godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Juni 20 2021
Home / Investigasi / Program UPPO APBN 2020 Di Jombang Diduga Banyak Penyimpangan
Sapi program UPPO 2020 disalah satu kandang milik Poktan, Kecamatan Perak, Jombang. Minggu (17/1/2021)

Program UPPO APBN 2020 Di Jombang Diduga Banyak Penyimpangan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pelaksanaan program Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) di kabupaten Jombang, yang didanai APBN 2020, yang diberikan kepada 21 Kelompok tani (Poktan), di Kabupaten Jombang banyak penyimpangan, yang lebih parah lagi pelaksanaan program ini terkesan abal-abal atau tidak transparan.

Berdasarkan data yang diterima NusantaraPosOnline.Com, tahun 2020 dikabupaten Jombang, ada 21  Kelompok tani (Poktan) mendapatkan bantuan program UPPO dari Kementrian pertanian (Kementan) masing-masing Poktan mendapatkan jatah bantuan Rp 200 juta.

Dari pantauan dilapangan pada 15 Januari 2021, pelaksanaan program UPPO 2020 dikabupaten Jombang ditemukan banyak indikasi penyimpangan, misalnya yang terjadi di Poktan Desa Glagahan, Kecamatan Perak; Poktan Desa Kayen, Kec Bandarkedungmulyo, seharusnya bantuan untuk dibelikan minimal 8 ekor sapi dengan rasio jantan dan betina. Tapi kenyataan dilapangan dikandang hanya ditemukan 4 ekor sapi, kondisi sapi juga terlihat kurus.

Kondisi kandang sapi juga tidak sesuai spisifikasi yang telah ditentukan dalam Petunjuk teknis kegiatan. Menurut Petunjuk teknis dinding bangunan rumah kompos terbuat dari bahan pasangan bata merah, atau batako,  minimal ketinggian 1,5 M, dan dipadu dengan kawat anyaman, atau kawat harmonica ketinggian minimal 1,5 M. Namun kenyataan dilapangan atas  dinding tidak dipadu dengan kawat anyaman atau kawat harmonica.

Tak hanya itu, mesin Alat pengelolaan pupuk organik (APPO) dan bank fermentasi juga belum ada.

Menurut sumber yang keberatan disebutkan namanya, menyebutkan, dari 21 Poktan penerima bantuan UPPO 2020 tersebut. Ada sekitar 11 Poktan sampai hari ini belum memiliki mesin APPO. Padahal sebelum akhir tahun 2020 pelaksanaan program  UPPO harus sudah terealisasi 100 persen. “Mesin APPO tersebut harus bersertifikat SNI. dan sekitar 11 Poktan, yang belum membeli APPO tersebut.” Kata Sumber NusantaraPosOnline.Com yang wanti-wanti tidak disebutkan namanya. Minggu (17/1/2021).

Yang lebih parah lagi,  kendati program UPPO 2020 ini hingga awal januari 2021 belum terlaksana 100 persen. Tapi pada hari Jum’at 15 Januari 2021 para Poktan penerima bantuan sudah menyerahkan laporan kegiatan UPPO 2020 ke Dinas pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang, dan melaporkan kegiatan sudah selesai dilaksanakan.

Jadi kuat dugaan ada persekongkolan, pihak Poktan penerima bantuan dengan pihak Disperta Jombang, untuk membuat laporan kegiatan UPPO 2020 yang tidak sesuai dengan kondisi dilapangan. Yaitu proyek UPPO 2020 belum selesai tapi sudah dilaporkan selesai.

Sementara itu Ketua Poktan Desa Plosogenuk, Kec Perak, Suyitno, yang juga penerima bantuan program UPPO 2020 membenarkan bahwa ada sekitar 11 Poktan yang benum membeli mesin APPO. “Mesin APPO tersebut harus beli yang SNI, setahu saya mesin yang SNI  hanya ada jualnya di Malang dan Tangerang. Jadi kami masih menunggu. Oleh karena itulah Poktan penerima bantuan belum punya mesin APPO. Mungkin semua Poktan belum beli mesin tersebut, tapi setahu saya ada sekitar 11 Poktan, yang belum membeli mesin APPO tersebut,” Kata Suyitno. Kepada NusantaraPosOnline.Com, Minggu (17/1/2021).

Untuk diketahui, program UPPO dibiayai APBN 2020 melalui Dirjen prasarana dan sarana pertanian Kementan RI.

Masing-masing Poktan penerima bantuan mendapat alokasi Rp 200 juta / Poktan, meliputi : Untuk pembangunan rumah kompos; Pembangunan kandang komunal; pengadaan ternak sapi/kerbau minimal 8 ekor, umur minimal 12 bulan tinggi sekitar 1 meter; Pembelian alat APPO yang SNI; Pembelian alat angkut roda 3.

Poktan penerima bantuan di Jombang berdasarkan rekomendasi dari anggota komisi IV DPR RI. Bantuan disalurkan dari Kementan langsung kerekening Poktan penerima bantuan, dan menurut petunjuk teknis program harus terlaksana sebelum akhir Desember 2020. Program ini untuk kegiatan pupuk, menuju pertanian organik. (Rin)

Jadwal pelaksanaan kegiatan pupuk menuju pupuk organik melalui program UPPO 2020 :

Sumber :  SK Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementan RI No : 22/KPTS/SR.310/B/12/2019 Tetang petunjuk teknis kegitan Pupuk menuju pertanian organik melalui UPPO 2020

Check Also

Terindikasi Korupsi Pengurus BUMDes Desa Jatigedong, Jombang Dipolisikan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pengurus BUMDes (Badan usaha milik desa) Aneka Usaha, desa Jatigedong, kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!