godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Oktober 26 2021
Home / Hukrim / Ngaku Keturunan Majapahit Sakti Mandraguna, Pria Di Kebumen Cabuli 4 Anak Dibawah Umur
MA (40) yang mengaku dukun sakti mandraguna keturunan Majapahit, saat diamankan Polisi.

Ngaku Keturunan Majapahit Sakti Mandraguna, Pria Di Kebumen Cabuli 4 Anak Dibawah Umur

KEBUMEN, NusantaraPosOnline.Com-Seorang dukun cabutberinisial MA (40) Mengaku dukun sakti mandraguna keturunan Majapahit, warga Desa Kedalemankulon, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa tengah, dibekuk Polisi. Karena melakukan pencabulan terhadap pasiyennya 4 orang bocah dibawah umur.

Informasi yang dihimpun dilapangan, empat bocah yang menjadi korban pencabulan berawal ingin memiliki prestasi di bidang olahraga, mereka terperdaya oleh MA, yang mengaku sebagai titisan Mbah Bondan keturunan Kerajaan Majapahit. 

Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Afiditya, mengatakan, para korban adalah pasien yang akan menjalani pengobatan alternatif kepada tersangka. Para korban yang masih gadis, bukannya diobati, malah justru mendapatkan perlakuan cabul dari MA. 

“Saat ini baru 4 korban yang sudah melaporkan. Mereka yang melaporkan adalah gadis yang masih di bawah umur,” Kata AKP Afiditya didampingi Kasubbag Humas Polres Iptu Tugiman saat konferensi pers, Minggu (2/5/2021).

Afiditya, menjelaskan, tersangka melakukan aksi bejatnya sejak tahun 2017 lalu. Para korban datang ke rumah tersangka karena ingin memiliki kekuatan lebih agar bisa berprestasi di bidang olahraga.

“Para korban terperdaya karena tersangka mengaku bisa mentransfer ilmu hikmah yang ia dapatkan dari Kerajaan Majapahit. Tak tahan dengan perlakuan cabul tersangka, salah satu korban akhirnya menceritakan kejadian yang ia alami, kepada keluarganya dan selanjutnya melaporkan MA ke Sat Reskrim Polres Kebumen,” Ujarnya.

Menurut Afiditya, tersangka sudah diamankan. “Pelaku diamankan di kediamannya oleh Sat Reskrim Polres Kebumen pada hari Selasa (20/4/2021) sekitar pukul 11.45 WIB. Namun Kepada polisi, tersangka tetap mengaku sebagai titisan Mbah Bondan serta memiliki 11 istri yang mempunyai gelar dewi.” Kata Afiditya.

Jika akan melakukan ritual pengobatan ataupun pengisian kekuatan, korban yang masih gadis itu dijuluki dewi dan seketika itu dianggap sebagai istrinya oleh tersangka. Korban yang merasa yakin, akhirnya pasrah kepada tersangka, termasuk saat dicabuli di kamar rumah tersangka. 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 (2) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 Miliar. (Jun)

Check Also

Korupsi Jalan, KPK Tangkap Wakil Ketua Dewan Direksi PT Wika-Sumindo

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua Dewan Direksi PT. Wika-Sumindo, Petrus Edy Susanto …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!