godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Oktober 24 2021
Home / Hukrim / Kejati Tahan 4 Tersangka Korupsi Proyek Masjid Sriwijaya Palembang
Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di kantor Kejati setempat. Selasa (31/2/2021)

Kejati Tahan 4 Tersangka Korupsi Proyek Masjid Sriwijaya Palembang

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Palembang, Sumatera Selatan resmi menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya. Palembang, Selasa (30/3/2021). Yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 130 milyar.

Kasi Penkum Kejati Sumsel Khaidirman mengatakan, empat orang tersangka itu masing-masing mantan Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya Edi Hermanto, KSO PT Brantas Abipraya-PT Yodyakarya Dwi Kriyana, Ketua Divisi Pelaksanaan Lelang Syarifudin, dan KSO PT Brantas Adipraya-PT Yodyakarya Yudi Arminto.

”Keempat tersangka ditahan di rumah Tahanan (Rutan) Pakjo dan Lapas Perempuan Kota Palembang, selama 20 hari ke depan,” Ujar Khaidirman.

Keempat tersangka tersebut sempat menjalani pemeriksaan sejak Selasa (30/3/2021) pagi dan baru keluar dari Kejati Sumsel sekitar pukul 17.30 WIB. Keempatnya mengenakan rompi tahanan dan langsung digiring ke mobil tahanan.

Khaidirman menjelaskan, keempat tersangka itu sebelumnya sempat diperiksa sebagai saksi. Keempatnya ditahan untuk mempermudah penyidikan dan agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti.

”Usai menahan empat tersangka dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya, peroses penyidikan kasus tersebut masih tetap berjalan. Kemungkinan munculnya tersangka baru kita lihat saja nanti. Untuk total kerugian negara yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp 130 miliar belum dapat dipastikan,” kata Khaidirman.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal 2 atau 3 UU Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto UU Nomor 20 Tahun 2021 dengan ancaman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Masjid Sriiwjaya yang digadang-gadang menjadi masjid terbesar se-Asia tersebut mulai dibangun pada 2009 dan telah menyerap dana hibah yang bersumber dari APBD Sumsel total Rp130 miliar pada 2015–2018. Masjid yang dibangun di atas lahan Pemprov Sumsel seluas sembilan hektare itu membutuhkan dana hingga Rp 668 miliar, namun pembangunannya baru menyelesaikan fondasi dasar dan kini mangkrak.

Untuk diketahui kepat orang tersangka tersebut, yang pertama kali ditetapkan sebagai tersangka ada dua orang, yakni Eddy Hermanto (mantan Ketua Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya) dan Dwi Kridayani (KSO PT Brantas Abipraya-PT Yodyakarya) ditetapkan tersangka pada Senin 8 maret 2021 lalu. Sedangkan dua orang tersangka yaitu Syarifudin (Ketua Divisi Pelaksanaan Lelang), dan Yudi Arminto (KSO PT Brantas Adipraya-PT Yodyakarya) baru ditetapkan tersangka hari ini (selasa 31/3/2021). Namun kempat tersangka itu semunya ditahan pada hari ini Selasa (31/3/2021). (Jun)

Check Also

Korupsi Jalan, KPK Tangkap Wakil Ketua Dewan Direksi PT Wika-Sumindo

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua Dewan Direksi PT. Wika-Sumindo, Petrus Edy Susanto …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!