godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Sabtu , Oktober 16 2021
Home / Investigasi / Proyek Kakus Jombang Berkadang, Di Desa Kauman Serat Penyimpangan
Contoh hasil pembangunan proyek kakus Jombang Berkadang, di desa Kauman.

Proyek Kakus Jombang Berkadang, Di Desa Kauman Serat Penyimpangan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pelaksanaan proyek pembangunan 25 unit Kakus atau Jamban, di desa Kauman, kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang, yang dibiayai dari program Jombang Berkadang (Berkarakter dan Berdaya Saing) dari APBD Jombang 2021 sebesar Rp 125 juta, serat penyimpangan.

Penelusuran NusantaraPosOnline.Com, pada tahun 2021 desa Kauman, mendapatkan bantuan program Jombang Berkadang sebesar Rp 125 juta, bantuan digunakan untuk pembangunan 25 unit kakus, dirumah warga setempat, yang masih belum memiliki Kakus atau jamban. Satu unit Kakus dianggarkan Rp 5 juta.

Namun pelaksanaan pembangunan 25 unit kasus Jombang Berkadang di Desa Kauman amburadul. Tembok bangunan kakus belum diplester, masih berupa pasangan batu bata, bahkan ada kakus yang mangkrak. Namun proyek sudah dinyatakan selesai. Dan hasil pekerjaan tak sebanding dengan anggaran proyek.

Ketua Tim pelaksana kegiatan (TPK) Desa Jumadi, yang juga perangkat desa setempat, ia membantah kalau proyek tersebut dikatakan mangkrak.

“Proyek MCK (Kakus) bukan mangkrak. Karena pengerjaan dilapangan sudah saya kerjakan sesuai anggaran yang saya terima (kelolah). Saya selaku pelaksana hanya menerima anggaran Rp 80 juta, dari Pak Kades (Riyanto). Dan anggaran itu sudah saya laksanakan.” Kata Jumadi. Sabtu (18/9/2021).

Jadi bangunan MCK itu bukam mangkrak, Lanjut Jumadi, memang anggaran proyek semuanya Rp 125 juta. Tapi yang diberikan Kades hanya Rp 80 juta, sedangkan sisanya Rp 45 juta, sudah dikantongi Pak kades (Riyanto) sebelum proyek dikerjakan.

“Anggaran MCK Jombang berkadang, cair bulan Mei 2021. Setelah uang Rp 80 juta saya terima MCK sudah saya kerjakan, namun diperjalanan angarannya kurang. Saya beberapa kali melaporkan ke Kades (Riyanto) dan minta agar uang Rp 45 juta yang dibawa Kades, namun tidak diberikan oleh Kades. Malah kades meminta uang lagi kesaya sebesar Rp 18 juta, dengan alasan uang klaim proyek MCK. Namun permintaan uang Rp 18 Juta tidak saya beri. Karena uang Rp 80 juta, untuk membangun 25 MCK itu saja kurang. Jadi uang dari mana saya bisa memberi Kades (Riyanto) Rp 18 juta.” Ujarnya.

Jumadi mengaku, karena permintaan uang Rp 18 juta tidak ia penuhi, lalu Kades (Riyanto) mengeluarkan surat peringatan kesaya.

“jadi saya menolak  kalau MCK itu dibilang mangkrak, karena anggaran Rp 80 juta, sudah saya kerjakan semua sesuai anggaran. Bahkan diakhir pengerjaan saya masih dimitai uang Rp 18 juta oleh Kades dengan dalih pekerjaan kena klaim, namun tidak saya beri. Saya juga tak paham hitungan klaim itu dari mana, sedangkan proyek MCK belum diperiksa inspektorat.” Ungkapnya.

Ia menegaskan, uang proyek sebelum dikerjakan Rp 45 juta, sudah dikantongi Kades. Jadi wajar kalau hasil pekerjaan tidak sempurna Karena yang digunakan untuk bangun MCK hanya Rp 80 juta, bahkan saya mau dimintai lagi uang Rp 18 juta oleh Kades. Imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Kades Kauman Riyanto, saat dikonfirmasi ia mengakui membawa uang proyek Kakus Rp 45 juta, namun uang tersebut, sudah ia pergunakan untuk membayar uang hutang bahan material Rp 13.950.000  sedangkan sisanya Rp 31.050.000 sudah dimasukan ke Kas Desa.

“Terkait adanya uang klaim Rp 18 juta, karena pekerjaan MCK tidak sesuai RAB, oleh karena itulah saya minta Jumadi, membayar klaim. Namun tidak ia bayar. Tapi masalah ini sudah selesai, ini hanya kesalah pahaman saja.” Ujarnya.

Sementara itu, menurut WR salah seorang warga setempat penerima bantuan proyek Kakus Jombang Bergadang, mengatakan saya sangat berterima kasih diberi bantuan dibangunkan MCK.

“Untuk 1 MCK anggaranya sebesar Rp 5 juta, tapi hasil pekerjaan kok seperti ini, tidak sesuai dengan anggaran. Wajar saja hasil pekerjaan MCK buruk tak sesuai RAB. Karena sebelum proyek MCK dikerjakan, uang proyek sebesar Rp 45 juta sudah dikantongi Kades. Setelah kasus ini ramai didesa, baru Kades mengembalikan uang ke kas Desa, itupun belum tentu dikembalikan ke kas desa betulan. Ini sama saja maling ketahuan, setelah ramai uang dikembalikan. Jadi saya sangat menyayangkan ulah Kades, proyek belum jalan Rp 45 juta, sudah ia serok dulu. Kami berharap hal ini diusut oleh penegak hukum.” Ujar WR. (Why)

Check Also

Belum 1 Bulan Selesai Dikerjakan Pemborong, Jalan Paving Desa Sukodadi Sudah Hancur

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek Jalan usaha tani (JUT) berupa bangunan Jalan Paving, yang berlokasi didusun Kwacang, Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!