godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Hukrim / Aksi Solidaritas Bela Wartawan Tempo Di Jombang Dihalangi Polisi
Aksi solidaritas bela wartawan Tempo oleh PWI Jombang sempat dihalangi Polisi. Senin (29/3/2021). (Foto: Beritajatim.com)

Aksi Solidaritas Bela Wartawan Tempo Di Jombang Dihalangi Polisi

JOMBANG, NusantaraPosOnline.ComAksi solidaritas terkait kasus Kekerasan Jurnalis Tempo, di Jombang, dihalangi intel kepolisian setempat. Senin (29/3/2021).

Aksi solidaritas dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang itu rencananya akan digelar di Mapolres Jombang, sekaligus menyerahkan surat tuntutan ke Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho.

Namun, saat sejumlah wartawan tengah melakukan persiappan di Kantor PWI Jombang, Jl KH Wahid Hasyim, Kasat Intelkam Polres Jombang AKP Novi Herdianto datang dan melarang untuk menggelar aksi di Mapolres Jombang, dengan alasan kondusifitas.

“Kami menghargai aksi solidaritas yang dilakukan wartawan. Agar situasi tetap kondusif, alangkah baiknya kalau hanya perwakilan beberapa orang saja yang ke Polres Jombang. Jangan membawa poster tuntutan,” kata AKP Novi dikutip dari Beritajatim.com, Senin (29/3/2021)

Sempat pula ditawari mediasi dengan menunjuk perwakilan aksi tanpa membawa poster seruan. Namun, hal itu tetap ditolak oleh para jurnalis.

Puluhan jurnalis dari berbagai media tersebut, akhirnya tetap mengelar aksi demonstrasi sebagai wujud solidaritas mereka terhadap jurnalis Tempo Nurhadi yang menjadi korban kekerasan saat melakukan tugas peliputan berita.

Tapi aksi demo  tersebut akhirnya digelar di depan kantor PWI Jombang Jalan KH Wahid Hasyim. Para kuli tinta itu membeber poster tuntutan dan melakukan orasi secara bergantian.

Ketua PWI Jombang Sutono Abdillah dalam orasinya mengatakan, bahwa aksi kekerasan terhadap wartawan merupakan bentuk penghancuran demokrasi.

“Untuk itu, kami mengingatkan kepada semua pihak bahwa profesi wartawan dilindungi undang-undang. Kekerasan terhadap wartawan adalah bentuk penghancuran demokrasi. Karena wartawan merupakan pilar demokrasi,” Tegasnya. (why)

Check Also

Kejati Sumsel Sita 7 Ruko Milik Eddy Hermanto Tersangka Dugan Korupsi Masjid Masjid Sriwijaya

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan (Kejati Sumsel) menyita tujuh unit bangunan jenis rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!