godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Sabtu , Oktober 16 2021
Home / Pemerintah / Warga Desa Kudubanjar Bangun Jembatan Swadaya
Kades Kudubanjar Gatot Kuswanto, bersama Kepala Dusun Kudu, Mawarni, dan warganya dilokasi pembangunan jembatan swadaya masyarakat. Kamis (7/10/2021)

Warga Desa Kudubanjar Bangun Jembatan Swadaya

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Setelah bertahun-tahun menunggu pembangunan pengganti jembatan yang roboh Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, akhirnya warga setempat terpaksa membangun jembatan baru dengan cara swadaya masyarakat setempat.

“Masyarakat sangat membutuhkan jembatan itu, karena jalur ini adalah jalur alternatif bagi masyarakat dari desa Kudubanjar untuk aktivitas sehari-hari,” kata, Kepala Dusun Kudu, Mawarni, yang juga sebagai  bendahara  dana dalam proyek jembatan tersebut Kamis (7/10/2021) di sela-sela gotong royong.

Jembatan yang mengunakan bahan cor dan mengunakan rangka besi, dibangun oleh warga tersebut tepat di lokasi jembatan yang roboh sebelumnya.

Mawarni mengatakan, pembangunan jembatan di atas sungai di dusun Kudu tersebut menelan biaya sekitar Rp 100 juta. “Pembangunan jembatan ini didanai secara swadaya oleh warga setempat. Semuanya secara swadaya dan warga gotong royong,” ujar wanita berhijab ini.

Jembatan rangka besi sepanjang 31,5 meter didusun Kudu, yang sedang dalam pengerjaan. Dibiayai dari swadaya masyarakat setempat. Kamis (7/10/2021)

Kepala dusun wanita ini, mengaku sebelumnya warga sudah mengusulkan ke Pemkab Jombang, bahkan ke Provinsi untuk membangun kembali jembatan sepanjang 31,5 meter dengan lebar 160 meter itu. Namun, respon Pemkab Jombang beralasan karena pengajuan pembangunan jembatan itu untuk jalan usaha tani, dan mengabaikan usulan tersebut.

“Karena tidak ada tanggapan dari Pemkab dan Provinsi, maka warga setempat membangun kembali jembatan yang sebagai akses jalan masyarakat tersebut secara swadaya. Pengerjaan pembangunan jembatan sudah berjalan dua minggu yang lalu, sekarang pengerjaan terus berjalan, progres pembangunan sudah mencapai 50 persen, ditarjetkan pembangunan dua minggu lagi selesai, dan dapat digunakan oleh warga.”  Ujar Mawarni.  

Kepala Desa Kudubanjar Gatot Kuswanto, sejak jembatan tersebut runtuh, warga Kudubanjar mengajukan ke Pemkab dan Provinsi Jombang untuk membangun kembali jembatan yang runtuh tersebut.

“Namun kenyataanya hingga sekarang tidak ada kabarnya. Karena itu, secara swadaya warga membangun sendiri. Dan alhamdulillah sekarang pembangunan sudah 50 persen selesai . Insya Allah dua minggu lagi, bisa dilalui,” Kata Kuswanto. Kamis (7/10/2021)

Kuswanto menjelaskan, pembangunan jembatan dilakukan secara swadaya dengan anggaran sekitar Rp 100 juta, anggaran itu  termasuk bahan baku, material lainnya, untuk tenaga kerja masyarakat sekitar sebanyak 10-15 orang.

Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, untuk menunjang aktifitas perekonomian, dan aktifitas warga sehari-hari. Oleh karena itu Pemerintah desa bersama warga berusaha keras agar bisa membangun kembali jembatan ini.

“Akibat rusaknya jembatan yang sudah lama tersebut, warga harus muter-muter. Sekali lagi, alhamdulillah, tanpa bantuan dari pemerintah, jembatan bisa kembali dibangun atas swadaya masyarakat yang menghubungkan akses ke jalan usaha tani” Tutur Kades Kudubanjar.

Jembatan rangka besi sepanjang 31,5 meter didusun Kudu, yang sedang dalam pengerjaan. Dibiayai dari swadaya masyarakat setempat. Kamis (7/10/2021)

Tujuan pembangunan jembatan ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menunjang aktifitas perekonomian warga, dan aktifitas warga sehari-hari. Karena Sungai didusun Kudu dengan lebar 30 meter lebih itu menjadi jalan alternatif yang cukup penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ada banyak lahan pertanian milik warga, yang berada di seberang Sungai ini. Sehingga, ketika warga hendak bercocok tanam, mau tidak mau harus menyeberang sungai. Disamping itu jembatan bisa menjadi jalan alternatif bagi warga dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Oleh karenanya kami berinisiatif membangun jembatan dari bahan cor dan rangka besi,” Terangnya.

Apalagi saat datang musim penghujan seperti ini akan menjadi masalah. Jika kondisi air di sungai mulai meninggi kemudian banjir. Banyak warga yang mengeluh karena akses jembatan untuk melewati sungai selama ini tidak ada.

“Oleh karena itulah pembanguan ini sangat didukung oleh warga dan warga secara sadar melakukan swadaya. Semoga pembangunan ini bisa membawa banyak manfaat bagi warga setempat.” Ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini dari awal pengerjaan sampai hari ini berjalan lancar, berkat kekompakan Pemerintah desa dan warga setempat. Pungkasnya.

Sementara itu, Iswadi warga setempat, mengatakan pembangunan jembatan ini sangat dibutuhkan warga.

“Oleh karena itu Pemdes Kudubanjar  bersama warga bahu-membahu membangun jembatan secara swadaya, dan bahkan Kades Jatibanjar, juga ikut membantu dengan uang pribadinya untuk membangun kembali jembatan ini. Alhamdulilah berkat kebersamaan dan kekompakan warga Pemdes, BPD jembatan ini bisa dibangun kembali.” Kata Iswadi. (Ris/Snt)

Check Also

Bupati Jombang Lantik Pj Sekda Dan 133 Pejabat Lainya

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, lantik Penjabat Sekda dan 133 Pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!