Hukrim  

Rugikan Negara Rp100 Miliar, Kejati Sumsel Imbau Tersangka Eks Dirut PT SBS Kooperatif

Kasi Penkum Kejati Sumsel Vanny Yulia Eka Sari SH MH

PALEMBANG-Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejari) Sumsel, telah mengirimkan surat panggilan pertama kepada Tjahyono Imawan eks Dirut PT Satria Bahana Sarana (SBS) sebagai tersangka korupsi akuisisi saham senilai Rp100 miliar.

Untuk diketahui, Tjahyono Imawan merupakan satu dari tiga tersangka korupsi yang ditetapkan oleh Kejati Sumsel, yang berhalangan hadir alias mangkir saat penetapan tersangka pada Rabu 21 Juni 2023 kemarin.

“Benar yang bersangkutan telah kita kirimkan surat pemanggilan yang pertama, setelah sebelumnya tidak hadir dalam penetapan tersangka pada Rabu malam kemarin,” ungkap Kasi Penkum Kejati Sumsel Vanny Yulia Eka Sari SH MH, dikonfirmasi Kamis 22 Juni 2023.

Dengan telah dilayangkannya surat pemanggilan pertama tersebut, Vanny berharap agar tersangka Tjahyono Imawan dapat kooperatif untuk memenuhi panggilan penyidik Kejati Sumsel sebagai tersangka.

Karena, kata Vanny apabila tersangka Tjahyono Imawan tidak kooperatif maka tidak menutup kemungkinan akan ada sangsi hukum seperti upaya jemput paksa.

Diakui Vanny, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari pihak tersangka Tjahyono Imawan terhadap surat panggilan pertama.

Dikatakan Vanny, apabila surat pemanggilan pertama yang bersangkutan belum datang juga, maka akan ada upaya pemanggilan kedua dan seterusnya hingga upaya hukum jemput paksa.

“Namun sekali lagi, kami masih berharap agar yang bersangkutan dapat kooperatif agar mempermudah proses penyidikan perkara ini,” ujarnya.

Vanny juga membeberkan, meski telah ada tersangka dalam penyidikan perkara ini, penyidik Pidsus Kejati Sumsel masih mendalami alat bukti serta materi perkara.

Mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Palembang ini tidak menampik serangkaian penyidikan akan terus dikembangkan oleh penyidik Pidsus Kejati Sumsel.

Saat disinggung, mengenai dalam pengembangan penyidikan perkara ini bertujuan untuk membidik tersangka baru.

Vanny menjawab lugas, tidak menutup kemungkinan dalam perkembangan penyidikannya bakal ada tersangka baru dalam perkara ini.

“Namun, masih melihat perkembangan penyidikannya nanti seperti apa, yang pasti akan diinformasikan lebih lanjut jika ada perkembangannya,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Sumsel resmi menahan dua dari tiga tersangka bernama Anung D Prasetya mantan Direktur Usaha PT Bukit Asam Tbk dan Syaiful Islam ketua tim akuisisi Penambangan PT Bukit Asam Tbk.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi akusisi BUMN PT Bukit Asam Tbk terhadap PT SBS melalui anak perusahaan PT Bukit Asam Investama (BMI) senilai Rp100 miliar.

Adapun modus yang dilakukan para tersangka ini yaitu para tersangka ikut bertanggung jawab dalam proses akuisisi saham PT Bukit Asam Tbk terhadap PT Satria Bahana Sarana (SBS).

Namun dalam perjalanannya proses pengakuisisian saham PT SBS ternyata dalam keadaan sakit dan tidak layak diakuisisi.

Selain itu, dalam prosesnya juga telah menyalahi aturan tentang pengakuisisian saham perusahaan, karena tidak adanya perusahaan pembanding selain PT SBS.

Para tersangkapun sebagaimana perbuatannya, dijerat dengan Primer Pasal 2 ayat (1) atau Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!