godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Oktober 26 2021
Home / Politik / Kasus Pencurian 21,5 Ton BBM Pertamina, Rahmat Muhajirin Kembali Dilaporkan Ke MKD
Tim Gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri saat menangkap Kapal MT Putra Harapan, sedang digunkan untuk mencuri BBM jenis solar sebesar 21,5 ton di SPM, perairan tuban, Jawa Timur. Anggota Fraksi Gerindra Dilaporkan ke MKD Karena diduga terlibat. Minggu (14/3/2021) lalu. (Foto: Kompas)

Kasus Pencurian 21,5 Ton BBM Pertamina, Rahmat Muhajirin Kembali Dilaporkan Ke MKD

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Rahmat Muhajirin, kembali dilaporkan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan pencurian 21,5 ton BBM jenis solar dari Single Point Mooring (SPM) milik PT Pertamina. Kali ini giliran Aliansi Peduli DPR, yang melaporkan Rahmat ke MKD.

Sebelumnya yaitu pada 22 Maret 2021 lalu politisi partai Gerindra ini, juaga pernah di laporkan Mahasiswa Pemerhati Migas ke MKD.

“Kami datang di ke MKD, sebagai masyarakat yang peduli pada marwah anggota DPR RI, untuk mengadukan Bapak Rahmat Muhajirin ke MKD. Muhajirin kami laporan, karena kami tidak ingin persoalan ini membawa konotasi buruk rakyat terhadap DPR RI.” Kata Koordinator Aliansi Peduli DPR, Febriyan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/4/2020).

Dalam laporannya, Aliansi Peduli DPR mendesak MKD segera memberikan sanksi tegas kepada Rahmat, karena diduga kuat terlibat dalam aksi pencurian BBM.

Febriyan mengaku, pihaknya membawa sejumlah bukti keterlibatan Rahmat Muhajirin sebagai pemilik perusahaan PT HUB Maritim yang Kapal miliknya (Kapal MT Putra Harapan) tertangkap tangan sedang mencuri BBM jenis solar sebesar 21 ton di SPM Tuban, Jawa Timur.

Kita sebagai rakyat, dan mungkin ada 250 juta rakyat Indonesia sangat kecewa dengan kabar yang beredar luas mengatakan perusahaan milik anggota DPR RI Fraksi Gerindra diduga terlibat pencurian BBM.

“Dalam pelaporan tadi, kami membawa sejumlah bukti bahwa Bapak Rahmat Muhajirin pernah terkait dalam kasus pencurian limbah BBM di Lantamal V, yang mana pada putusan Pengadilan Militer Nomor 10-k/PM.III-12/AL/I/2020, disebutkan dengan jelas bahwa Bapak Rahmat Muhajirin adalah Pemilik perusahaan PT HUB Maritim, saat itu yang bersangkutan berpangkat Peltu,” bebernya.

Dalam laporan itu, Febriyan juga menyerahkan sejumlah foto dokumentasi yang di kumpulkan dari berbagai sumber, yakni saat Rahmat Muhajirin berada di Kapal PT HUB Maritim bersama sang istri, dan acara halal bi halal perusahaannya.

Dari sejumlah dokumen yang di lampirkan itu, Aliansi Peduli DPR mendesak MKD DPR agar segera memberikan sanksi berat. “Kasus ini telah masuk dalam extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa, karena pencurian itu juga telah merugikan negara,” tegasnya.

Sebelumnya, Tim Gabungan Ditpolair mengamankan kapal MT Putra Harapan yang digunakan untu mencuri 21,5 ton BBM jenis solar dari Single Point Mooring (SPM) milik Pertamina di perairan Tuban, Jawa Timur, pada Minggu (14/3/2021) lalu.

Kapal MT Putra Harapan belakangan diketahui milik PT Pelayaran Hub Maritim Indonesia bermarkas di Tanjung Perak, Surabaya. Perusahaan layanan bunker dan transportasi bahan bakar yang berkongsi dengan PT AKR Corporindo Tbk itu diketahui milik Anggota DPR RI Fraksi Gerindra inisial RM yang kini duduk di Komisi X.

Namun, kuasa hukum RM sekaligus PT Pelayaran Hub Maritim Indonesia, Mohammad Muzayin membantah kapal yang ditangkap oleh Polairud Mabes Polri itu milik Hub Maritim.

“Kapal itu disalahgunakan oleh nahkodanya. Jadi ada sindikat yang mencuri minyaknya Pertamina kemudian kapal itu dipakai untuk menampung minyak itu. Jadi tidak ada sangkut-pautnya dengan PT Hub Maritim, juga tidak ada sangkut-pautnya dengan Pak Rahmat Muhajirin,” kata Muzayin kepada media.

Meski demikian, fakta berbicara lain. Dicek ke sistem data kapal global Equasis (equasis,com), kapal MT Putra Harapan ternyata masih dimiliki oleh Hub Maritim Indonesia, beralamat di Jalan Ikan Mungsing VIII 96 Kel. Perak Barat, Surabaya.

Sistem itu menunjukkan MT Putra Harapan adalah kapal berbendera Indonesia dengan nomor IMO 8825987 dan call sign YB4147. Kapal itu dibangun tahun 1981 dan merupakan tipe tanker berbobot 300 DWT.

Data Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) memperkuat data Equasis. Saat dicek di bki.co.id, owner MT Putra Mahkota yang terdaftar dengan nomor 13850 adalah PT Pelayaran Hub Maritim Indonesia, beralamat di Jl. Ganggeng VI No. 18 Tanjung Priok, Jakarta.

Direktur Polairud Baharkam Mabes Polri, Brigjen Pol M. Assin Kosasih mengatakan, saat ini pihaknya memang tengah mengembangkan penyidikan kasus tersebut secara bertahap dimulai dari pendalaman tersangka hingga tidak menutup kemungkinan kepada perusahaan dimana para tersangka bekerja.

Pada Kasus itu, Polairud telah menetapkan 10 tersangka, serta mengamankan barang bukti kapal MT Putra Harapan yang digunakan untuk menampung BBM jenis solar. (Bd)

Check Also

Anggota Komisi IV DPR RI Ning Ema Salurkan Bantuan 300 Unit Alsintan Ke Petani Jombang

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PPP Ema Umiyyatul Chusnah, atau yang akrap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!