godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Juni 22 2021
Home / Nasional / TWK Pegawai KPK, Ada Yang Ditanya Soal Menikah, Hinga Mau Tidak Jadi Istri Kedua
Konferensi pers pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, terkait kabar 75 pegawai KPK yang tak lulus Tes wasan kebangsaan (TWK). Rabu (5/5/2021).

TWK Pegawai KPK, Ada Yang Ditanya Soal Menikah, Hinga Mau Tidak Jadi Istri Kedua

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Seorang pegawai KPK yang ikut Tes wasan kebangsaan (TWK) diduga mendapat perlakuan yang tidak pantasa dari pewawancara, karena diduga mendapat pertanyaan yang tidak pantas dan tidak sopan diajukan kepada pegawai KPK untuk mengukur wawasan kebangsaan.

Seorang sumber yang ikut tes menuturkan, rekannya mendapat pertanyaan tidak sopan dari pewawancara. “Pewawancara mulanya bertanya kehidupan pribadi, kenapa belum menikah terus ditanya mau tidak menjadi istri keduanya,” kata sumber ini menceritakan ulang pengalaman rekannya pada Kamis (7/5/2021). “Si pewawancara memang bilang cuman bercanda.”

Pertanyaan pribadi seperti itu, hanya satu cerita dari rangkaian wawancara dalam TWK alih status pegawai di KPK menjadi ASN. Sumber lain mengatakan, beberapa rekannya bahkan ada yang diminta membaca syahadat sampai doa qunut. Ada juga yang ditanya organisasi Islam apa yang diikuti.

Tes wawancara merupakan tahap kedua dari rangkaian TWK yang digelar di Gedung Badan Kepegawaian Negara (BKN), Cawang, Jakarta Timur. Sebelumnya, para pegawai menjalani tes mengisi modul berjudul indeks moderasi bernegara.

Dalam modul ini, pegawai diminta menjawab 60-an lebih pertanyaan dengan jawaban mulai dari sangat sesuai sampai sangat tidak sesuai. Beberapa pertanyaan yang muncul dalam modul ini misalnya, semua orang Jepang jahat, penista agama harus dihukum mati, sampai soal menjalankan perintah agama tanpa paksaan.

Sebelumnya, sebanyak 75 pegawai KPK tak lolos dalam TWK ini. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengatakan tak berwenang menentukan nasib 75 pegawai yang tak lulus. “Status mereka saat ini pegawai di KPK. Belum jadi ASN. Jadi kewenangannya masih di KPK,” kata Ketua BKN Bima Haria Wibisana Kamis (6/5/2021). 

Tes alih status pegawai KPK menjadi ASN memang dikritik banyak pegiat antikorupsi karena banyak soal yang terkesan mengada-ada. Sejumlah materi pertanyaannya dianggap tidak relevan.

Salah seorang peserta ujian mendapatkan pertanyaan mengenai kondisi pribadinya. “Ada yang ditanya kenapa belum nikah. Masih ada hasrat apa nggak. Ditanya mau jadi istri kedua saya nggak,”

Kejanggalan itu sempat dimunculkan mantan juru bicara KPK Febri Diansyah. Dia tak habis pikir hal ini ditanyakan dalam tes alih status pegawai KPK. “Apakah pertanyaan ini pantas dan tepat diajukan kepada pegawai KPK untuk mengukur wawasan kebangsaan?” kata Febri dalam cuitannya di Twitter. (Bd)

Check Also

Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 5 Petinggi Perusahaan

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!