godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Sabtu , Oktober 16 2021
Home / Hukrim / 22 Kali Beraksi, Spesialis Pembobol Sekolah Di Jombang Dihadiahi Timah Panas
Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho, menunjukan barang bukti terkait pembobolan puluhan sekolah SD hingga SMP di Jombang. Saat konferensi pers di Halaman Mapolres setempat. Kamis (16/9/2021).

22 Kali Beraksi, Spesialis Pembobol Sekolah Di Jombang Dihadiahi Timah Panas

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Aksi Moch Jinar Ridwan (37) seorang pelaku pencurian yang mengkhususkan diri spesialis pembobolan puluhan Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menegah Pertama (SMP)  di wilayah Kabupaten Jombang ini berakhir di aksinya yang ke-22 kali.

Moch Jinar Ridwan, diketahui adalah warga Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Jombang. Pelaku dibekuk Resmob Satreskrim Polres Jombang saat berada di rumahnya. Dalam penangkapan polisi terpaksa memberi hadiah timah panas menembak kaki kanannya karena Ridwan berusaha kabur saat hendak ditangkap.

“Tersangka melakukan kejahatannya di 22 TKP di Jombang dengan sasaran SD dan SMP,” kata Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho, dalam konferensi pers di Halaman Mapolres Jombang, Kamis (16/9/2021).

Aksi kejahatan puluhan kali di sekolah tersebut dilakukan kurun waktu Januari hingga September 2021. Terakhir, pelaku melakukan aksi pencurian dengan pemberatan (Curat) di SDN Podoroto, Kecamatan Kesamben, Jombang, Senin (13/9/2021) lalu.

Moch Jinar Ridwan (tengah) pelaku pembobolan puluhan sekolah SD hingga SMP di Jombang. Yang berhasil ditangkap Polres Jombang.

Pada saat melakukan aksinya, Pelaku berhasil mencuri sejumlah perangkat elektronik di dalam sekolah tersebut. Di antaranya Hardisk, Proyektor, Laptop dengan total kerugian Rp30 juta lebih.

Lanjut Kapolres, Tersangka melakukan aksinya sendirian dengan menggunakan sepeda motor, lalu barang-barangnya dimasukkan ke dalam karung yang telah disiapkan dan hasil barang curian tersebut dijual ke sejumlah penadah diberbagai wilayah di antaranya di Jombang dan Surabaya.

“Uang daril penjualan barang hasil kejahattan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup  sehari-hari,” jelasnya.

Modus operandinya yakni tersangka mencari sasaran dengan cara memperhatikan gembok pada pintu gerbang sekolah yang pada posisi gembok berada di luar pagar.

Setelah dipastikan tidak ada orang di dalam lingkungan sekolahan, kemudian tersangka masuk dengan cara merusak gembok pada pintu masuk yang lain lalu mencongkel jendela dan masuk ruangan untuk mengambil barang berharga.

Dalam melancarkan aksinya, dilakukan tersangka pada waktu malam hari pada saat kondisi sekolahan sepi.

Sejumlah BB yang diamankan Polres Jombang

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan menambahkan, pelaku adalah spesialis pembobol sekolah yang memanfaatkan kondisi sekolah dalam keadaan sepi lantaran tidak ada kegiatan belajar mengajar di masa pandemi COVID-19.

“Tersangka ini asalnya dari Malang kemudian menikah dengan orang Jombang. Awalnya jualan pentol (cireng), karena pandemi sepi pembeli, sehingga melakukan pencurian. Setiap satu minggu sekali dia melakukan pencurian di sekolah,” katanya.

Adapun barang bukti yang disita polisi di antaranya 1 unit ampli, 3 unit proyektor, 2 buah printer, 3 buah speaker aktif, 1 buah hardisk, 1 buah anak obeng, 1 buah kubut, 1 unit sepeda motor honda vario tanpa pelat nomor dan 2 buah karung.

“Atas perbuatannya, Tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) Ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (Why)

Check Also

Langgar PPKM, Wali Kota Malang Cuman Didenda Rp 25 Juta Usai Vidionya Viral Dimetsos

MALANG, NusantaraPosOnline.Com-Setelah dilaporkan ke Polres Malang oleh warga Malang yang tergabungdalam Jaringan Aliansi Aktivis Malang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!