godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , Juli 15 2020
Home / Daerah / BLT Bawa Petaka, Massa Bentrok Dengan Polisi, Mobil Dinas Wakapolres Dibakar

BLT Bawa Petaka, Massa Bentrok Dengan Polisi, Mobil Dinas Wakapolres Dibakar

MANDAILING NATAL, NusantaraPosOnline.Com-Ratusan warga Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), menggelar unjukrasa menuntut transparansi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Aksi yang semula damai ini berujung ricuh, Senin (29/6/2020) petang.

Informasi dihimpun dilangan, bentrok tesebut dipicu akibat massa aksi yang tidak terima pembubaran aksi yang dilakukan oleh aparat Kepolisian, lantaran tuntutan mereka belum terpenuhi.

Saat polisi mencoba melakukan pembubaran, massa aksi pun melakukan perlawanan. Massa menyerang dengan lemparan batu ke arah petugas yang ingin mencoba membuka blokade badan jalan itu.

Aksi saling serang terjadi antara polisi dengan massa aksi. Massa yang terus melempari polisi dengan batu, kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.

Hingga berita diturunkan, informasi yang didapat ada satu unit sepeda motor, satu unit mobil Suzuki Baleno dan satu unit mobil dinas Wakapolres Madina AKBP Elizama Zalukhu, dibakar massa aksi. Untuk korban jiwa tidak ada.

Namun, korban yang mengalami luka-luka ada sekitar 6-7 dari Kepolisian. Diduga terkena lemparan batu dari massa aksi.

Sebelumnya seperti yang sudah diberitakan, aksi ratusan warga di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Madina kembali berunjuk rasa dengan memblokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Madina-Padangsidimpuan. Senin (29/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

Aksi dari Kelompok Warga itu disulut persoalan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Desa setempat.

Aksi yang dikordinir mayoritas dari kalangan muda-mudi ini hingga pada Senin pukul 15.30 WIB, belum juga kondusif.

Bahkan, massa aksi terus membakar ban sembari berorasi yang menuntut Kades mereka harus turun dari jabatannya.

“Kami terus akan blokir Jalan apabila Kades tidak turun dari jabatannya. Kami tidak mau  lagi kena tipu, hadirkan dia (Kades  Mompang Julu) di sini, kamiminta dijelaskan jelaskan kenapa bantuan BLT sebesar Rp 600 ribu bisa menjadi Rp 200 ribu.” kata salah seorang orator.

Dalam orasi mereka, juga menjelaskan bahwa persoalan yang mereka protes ini sudah mereka laporkan ke berbagai pihak. Mulai dari pihak Kepolisian dan pihak Kecamatan. Namun sama sekali tidak ada tangapan.

“Kami tidak mau ditipu lagi. Kasus ini sebenarnya sudah kami laporkan tapi enggak ada responnya. Ini sudah melanggar hukum. Yang bikin kami kecewa sangkades juga sangat arogan.” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Gozali Pulungan, Kapolres Madina AKBP Horas Tua dan Kepala Inspektorat Marwan serta Kadis PMD bersama Muspika lainnya yang berhadir mendengarkan tuntutan massa aksi, sudah berulang kali mencoba menenangkan dan meminta agar blokade jalan dibuka. Namun, massa aksi tetap tak menghiraukannya.

”Terkait masalah laporan warga tesebut, sudah kita proses di Inspektorat, Seminggu ini kita bakal sampaikan hasilnya. Sabar ya, kita harap semua harus tenang,” kata Sekda sembari mencoba menenangkan massa aksi.

Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi dan Inspektur Marwan yang ikut memberikan pemahaman dihadapan massa aksi. Namun, masa tetap tidak terima, dan tetap meminta Kadesnya yang harus menjelaskan sendiri dihadapan mereka langsung. (Jn/wan)

Check Also

Polisi Uangkap Penyebab Kematian Mayat Pria Yang Tewas Di Jalan Desa Embacang

MUARA ENIM, NusantaraPosOnline.Com-Hanya hitungan jam, Tim Opsnal Polsek Gelumbang, Kabupaten Muara enim Sumtra selata, akhirnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!