Ekobis  

Mulai 1 November 2023, Penjualan Tiket di Pelabuhan Tanjung Perak Beralih ke Online

Ilustrasi Kapal Penumpang (Foto : Dok pelni.co,id)

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-PT Pelayaran Nusantara Indonesia (Persero) atau PT Pelni, telah memutuskan penjualan tiket secara offline di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dihapuskan. Aturan itu berlaku per 1 November 2023.

Seluruhnya akan beralih ke penjualan secara online, baik mobile maupun website. Penjualan tiket tersebut hanya diperuntukkan untuk kapal milik pemerintah saja.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni Nuraini Dessy mengatakan kebijakan ini untuk memperluas jangkauan penjualan, serta untuk mempermudah penjualan tiket secara online.

“Fungsi loket tetap beroperasi, namun pembelian tiket akan dialihkan sepenuhnya di website dan mobile. Jika calon penumpang, kesulitan bisa kami bantu melalui Customer Service (CS) kami, baik di Surabaya, Jakarta, maupun Makasar,” kata Dessy. Sabtu (15/10/2023).

Dessy menandaskan, penerapaan penjualan tiket secara daring ini bakal diberlakukan per 1 November 2023 mendatang. Hal ini tidak hanya di Surabaya, tapi juga di Jakarta dan Makasar.

Dessy menargetkan Dessy menargetkan, ada sejumlah alasan mengapa PT Pelni mengalihkan seluruh penjualan tiket secara online di website. Karena pembelian tiket online di 3 cabang Pelni Indonesia, yakni Surabaya, Jakarta, dan Makassar sudah 70%.

Hingga Jumat (12/10/2023) kemarin, jumlah pemesan tiket secara online melalui situs web sudah mencapai angka 3,3 juta penumpang. Untuk Surabaya saja sudah ada 348 ribu orang.

“Jadi, tidak perlu mengantre dan saat masa transisi bila ada yang kesulitan kami alihkan ke CS,” kata Dessy.

Setelah pemberlakuan penjualan tiket online di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kemudian kebijakan itu akan dievaluasi pada Desember 2023. Untuk sementara ini berlaku di Surabaya, Jakarta, dan Makassar saja.

Ia juga menjelaskan, tujuan peralihan penjualan tiket dari loket ke website ini selain berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas, serta untuk mengantisipasi praktik percaloan.

“Jadi kebijakan ini juga untuk mengantisipasi percaloan. Kami menghilangkan loket-loket offline ini untuk mempermudah masyarakat beli tiket secara online. Kendati demikian, kami menyarankan agar masyarakat beli jauh-jauh hari dan tidak boleh diwakilkan,” Ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya juga bakal melakukan peremajaan kapal dan mengganti kapal yang dinilai sudah tak layak pakai. Meski, kapal baru sampai saat ini memang belum ada.

“Tahun depan kami minta peremajaan kapal dan bakal ada rencana pembelian kapal baru, prosesnya sedang berlangsung dan untuk mengganti armada-armada kapal yang sudah tua. Imbuhnya. (Fri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!