godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Desember 1 2020
Home / Hukrim / Gilir Siswi SMP Ditengah Hutan, Dua Pria Ponorogo Di Cokok Polisi
Dua tersangka kasus pencabulan AW (21) dan ES (26) terhadap siswi SMP yang berhasil diamankan Polres Ponorogo

Gilir Siswi SMP Ditengah Hutan, Dua Pria Ponorogo Di Cokok Polisi

PONOROGO, NusantaraPosOnline.Com-Seorang siswi SMP warga Desa Bedegan, Kecamatan Bedgan, Kabupaten Ponorogo jawa timur, menjadi korban kejahatan asusila.

Pelakunya berinisial AW (21) dan ES (26). Sementara korbannya adalah Melati (17), pelajar SMP di daerah setempat.

Berawal dari percakapan mereka via WA, selanjutnya korban diancam jika tidak mau melakukan persetubuhan. Akan mengirimkan screenshot (tangkapan layar) percakapan mereka via WA ke pacar baru korban. Akhirnya korban mau melayani nafsu kedua tersangka secara bergantian. Kasus persetubuhan itu dilakukan kedua pelaku di tengah hutan, belum lama.

Kasus ini terbongkar setelah aksi persetubuhan itu dipergoki warga. Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis mengungkapkan, korban mengenal salah satu pelaku yakni AW. Laki-laki ini adalah mantan pacar Melati.

Saat kejadian, tidak hanya AW yang menyetubuhi korban, namun juga ES yang masih keponakanya. Ketika persetubuhan terjadi warga memergoki dan membuat tersangka dan korban lari dengan meninggalkan dua sepeda motor dan handphone. “Kemudian warga melaporkannya kepada polisi,” kata kapolres.

Ditambahkan, dengan barang bukti yang ada, ternyata diketahui handphone itu milik Bunga. Di hadapan polisi dan orangtuanya, korban menceritakan kronologi kejadian sebelumnya.

Korban mengaku sempat diancam oleh AW jika tidak mau melakukan persetubuhan. Akhirnya korban mau disetubuhi bergantian oleh AW dan ES. Tersangka mengancam akan mengirimkan screenshot (tangkapan layar) percakapan mereka via WA ke pacar baru korban.

“Takut diadukan ke pacarnya, akhirnya korban mau melayani nafsu kedua tersangka secara bergantian,” katanya.

Atas perbutanya kedua tersangka AW dan AS dijerat dengan pasal 82 junto 76E Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (edy)

Check Also

Sempat Buron, Kades Tersangka Korupsi DD Di Labura, Dicokok Kejagung

LABURA, NusantaraPosOnline.Com-Sarpin (48), Kepala Desa Bulungihit, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!