godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Agustus 23 2019
Home / Daerah / Dianggap Mutasi Abal-Abal, PJ Wali Kota Prabumulih Digugat 21 ASN
Tahap mediasi yang dilakukan oleh PN Prabumulih

Dianggap Mutasi Abal-Abal, PJ Wali Kota Prabumulih Digugat 21 ASN

PRABUMULIH, NusantaraPosOnline.Com-Diduga melakukan mutasi abal-abal, puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Prabumulih, mengugat mantan Penjabat (Pj) Wali kota Prabumulih, H Richard Cahyadi ke Pengadilan tata usaha Negara (PTUN) beberapa waktu lalu.

Sebanyak 21 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Prabumulih yang merasa dirugikan dengan adanya mutasi abal-abal itu kemudian mengajhukan gugatan ke PTUN dan kasus tersebut saat ini sudah memasuki tahap mediasi yang dilakukan oleh PN Prabumulih. 

Kendati demikian para ASN yang melapor mengaku kecewa pasalnya sudah dua kali sidang mediasi yang dilakukan tak satu kalipun dihadiri langsung oleh Richard Cahyadi. Richard hanya diwakilkan Kuasa Hukumnya, Redho Junaidi. 

Hasil sidang mediasi yang diketuai Hakim Mediator, Dendy Firdiansyah SH tersebut ternyata tidak mencapai kata sepakat sehingga gugatan terhadap Mantan Pj Wako terus dilanjutkan.

Kuasa Hukum Pemkot, Yulison Ampirani SH didamping Mudjiono SH menilai seharusnya mantan PJ Wako Prabumulih tersebut menyempatkan diri hadir dalam sidang tersebut sehingga dapat mengetahui keinginan ASN yang merasa dirugikan akibat kebijakan yang ia buat. 

“Ini sangat wajar kalau tidak ada kata sepakat pada tahap mediasi ini. ASN sendiri, jelas memilih sidang gugatan dilanjutkan,” Kata Yolison.

Terkait hal tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Hukum dan Perundang-Undangan (Pe-UU), Beny Rizal melalui Kasubag Penyuluhan dan Bantuan Hukum HAM, Wiwik Liswaty mengatakan  hasil mediasi para ASN sudah sepakat untuk melanjutkan gugatan tersebut, sehingga Mantan Pj Wako mempertanggung jawabkan kebijakannya di mata hukum sesuai ketentuan.

“Karena tidak ada kata sepakat pada saat mediasi, dan Mantan Pj juga tidak hadir. Akhirnya ASN sepakat gugatan terus dilanjutkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Mantan Pj Wali kota, Redho Junaidi berpendapat bahwa gugatan tersebut kurang tepat. Seharusnya para ASN menggugat Pemkot Prabumulih bukan Richard Cahyadi secara pribadi. 

“Seharusnya, Pemkotnya yang digugat. Bukan, Pak Richard secara pribadi. Jadi gugatnya salah alamat.” Kata  Junaidi. (jun)

Check Also

Desa Umbulrejo Ngawi, Bangun Talut Jalan Lingkungan Dari Dana Desa 2019

NGAWI, NusantaraPosOnline.Com-Pemanfaatan Dana desa (DD) dengan skema padat karya tunai terus dilakukan di pedesaan. Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *