Agama

Miftachul Akhyar Kembali Terpilih Jadi Rais Aam PBNU

×

Miftachul Akhyar Kembali Terpilih Jadi Rais Aam PBNU

Sebarkan artikel ini
KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU periode 2021-2026. Hasil Muktamar NU di Bandar lampung. Kamis (23/12/2021) foto : dok MUI

BANDAR LAMPUNG, NusantaraPosOnline.Com-KH Miftachul Akhyar resmi terpilih kembali menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026.

Miftachul bukan orang baru di kalangan NU. Pria kelahiran Surabaya, 30 Juni 1953 itu sudah aktif di NU sejak muda.

Terpilihnya Miftachul Akhyar berdasarkan hasil musyawarah dari sembilan anggota Ahlul halli wal aqdi (AHWA)

“Bahwa yang menjadi Rais untuk PBNU 2021-2026 KH Miftachul Akhyar,” kata anggota AHWA Zainal Abidin di Lampung, Jumat (24/12/2021).

Musyawarah anggota AHWA digelar di GSG, Universitas Lampung. Musyawarah digelar secara tertutup.

Agenda Muktamar NU pada Kamis (23/12/2021) sore diawali dengan penghitungan suara tentang sembilan orang anggota AHWA. Berdasarkan hasil penghitungan, berikut sembilan nama orang sembilan AHWA :

1. Dimyati Rais
2. Mustofa Bisri
3. Ma`ruf Amin
4. Anwar Mansur
5. TG Turmudzi
6. Miftachul Akhyar
7. Nurul Huda
8. Ali Marbun
9. Zainal Abidin

Setelah itu, pimpinan sidang kembali menggelar pleno untuk menetapkan sembilan orang AHWA. Musyawarah AHWA dilakukan berbarengan dengan pengesahan hasil sidang komisi.

“Sebagaimana yang harus kita lakukan perubahan jadwal karena mengingat ada beberapa penyesuaian. Kita akan melanjutkan dengan paralel rapat AHWA, kita memanfaatkan rapat ini untuk rapat pleno tentang pengesahan tentang hasil sidang-sidang komisi,” kata pimpinan sidang M Nuh, Kamis (23/12/2021).

Setelah itu, sidang pleno menetapkan rais aam terpilih. Selanjutnya adalah proses penjaringan calon Ketum PBNU. Baru selanjutnya proses pemilihan dan penetapan.

Dikutif dari halaman resmi NU, Mengutip laman resmi NU Pria kelahiran Surabaya, 30 Juni 1953 itu sudah aktif di NU sejak muda.

Dikutif dari laman resmi NU, Miftachul merupakan putra dari Pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, Abdul Ghoni. Abdul Ghoni merupakan merupakan karib Usman al-Ishaqi Sawahpulo saat sama-sama nyantri kepada Kiai Romli di Rejoso, Jombang.

Tak nya itu dalam catatan tersebut Abdul Ghoni juga nyantri kepada Kiai Dahlan Ahyad Kebondalem pendiri MIAI dan Taswirul Afkar. Sejak kecil, ia menghabiskan waktunya sebagai santri.

Tercatat ia pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Tambak Beras, Pondok Pesantren Sidogiri, dan Pondok Pesantren Lasem. Ia juga mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki di Malangan, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.

Menurut catatan PW LTNNU Jatim Ahmad Karomi, Miftachul membuat kagum Syekh Masduki Lasem sehingga ia diambil menantu oleh oleh kiai yang terhitung sebagai mutakharrijin istimewa di Pondok Pesantren Tremas.

Setelah menempuh berbagai pendidikan, Miftachul kemudian mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah yang ada Kedung Tarukan.

Selama di PBNU, ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Surabaya periode 2000-2005, Rais Syuriah PWNU Jawa Timur 2007-2013, 2013-2018, dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020 dan pernah menjabat sebagai Pj Rais Aam PBNU 2018-2020.

Miftachul saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025. Ia terpilih sebagai Ketum hasil Munas X MUI di Jakarta, Jumat, 27 November.

Namun, salah satu syarat yang diberikan majelis Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) pada Muktamar ke-34 NU meminta Miftachul Akhyar tidak merangkap jabatan usai terpilih sebagai Rais Aam PBNU 2021-2026. Hal ini agar Rais Aam fokus mengembangkan PBNU. (bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!