terbuat dari besi sudah dipenuhi karat, dikawatikan roboh dan membahayakan masyarakat. Kuat dugan besi-besi yang digunakan tidak sesuai sepesifikasi tidak mengunakan besi galvanis.
- Bagian jalan asapa yang ada diareal dalam terminal sudah banyak yang terkelupas, dan ditumbuhi rumput.
- Kondisi bangunan untuk para pedagang di dalam terminal Mangkang sebagian tidak terawat, sudah hancur, kondisi bangunan mirip ditengahutan disekita bangunan dipenuhi rumput, dan alang-alang.
Itu hanya sekelumit hasil pantauan dilapangan. Hingga berita ini diturunkan kondisi terminal penumpang tipe A juga masih terlihat sepi. Tentu saja kejadian itu, disesalkan banyak pihak. Karena terminal yang dibangun puluhan milyar tersebut anggap asal jadi dan setelah selesai dibangun tidak berfungsi dengan baik, hingga mirip sebuah monumen.

Baru-baru ini pada APBN 2018 Derjen Perhubungan darat, Kemenhub RI mengucurkan anggaran untuk terminal Mangkang, sebesar Rp 2. 959.380.000.000 anggaran tersebut belum termasuk biaya sepervisi atau Pengawas. Angaran tersebut diperuntukan : Satu untuk Rehabilitasi terminal Rp 2 milyar, dikerjakan CV.gunung muria asri, dan Dua untuk Penyusunan High And Best Used (HBU) Pemanfaatan Terminal Mangkang sebesar Rp 959.380.000, dikerjakan PT Provalindo Nusa.

Koordinator Lsm Aliansi Rakyat anti korupsi (Lsm Arak) Safri Nawawi, menyesalkan pada berbagai pihak. Utamanya pada pihak Pemkot Semarang, dan Kementrian perhubungan, karena pembangunan terminal terminal tipe A harus dapat persetujuan dari Kemenhub RI. Sepertinya pembangunan tidak direncanakan dengan matang, bangunan terminal sempat mangkrak, rusak dan tidak terawat, baru tahun 2018 ini Kemenhub RI hendak memaksimalkan pengoperasian terminal, malah bangunan sudah rusak parah, dan supir bus banyak yang menolak masuk terminal.

“Kuat dugaan pembangunan terminal tersebut sangat dipaksakan. Untuk kepentingan pribadi. Tak dapat dipungkiri oleh Pemkot Semarang dan Kemenhub RI, fakta dilapangan terminal tersebut hingga saat ini tidak berfungsi dengan baik, malah bangunan terminal yang nilainya hampir ratusan milyar tersebut, saat ini rusak parah dan terbengkelai.” Tegas Safri.
Disamping pembangunan dipaksakan, pelaksanaan pembangunan juga ngawur, misalnya pengunan bahan atap koridor atau tangga untuk menaikan dan menurunkan penumpang, mengunkan atap yang berbahan piber. Padahal piber tipis tersebut tidak cocok untuk atap bangunan dan dilokasi cuaca panas. Sekarang atap koridor tersebut sudah hancur, ini namnya pembangunan yang ngawur.

“Tidak ada salahnya kalau aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terkait pembangunan terminal tipe A Mangkang ini. Kami meyakin ada yang tidak beres dalam pembangunan terminal tersebut.” Tegasnya Safri.
Sementara itu, salah seorang sopir bus AKAP Herman (48) mengatakan bahwa bangunan terminal mangkang sudah lama mangkrak, dan kondisinya sekarang banyak yang rusak berat. Sejak selesai dibangun hingga sekarang para supir bus banyak yang menolak masuk keterminal Mangkang, karena lokasinya jauh dengan kota, dan sepi penumpang.
“Supir bus banyak yang tidak mau berhenti diterminal, karena terminalnya tidak ada penumpang. Makanya terminal bus jadi mangkrak.” Kata Herman.

Untuk diketahui akhir tahun 2015 lalu Pemkot Semarang, mendapatkan bantuan 30 unit Bus rapit transit (BRT) ukuran besar, oleh Kemenhub RI. Sejak batuan diterima, 30 unit BRT tersebut hanya mangkrak diparkir di terminal Mangkang. Bus bantuan belum sempat belum dioperasikan pada Januari 2017 bus bantuan tersebut kehilangan 32 ban serep (cadangan) karena digondol maling.(rin)










