godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Sabtu , September 25 2021
Home / Pemerintah / Sedekah Desa, Pemdes Mojongapit Gelar Pengajian Dan Potensi Desa Kampung Jamu
Wabub Jombang, Sumrambah (Pakai Kaos Biru) dan Kades Mojongapit Iskandar (pakai masker merah) menunjukan jamu tradisional dalam kemasan botol, produk Dusun Weru. Sabtu (26/12/2020)

Sedekah Desa, Pemdes Mojongapit Gelar Pengajian Dan Potensi Desa Kampung Jamu

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Dalam rangka sedekah desa,Pemerintah desa (Pemdes) Mojongapit, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa timur. Sabtu (26/12/2020), mengelar acara pengajian umum dan menggelar acara potensi desa dengan menampilkan produk jamu tanpa bahan pengawet, yang diproduksi dari kampung jamu Dusun Weru, desa Mojongapit.

Acara yang dipusatkan di Dusun Weru tersebut, dimulai sejak pukul 10.00 WIB pagi, dihadiri Wakil bupati Jombang, Sumrambah, perwakilan dari Dinas kesehatan Jombang, Forkopimcam Jombang, dan pihak terkait lainnya.

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, dalam sambutanya ia menyampaikan, dukungan kepada Pemdes Mojongapit, untuk memberikan pelebelan Dusun Weru, Desa Mojongapit sebagai kampung Jamu.

Wabub Jombang, Sumrambah, pejabat Forkopimcam Jombang, Kades Mojongapit Iskandar Arif, Mantan Kades Mojongapit, Andik. Bersama-sama mencicipi (meminum) jamu, produk Dusun Weru. Sambtu (26/12/2020)

“Saya mendukung usaha keras Pemdes Mojongapit, untuk mengangkat potensi masyarakat, yang ada di Dusun Weru, dengan ciri khas jamu tradisional. Agar potensi ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas dan jamu yang diproduksi warga bisa masuk pasaran luas. Hal ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.” Tutur Sumrambah.

Sumrambah juga menyampaikan, sebagai bukti dukungan ia (Wabub) untuk mengangkat potensi masyarakat yaitu usaha Jamu tradisional di Dusun Weru, pada tahun 2021 nanti Wabub akan mengucurkan Bantuan Keuangan desa (BKDesa) untuk mendukung usaha Jamu tradisional di Dusun Weru. “Bantuan BKDesa 2021 tersebut, bertujuan, agar usaha jamu tradisional ini, bisa berkembang lebih pesat lagi.” Kata Sumrambah.

Hadir diacara tersebut Wabub Sumrambah, juga mencicipi (meminum) jamu tradisional yang diproduksi warga Dusun Weru.

Kepala desa (Kades) Mojongapit, Moch Iskandar Arif, dalam sambutanya ia mengatakan, bahwa acara sedekah desa ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur, Pemdes Mojongapit, dan warga setempat, atas rahmat dan nikmat Allah SWT, atau tuhan yang maha esa, yang diberikan kepada kita semua.

Suasana sedekah desa dan gelar potensi desa Mojongapit. Sabtu (26/12/2020)

“Oleh karena itu sedekah desa hari ini kita mengelar pengajian umum sebagai siraman rohani, dan doa bersama, meminta kepada Allah SWT, atau tuhan yang maha esa, agar warga desa Mojongapit, diberi kesehatan, keselamatan, guyup rukun, dan diberi kesejahteraan.” Kata Iskandar, yang diamini oleh warga yang hadir, dalam kegiatan itu.

Iskandar, menyampaikan disamping mengelar pengajian umum, acara sedekah desa ini juga dirangkai dengan kegiatan gelar pontensi desa, yaitu berupa produk jamu tanpa bahan pengawet. Untuk mengangkat potensi yang dimiliki bisa lebih maju lagi, dan dikenal banyak kalangan.

“Di Dusun Weru, desa Mojongapit, ini bernaung sekitar 30 sampai 40 orang warganya, yang menggantungkan hidup dari membuka usaha pembuatan jamu tradisional. Oleh karena itulah Pemdes Mojongapit, mencanangkan dusun Weru menjadi sebuah kampung Jamu tradisional untuk mengangkat potensi masyarakatnya. Demi kemakmuran warga.” Tutur kades Mojongapit.

Iskandar, menjelaskan sebelum mengenal obat-obatan farmasi, masyarakat jawa mengenal ramuan jamu untuk menyembuhkan penyakit maupun menjaga kesehatan. Salah satu warisan leluhur itu masih dipelihara di Dusun Weru.

Suasana sedekah desa dan gelar potensi desa Mojongapit. Sabtu (26/12/2020)

“Jadi kalau berkunjung ke Kabupaten Jombang, jangan lupa mampir membeli jamu produksi warga Dusun Weru. Dusun weru, desa Mojongapit ini merupakan salah satu dari ratusan desa yang ada di Jombang. Banyak warganya sebagai pembuat, sekaligus penjual jamu tradisional.” ujarnya.

Sementara itu menurut Yoyok, perwakilan warga dusun Weru, yang berprofesi sebagai pembuat dan penjual jamu, ia mengatakan bahwa, Tidak diketahui pasti kapan status Kampung jamu tersandang. Namun di Dusun Weru ini diketahui warganya sebagai pembuat jamu hebat yang telah bertahun tahun lamanya. “Di Dusun Weru ini ada sekitar 40 warga yang berprofesi sebagai pembuat dan penjual jamu. Hal ini sudah semacam warisan turun temurun. Saya sendiri mewarisi keahlian membuat jamu dari orang tua saya. Jamu tradisional yang diproduksi warga Dusun Weru, dikenal dengan rasanya yang segar dan berkualitas.” Kata Yoyok.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam membuat jamu warga mengunakan bahan pilihan alami serta pembuatannya yang tradisional, dan dijamin tanpa bahan pengawet, membuat kualitas jamu produksi warga Dusun Weru, tak diragukan lagi.

Suasana sedekah desa dan gelar potensi desa Mojongapit. Sabtu (26/12/2020)

“Usaha pembuatan jamu tradisional ini, yang telah bertahan setengah abad lamanya. Awalnya, para penjual jamu di Dusun Weru ini memasarkan jamunya dengan cara gendong, kemudian beralih naik sepeda. Meskipun jumlahnya banyak, tetapi mereka telah memiliki pelanggan sendiri-sendiri. Dan kini mulai dipasarkan dikantor-kantor dengan kemasan botol, dan kami berharap nantinya agar produksi jamu dari Dusun Weru, ini bisa masuk supermarket-supermarket.” Ujar Yoyok.

Yoyok juga menyampaikan, bahwa para perajin berharap, mendapatkan perhatian dari Pemkab Jombang melalui permudahan izin usaha, bantuan peralatan produksi dan penyediaan bahan rempah dengan harga murah.

Selain pengajian, dan gelar potensi desa, juga diadakan pula senam masal pada Sabtu pagi sebelum 07.00 WIB.

Acara tersebut berlangsung cukup sederhana, dan meriah, serta menerapkan prorotokol kesehatan, orang yang hadir diwajibkan pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. (Ris/Snt)

Check Also

Petani Tembakau Di Jombang Dapat Bantuan Alsintan Dari DBHCHT

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pemerintah Kabupaten Jombang Jawa timur, memberikan berbagai macam alat mesin pertanian (Alsintan) kepada petani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!