godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Desember 5 2021
Home / Hukrim / Sodomi 14 Anak Di Musalah, Guru Ngaji Di Padang Diringkus Polisi
Guru ngaki MEM (59) terduga pelaku pencabulan terhadap 14 orang anak, saat ditangkap Unit PPA Satreskrim Polresta Padang. (foto : dok Polresta Padang)

Sodomi 14 Anak Di Musalah, Guru Ngaji Di Padang Diringkus Polisi

PADANG, NusantaraPosOnline.Com-Seorang oknum guru ngaji MEM (59) warga Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera barat, ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Padang pada. Ia ditangkap karena diduga mencabuli 14 orang anak.

Sebelum ditangkap Polisi, MEM yang sehari-harinya sebagai guru mengaji ini, terlebih dahulu ditangkap oleh warga dan orang tua anak yang menjadi korban dugan pencabulan.

Kasat Reakrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, memebenarkan pihaknya telah menerima laporan kasus dugaan pencabulan. “Terlapor adalah MEM panggilan E dilaporkan oleh orang tua tiga anak yang menjadi korban, berinisial BA (11), APN (8), dan RPR (9),” Kata Rico, Ahad (21/11).

Menurut Rico, untuk sementara jumlah anak yang dicabuli pelaku MEM mencapai 14 anak. Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga korban melaporkan melalui perangkat desa RT dan kemudian diteruskan ke Polresta Padang.

Atas laporan tersebut, pihak Polresta Padang bergerak mencari pelaku. “Pelaku MEM diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Padang pada Jumat (19/11) lalu, sekira pukul 18.00 WIB. Korbannya ada 14 orang anak berdasarkan keterangan sementara yang telah kami himpun selama ini. Para korban diduga disodomi, karena korbannya laki-laki,” terang Rico.

Rico menjelaskan, bahwa pihaknya sudah melakukan visum et repertum terhadap korban dan dimintai keterangan. Sedangkan pelaku MEM juga telah mengakui perbuatannya kepada orang tua korban, dan mengaku membujuk korban di musala.

Rico menyebutkan, pelaku MEM melakukan aksinya di dalam sebuah kamar yang ada di musala, dengan modus meminjami HP kepada korban. Ketika korban tengah asyik bermain HP, MEM melancarkan aksinya.

“Diberikan HP kepada anak-anak itu agar mau bermain dalam kamar musalla, sejurus kemudian pelaku melancarkan aksi cabulnya.” lanjut Rico.

Terduga pelaku, tutur Rico, melecehkan anak-anak sebagai korban dengan berbuat asusila lainnya. Namun perbuatan pelaku MEM akhirnya terungkap ketika keluarga korban tidak terima anaknya dilecehkan atau dicabuli oleh MEM.

Pihak keluarga korban bersama masyarakat setempat akhirnya langsung mengamankan terduga pelaku terlebih dahulu, sehingga sempat terjadi keributan. Lalu keluarga korban dan warga membawa pelaku ke Ketua RT setempat.

“Terungkapnya kasus ini karena adanya ribut-ribut. Ternyata ada orangtua korban tidak terima anaknya dicabuli,” tambahnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, Kompol Rico menduga tindak pidana perbuatan cabul yang dilakukan MEM sejak Oktober 2021 lalu. Korban oknum guru ngaji ini bahkan sudah mencapai belasan anak di bawah umur.

Atas perbuatannya, MEM dijerat Pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 76E Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang Perlindungan Anak. Dengan ancamannya hukuman 15 tahun penjara. (Jun)

Check Also

Demo Ormas Pemuda Pancasila Di Gedung DPR Berakhir Ricuh, 21 Orang Diamankan Polisi

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) di depan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!