godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Kamis , Januari 21 2021
Home / Pemerintah / Mengejutkan Ditemukan KTP Palsu Dikirim Ke Kamboja Lalu Diimpor Lagi
E-KTP : Suasana rekam data pembutan e-KTP

Mengejutkan Ditemukan KTP Palsu Dikirim Ke Kamboja Lalu Diimpor Lagi

JAKARTA (NusantaraPosOnline.Com)-Direktorat Jenderal (ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menemukan fakta bahwa kasus e-KTP palsu yang dikirim dari Kamboja sebetulnya dibuat lokal lalu dikirim ke sana, kemudian “diimpor” lagi sehingga seolah-olah ada campur tangan asing.

Dukcapil telah menganalisis 36 kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) palsu yang dikirim dari Kamboja. Hasilnya, seluruh e-KTP palsu tersebut menggunakan e-KTP bekas yang sudah terisi datanya.

“Modusnya dengan mengganti data penduduk pada halaman pertama yang berbeda dengan data asli dalam chip atau data di data center,” kata Direktur Jenderal Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh di Gedung A Kemdagri, Jakarta, Senin (13/2).

Dia menjelaskan, sebanyak 16 e-KTP dapat dibaca datanya, 20 e-KTP sisanya tidak bisa dibaca. Dari 36 e-KTP tersebut, lanjutnya, menggunakan 19 foto wajah. Artinya terdapat beberapa e-KTP dengan foto yang sama.

“Semua data yang tercantum dalam fisik e-KTP tidak sama dengan data yang ada dalam chip,” jelasnya.

Hal ini, menurutnya, membuktikan bahwa dalam proses pemalsuan tersebut, tidak mengakses data dari data center Kemdagri.

“Jadi dalam hal ini data center Kemdagri aman dan tidak ada pembobolan,” ujarnya.

“Kami memiliki analisis bahwa e-KTP palsu ini dari Indonesia dan dibawa ke Kamboja untuk kemudian dikirim lagi ke Indonesia untuk mengecoh seolah-olah ini impor e-KTP.”

Dia memastikan kecil kemungkinan bahwa eKTP palsu tidak dapat digunakan pada Pilgub DKI Jakarta.

“Saya melihat dari jumlah, kecil kalau dikaitkan dengan Pilgub. Hampir mustahil 36 e-KTP bisa mendongkrak untuk DKI yang jumlah pemilihnya 7 juta lebih,” katanya.

Dia menambahkan, penggunaan e-KTP bagi penduduk yang belum tercantum pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) juga baru dibuka pukul 12.00 siang.

“Pengawasan di TPS juga berlapis, masyarakat saling kenal,” ucapnya.

“Kalau membawa e-KTP palsu, resiko hukumnya terlalu besar. Saya menduga ini untuk penipuan, misalnya membuka rekening bank, kejahatan perbankan atau cyber crime. Kan ada beberapa bank yang sudah kerjasama dengan Dukcapil, kecuali yang belum kerjasama.” Terang Zudan. (*)

 

 

Check Also

Perkuat Jalan Desa, Pemdes Kepuhdoko Jombang Bangun TPT

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Desa (Pemdes) Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa timur, bangun Tembok Penahan Tanah (TPT) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!