Hukrim

Perkosa Anak Kandung Yang Disabilitas Hingga Melahirkan, Bapak Bejat di Muba Batal Pergi Haji

×

Perkosa Anak Kandung Yang Disabilitas Hingga Melahirkan, Bapak Bejat di Muba Batal Pergi Haji

Sebarkan artikel ini
FOTO : Ilustrasi bapak bejat di Muba perkosa anak kandung yang disabilitas.

MUBA, NusantaraPosOnline.Com-Sorang ayah bejat bernama Burhan (70) di Musi banyuasin (Muba) Sumatra selatan, diringkus jajaran Unit PPA Satreskrim Polres setempat. Pria beranak 10 ini ditangkap karena tega meperkosa putri bungsunya sendiri berinisial R (19) penyandang disabilitas hingga hamil, bahkan kini sudah melahirkan.

Kini Burhan, harus meringkuk didalam jeruji besi, dan batal berangkat naik haji tahun ini.

Kabag Ops Polres Muba Kompol Rivow Lapu, SIK, didampingi Kasat Reskrim, AKP Dwi Rio Andrian, mengtakan Burhan, diringkus polisi dirumahnya di wilayah Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin. Pada Selasa (10/5/2022) lalu. Dan kini pelaku sudah ditahan.

“Kita melakukan tes DNA kepada anak yang dilahirkan korban dan dicocokkan dengan pelaku ternyata identik. Ini menjadi bukti kita untuk melakukan penahanan, menguatkan dari keterangan saksi yang sudah diambil keterangan sebelumnya,” Kata Rivow, saat menggelar konferensi pers di Aula Alex Noerdin Mapolres Muba. Selasa (17/5/2022).

Rivow menjelaskan, tersangka diduga melakukan aksi tersebut beberapa kali yang terjadi bulan Maret 2021. Untuk menutupi perbuatannya, tersangka Burhan ternyata menjadi orang melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian pada bulan Oktober 2021 setelah korban kandungannya mulai membesar.

“Korban sendiri akhirnya melahirkan anak laki-laki pada 11 Desember 2021. Polisi mencurigai tersangka lantaran korban sendiri adalah penyandang disabilitas dan tidak bisa berbicara, apalagi tersangka juga bertindak sebagai pelapor kasus tersebut.” Teranya.

Rivow mengatakan lantaran polisi saat penyelidikan melihat sejumlah orang yang kerap berkomunikasi intens dengan korban. Polisi menduga laporan tersebut hanya untuk mengalihkan sebagai dalih tersangka beralibi. “Ada beberapa orang yang kita ambil sampelnya, bukan tersangka saja dan yang identik ternyata tersangka. Baru setelah hasil tes DNA keluar tersangka akhirnya mengakui perbuatannya,” tandasnya. Burhan sendiri mengakui perbuatannya, namun dia mengaku hanya dua kali memerkosa korban. Dia juga membantah mengancam dan memaksa korban.

“Saya khilaf pak, gak tau mengapa tega berbuat demikian. Saya sangat menyesal,” ujarnya.

Akibat perbuatanya, pria yang sehari-hari merupakan petani dan pemilik kebun karet ini ternyata harusnya tahun ini berangkat menunaikan rukun islam ke lima, yakni berangkat ke tanah Suci Mekahuntuk untuk beribadah haji. “Urung berangkat, saya sangat malu Pak,” Kata Buhan sambit tertunduk dihadapan polisi. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!