godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Oktober 24 2021
Home / Nasional / Organisasi HAM Internasional Desak Pemerintah RI Lindungi Aktivis HAM !
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Organisasi HAM Internasional Desak Pemerintah RI Lindungi Aktivis HAM !

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Tindakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang melaporkan dua aktivis HAM, Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar kepada pihak kepolisian, menuai kecamana keras dari Organisasi HAM internasional

Terdapat enam organisasi HAM internasional yang mendesak pemerintah Indonesia untuk melindungi aktivis pembela HAM dari ancaman dan teror yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan setempat dengan pasal-pasal yang merepresi kebebasan berekspresi.

Enam organisasi HAM tersebut, yakni : International Federation for Human Rights (FIDH), World Organization Against Torture (OMCT), Frontline Defenders, Business and Human Rights Resource Centre (BHRRC), International Network of Civil Liberties Organizations (INCLO), CIVICUS, Capital Punishment Justice Project (CPJP), dan Franciscans International.

Kecaman atau sikap keenam organisasi HAM internasional ini mereka sampaikan dalam video statement Asian Legal Resource Centre di sesi Dewan HAM PBB ke-48, yang dibaikan kepada wartawan pada Kamis (7/10/2021).

Dalam peryataannya, keenam organisasi ini menyampaikan dukungan mereka untuk situasi yang dihadapi aktivis pembela HAM di Indonesia. Mereka turut bersolidaritas dengan pembela HAM di Indonesia, dan prihatin dengan tindakan pejabat pemerintahan yang menggambarkan judicial harassment dan penyalahgunaan wewenang.

Dalam keterangan tertulisnya, Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti mengatakan, Kasus ini juga diangkat di diskusi informal di sesi ke-48 Dewan HAM PBB pada 17 September 2021 lalu yang membahas resolusi mengenai reprisals atau tindakan yang mengintimidasi individu atau organisasi yang bekerja sama dengan PBB.

“INCLO, sebagai salah satu jaringan KontraS di isu kebebasan sipil, melakukan intervensi di forum tersebut dengan mengangkat kasus somasi Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar, dan juga KontraS, sebagai organisasi yang telah bekerja sama dengan PBB sejak 2005 dan kini mengalami intimidasi dan resiko kriminalisasi,” terang Fatia dalam keterangan pers, yang dikutip Jumat (8/10/2021).

Menurut Fatia, dalam pertemuan tersebut,  INCLO juga dinyatakan bahwa tindakan intimidatif terhadap dirinya dan Haris Azhar bertentangan dengan kebebasan berekspresi, yang mana digunakan Fatia dan Haris untuk mempublikasikan hasil riset organisasi-organisasi HAM di Indonesia mengenai relasi militer dan eksploitasi tambang di Papua.

“Selain INCLO, Franciscans Internasional juga memberi perhatian terhadap serangan kepada aktivis pembela HAM seperti Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar di General Debate mengenai situasi HAM yang membutuhkan atensi Dewan HAM PBB di sesi Dewan HAM PBB ke-48,” teranya.

Fatia menyebutkan, Fransicans Internasional merasa bahwa kebebasan sipil semakin terancam di Indonesia. Isu ini merupakan isu HAM yang perlu mendapat perhatian Dewan HAM PBB. Karena ini mengancam kebebasan sipil yang sudah dilindungi dalam instrumen hukum internasional. (Bd)

Check Also

Tol Bisa Dibeli Swasta Rezem Dianggab Hanya ‘Mandor’ Dan Tukang ‘Gebuk’ Ini Kata Pengamat

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Kebijakan pemerintah Jokowi terkaitinfrastruktur jalan tol yang dijual ke pihak swasta. Mendapat sorotan miring …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!