Aborsi Di Kloset Hotel Surabaya, Dua Remaja Diringkus Polisi

  • Bagikan
Dua pelaku aborsi di kloset hotel di surabaya
Dua pelaku aborsi di kloset hotel di Surabaya, yang diringkus Polrestabes Surabaya

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com- Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap kasus aborsi yang diduga melibatkan sepasang kekasih di salah satu hotel di kawasan Kusuma Bangsa Surabaya, Jawa Timur.

“Dalam mengungkap laporan dari petugas kebersihan salah satu hotel di kawasan Jalan Kusuma Bangsa Surabaya, Jawa timur, 3 September 2021, terkait adanya pelaku aborsi, petugas kepolisian dari Satreskrim Polrestabes Surabaya hanya butuh waktu 14 jam.” Kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan saat rilis ungkap kasus aborsi (menggugurkan kandungan), Senin (6/9/2021).

Menurut Yusep, pihak kepolisian mengambil jejak digital rekaman CCTV yang terpasang di hotel tersebut dan data tamu di resepsionis untuk dapat membantu mengungkap siapa pelaku pembuang janin itu. Hanya butuh 14 jam, Satreskrim Polrestabes Surabaya dibantu Inafis dan Polsek Genteng berhasil mengungkap para pelaku tersebut.

“Pelaku pertama yang diamankan adalah NB, wanita berusia 25 tahun di sebuah hotel di Kota Malang tanggal 4 September 2021 sekitar pukul 04.30 WIB. Dari keterangannya, NB mengakui melakukan aborsi di kamar hotel dengan cara meminum obat yang diyakini dapat menggugurkan kandungan secara oral dan dimasukkan melalui alat kemaluannya.” Terangnya.

Saat dilakukan penangkapan, Jelas Yosep, NB waktu ditangkap kondisinya lemah. Ditemukan juga barang bukti, tiga buah celana dalam, baju tidur, dan obat-obatan yang sudah terkonfirmasi dapat merangsang keguguran.

“Dari pengakuan NB, diperoleh informasi dalam melakukan aborsi dibantu seorang laki-laki berinisial NH (29), pekerjaan swasta. NH menurut Yusep diminta tolong oleh laki-laki berinisial AX (31), tinggal di Banjarmasin yang merupakan kekasih dari NB.” Terangnya.

Yosep menambahkan, sebelum melakukan proses aborsi di kamar hotel, ternyata NH dan NB juga melakukan perbuatan tidak senonoh yakni hubungan intim terlebih dahulu.

“Saat ini tersangka AX, masih dalam proses perjalanan dari Banjarmasin ke Surabaya. Dalam kasus aborsi ini telah menetapkan tiga tersangka yakni, NB, NH, dan AX. Dan saya mengucapkan terima kasih atas laporan dan kerjasama masyarakat yang telah membantu mengungkap kasus aborsi ini,” Tukasnya.

Dari tangan ketiga tersangka ini, disita barang bukti beberapa merk pil yang dapat merangsang keguguran, tiga celana dalam dengan bercak darah, dan dua buah pakaian wanita.

Atas perbutanya ketiga pelaku dijerat Pasal 77 A juncto Pasal 45 A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pasal itu mengancam mereka dengan hukuman pidana paling lama 10 tahun penjara. (Ags)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!