godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Senin , November 30 2020
Home / Nasional / Dua Ormas Islam Terbesar Di Indonesia, Sejalan Soal Dukungan Pilpres 2019
Namapak suasana akrap pemimpin Ormas Islan terbesar di tanah air, ketua umum PBNU KH Dr. Said Aqil Siradj, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir.

Dua Ormas Islam Terbesar Di Indonesia, Sejalan Soal Dukungan Pilpres 2019

NusantaraPosOnline.Com-Setiap Pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (Pilpres), dua ormas Islam terbesar di tanah air,  yakni Nahdlatul ‘Ulama (NU) dan Muhammadiyah selalu menjadi rebutan dan tarik menarik kepentingan politik.

Jadi sikap resmi kedua ormas Islam itu memang sangat penting dilakukan agar warganya tidak bingung dalam menentukan pilihan politiknya.

Sikap politik NU secara kelembagaan dalam menghadapi Pilpres, Pileg, maupun even pilkada, yaitu selalu sama yakni tidak terlibat dukung mendukung politik praktis.

Namapak suasana akrap pemimpin Ormas Islan terbesar di tanah air, ketua umum PBNU KH Dr. Said Aqil Siradj, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir.

“Warga NU, pengurus NU dibebaskan menentukan pilihan politiknya namun bersifat pribadi dan dilarang mengatasnamakan organisasi NU. Karena NU netral dalam hal politik praktis. Khittah NU 1926 adalah landasan sikap yang selalu dipakainya.” Ungkapan itu sering disampaikan oleh Ketua Umum PBNU, KH Dr. Said Aqil Siradj.

Selanjutnya bagaimana dengan sikap Muhammadiyah ? Ternyata sikap Muhammadiyah juga sejalan dengan NU. Ini tentu akan menggembirakan umat karna akan meminimalisir benturan politik di kalangan grassroot dalam menentukan pilihan poltiknya.

Berikut ini ungkapan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir ia mengatakan organisasinya sebagai lembaga dakwah dan keagamaan tak akan terlibat politik praktis dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Haedar menyebut kedatangan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebatas silaturahmi.

“Muhammadiyah sebagai lembaga dakwah dan keagamaan, posisi kami tidak masuk ke politik praktis,” Kata Haedar usai menerima Prabowo-Sandiaga di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (13/8) malam seperti dikutip cnnindonesia.com.

“Kami menyampaikan bahwa PP Muhammadiyah menyambut silaturahim ini. Jadi politik juga ada dimensi silaturahimnya,” ujar Haedar.

Prabowo dan Sandiaga datang bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. Mereka melakukan pertemuan tertutup dengan Haedar dan jajaran pengurus PP Muhammadiyah sekitar satu jam.

Haedar menjelaskan PP Muhammadiyah berperan dalam menjaga kehidupan berbangsa. Sementara itu, menurut Haedar, partai politik yang berperan dalam politik praktis, seperti dalam Pilpres 2019.  Semoga dengan sikap netral organisasi Isslam terbesar ditanah air ini akan semakin membangun Pilpres yang berkualitas, yang aman damai tanpa klaim-klaim sepihak yang bisa memperkeruh suasana.

Seperti kita ketahui bersama Ormas NU dan Muhammadiyah, adalah Ormas Islam terbesar di tanah air, dan sudah teruji ikut berperan dalam mengisi kemerdekaan bangsa kita, dan sudah teruji ikut berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. (jun)

Check Also

KPK Tetapkan Menteri KKP Edhy Prabowo Dan 6 Orang Lainya, Sebagai Tersangka

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhi Prabowo (EP), dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!