godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Kamis , Agustus 6 2020
Home / Investigasi / Proyek Pengerukan Bantaran Sungai Brantas Dilokasi Pipa Air Dan Pipa Limbah PT CJI Ploso Tak Transparan
Proyek pengerukan bantaran sungai Brantas, nampak pipa warna hijau muda yang digunakan PT CJI Ploso menyedot air sungai Brantas. Senin (13/7/2020)

Proyek Pengerukan Bantaran Sungai Brantas Dilokasi Pipa Air Dan Pipa Limbah PT CJI Ploso Tak Transparan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek pengerukan bantaran sungai Brantas didesa Jati gedong, kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang tidak transparan.

Adapun lokasi bantaran sungai Brantas yang dilakukan pengerukan tersebut  tepat berada disekitar pipa penyedot air yang digunakan PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) Ploso menyedot air disungai Brantas ke Pabrik PT CJI. Juga berdekatan dengan pipa yang digunakan PT CJI untuk membuang limbah pabrik ke sungai Brantas.

Proyek pengerukan bantaran sungai Brantas, disekitar areal pipa penyedot air PT CJI Ploso, dan pipa pembuangan limbah PT CJI Ploso. Senin (13/7/2020)

Proyek yang berada di lahan milik negara tersebut, diduga milik PT CJI Ploso dan untuk kepentingan PT CJI Ploso, dan dalam pelaksanaan pengurukan bantaran sungai ini diduga tidak mengantongi izin rekomendasi teknis dari kantor Balai besar wilayah sungai brantas (BBWS Brantas).

Dari pantauan NusantaraPosOnline.Com dilapangan Senin (13/7/2020) saat pengerjaan pengerukan bantaran sungai berlangsung tidak ada orang dari dinas baik dari BBWS Brantas, maupun dari Perum Jasa tirta.

Dilapangan hanya terlihat tiga orang karyawan PT CJI Ploso sedang memantau pekerjaan proyek tersebut, yang diketahui bernama Isbandi Wibowo, Ihwan, dan satu orang tidak diketahui namanya. Dan satu orang operator Begho (Ekskavator).

Menurut Untung, salah seorang operator Begho (Ekskavator) mengatakan bantaran sungai Brantas yang dikeruk panjangnya sekitar 200 m dan lebar sekitar 50 meter, saya cuman pekerja sebagai operator Begho.

Nampak Karyawan PT CJI Ploso, Isbandi wibowo, Ihwan, dilokasi proyek pengerukan bantaran sungai Brantas, Ploso. Senin (13/7/2020)

“Pengerjaan sudah berjalan sekitar satu minggu. Menurut kontrak kerja kepada PT CJI Ploso selama dua minggu. Saya bekerja ikut Pak Heri. Hampir setiap tahun saya dipanggil kesini untuk mengerjakan perataan tanah ini.” Kata Untung, kepada NusantaraPosOnline.Com, dilokasi proyek. Senin (13/7/2020) siang.

Untung, menegaskan bahwa dirinya hanya bekerja, untuk masalah izin dan kontrak ia mengaku tidak tahu. “Saya cuman pekerja untuk masalah izin dan lain-lain saya tidak paham.” Imbuhnya.

Sementara itu menurut Isbandi wibowo, karyawan PT CJI Ploso, saat dikonfirmasi, ia mengaku bahwa proyek pengerukan tersebut bukan proyek milik PT CJI Ploso. “Ini proyek perum Jasa tirta, kediri jadi kami tidak tahu.” Ucap Isbandi wibowo, dilokasi proyek. Senin (13/7/2020) siang.

Nampak pipa yang digunakan PT CJI Ploso untuk membuang limbah ke sungai Brantas. Senin (13/7/2020)

Saat disinggung lalu kenapa tiga karyawan PT CJI Ploso, mengawasi proyek tersebut ? “Proyek ini bukan milik PT CJI Ploso, kami bertiga cuman memantau saja, karena PT CJI Ploso  mengunakan (menyedot) air sungai Brantas. Air tersebut beli ke pihak Perum Jasa Tirta Kediri. PT CJI Ploso dalam satu jam membutuhkan air 1000 M2 (1000 M2). Jadi kalikan saja jika per jam 1000 M2 dikalikan sehari 8 jam, dan dikalikan 1 bulan (30 hari) atau dikalikan 1 tahun kan banyak air yang digunakan.” Ucap Isbandi wibowo.

Lalu berapa harga pembelian air sungai Brantas, per M2, dan apa kegunaan proyek pengerukan bantaran sungai Brantas, ini ? “Kalau masalah harga per M2 atau harga pembelian air PT CJI Ploso kepada Perum Jasa Tirta Kediri, tanyakan saja ke pihak dalam pabrik (PT CJI Ploso).” Kata dia.

Untuk masalah kegunaan proyek pengerukan bantaran sungai Brantas ini, Isbandi wibowo, tidak memberi penjelasan.

Nampak alat berat (Begho) sedang melakukan pengerukan bantaran sungai Brantas. Senin (13/7/2020)

Sedangkan menurut Ihwan, juga kayawan PT CJI Ploso, mereka bertiga cuman memantau saja. “Untuk pengerukan ini dilakukan setiap tahun.” Kata Ihwan, singkat, dilokasi proyek. Senin (13/7/2020).

Untuk diketahui, bantaran sungai Brantas kewenangan pengolaan dan pengawasan ada pada kantor BBWS Brantas, jadi setiap ada instansi lain yang melakukan aktifitas proyek dilokasi tersebut harus mengantongi izin rekomendasi teknis dari BBWS Brantas. (Rin/Why)

Check Also

Peleburan Limbah VCB Elektronik, Kembali Dikeluhkan Warga Desa Budug Sidorejo

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Warga desa Budug Sidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa timur, belakangan ini kembali mengeluhkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!