godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , Agustus 5 2020
Home / Investigasi / Proyek Gedung Bank Sampah Swakelola, Diborongkan. Ketua Bank Sampah Bermain Dibalik Proyek
ketua KSM Bank Sampah Makmur Karya Mandiri desa Mojowarno, Ali Sutomo

Proyek Gedung Bank Sampah Swakelola, Diborongkan. Ketua Bank Sampah Bermain Dibalik Proyek

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek pembangunan gedung bank sampah dan kelengkapnya, yang dibiayai dari APBD Jombang 2019, yang berlokasi di Desa / Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa timur, diduga dijadikan ajang permainan oleh Ketua Bank Sampah, desa Mojowarno.

Ini karena proyek dilaksanakan secara diam-diam, diduga menyalahi aturan, dan kualitas hasil perkerjaannyapun juga buruk.

Informasi yang dihimpun di lapangan, terdapat beberapa alasan mengapa pemborong ikut mengerjakan proyek tersebut. Di antaranya karena ditunjuk oleh Ketua bank sampah desa Mojowarno, Desy Wulandari.

Bangunan proyek gedung Bank Sampah di Desa Mojowarno, yang dibiayai dari APBD Jombang 2019 sebesar Rp 196.810.00, Foto : Wahyu

Padahal berdasarkan kontrak kerja antara Dinas lingkungan hidup dan kehutanan (DLHK) Kabupaten Jombang, dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bank sampah karya makmur mandiri Desa Mojowarno, tanggal 10 Juli 2019,  No Kontrak : 600/PPK.I.DAK/02/415.34/2019, nilai kontrak Rp 196.810.000, harus dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok swadaya masyarakat (KSM) Bank sampah makmur karya mandiri desa Mojowarno.

“Bangunan bank sampah desa Mojowarno, ini, dikerjakan pemborong dari luar desa, tenaga kerjnya semua dari luar desa Mojowarno. Karena diborongkan, masalah itu sempat ramai didesa. Kemudian pekerjaan sempat berhenti, pada hari Jum’at kemarin baru mulai ada pengerjaan lagi dan tenaga kerjanya baru ada warga setempat.”  Kata Seger (55) salah seorang warga setempat. Senin (18/11/2019).

Sementara itu ketua KSM desa Mojowarno, Ali Sutomo, ia mengatakan bahwa ia selaku ketua KSM tidak dffungsikan, hanya diperlakukan seperti kuli bangunan (buruh kerja)

“Saya tidak tahu apa-apa masalah proyek tersebut. Saya cuma diminta tanda tangan-tanda tangan saja oleh  ketua bank sampah yaitu Ibu Desy Wulandari. Jadi semuanya dikuasai Ibu Desy Wulandari.” Kata Ali Sutomo, senin (18/11/2019).

Menurut Ali, awal pengerjaan saya dilibatkan sebagai pekerja, sambil disuruh ngawas-ngawasi pekerja, tapi hanya beberapa hari, setelah itu saya tidak, dilibatkan lagi. “Waktu awal pengerjaan, saya tidak ada satupun yang kenal dengan tenaga kerja yang ada. karena semua pekerja dari luar desa, atau dari pemborong.” Ujarnya.

Masalah tenaga kerja dari pemborong, ini sempat jadi sorotan banyak orang dan bermasalah. Setelah bermasalah, baru ada beberapa orang warga yang ikut mengerjakan bangunan itu.

“Intinya saya ini tidak tahu apa-apa masalah proyek itu, bahkan gambar bangunan dan RAB (rencana anggaran belanja) proyek, saya tidak tahu. Semuanya dikuasai Ibu Desy Wulandari. Saya cuma sempat dilibatkan jadi tenaga kerja, itu saja.” Tegas Ali.

Diberitakan sebelumnya, dari hasil penelusuran dilapangan, bangunan gedung bank sampah tersebut berukuran luas sekitar 8 x 12 meter, yang terdiri dari dua ruangan.Masing-masing  ruangan luas sekitar 4 x 4 meter, 1 buah kamar mandi berukuran luas sekitar 1 x 2 meter, dan ruang terbuka.

Kondisi bangunan tersebut diperkirakan hanya selesai 60 persen, tembok bangunan masih  belum diplester semuanya, lantai masih belum selesai,  belum ada satupun gawang pintu juga jendela yang terpasang.

Kualitas bangunan memprihatinkan, mortar (luluh) yang digunakan untuk proyek tersebut diduga berkualitas buruk. Pekerjaan tempat pembuangan limbah berupa setpiting, nampak amburadul karena dikerjakan asal jadi.

Material besi untuk tulang bangunan, mengunakan besi-besi yang tidak sesuai standar SNI atau mengunakan besi banci.

Terkait hal tersebut, Ketua Bank Sampah desa Mojowarno, Desy Wulandari, saat hendak dimintai konfirmasi, masih sulit untuk ditemui. Dihubunig via ponsel dan melalui WhatsApp, tidak ada jawaban. (Rin)

Check Also

Habiskan Rp 6,714 Milyar, Proyek Pasar Rakyat Di Trowulan Mojokerto Masih Mangkrak

MOJOKERTO, NusantaraPosOnline.Com-Proyek bangunan pasar rakyat, yang berada di Kecamatan Trowulan Jl Raya Trowulan, Telogo Gede, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!