JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Nasib apes menimpa seorang remaja Zidan Alghifari (18), warga Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa timur, ia beniat mencari pekerjaan. Bukannya berhasil mendapatkan pekerjaan, ia justru menjadi korban penipuan, sepeda motor miliknya dibawa kabur oleh seorang pria yang menawarkan pekerjaan sebagai kernet truk.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah warung kopi di bawah Flyover Kecamatan Peterongan, Jombang.
Kejadian berawal korban mencari informasi lowongan pekerjaan melalui media sosial Facebook. Setelah meninggalkan komentar pada salah satu unggahannya. Kemudian ia dihubungi akun bernama Alga Prakoso yang menawarkan pekerjaan sebagai kernet truk.
Komunikasi kemudian berlanjut melalui aplikasi WhatsApp. Pelaku mengaku dapat langsung memasukkan korban bekerja hanya dengan syarat membawa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP). Dan keduanya sepakat untuk bertemu langsung.
“Dia bilang besok sudah bisa ikut kerja. Katanya cukup bawa fotokopi KTP dan sekali berangkat bisa mendapat bayaran Rp 250 ribu.” ujar Zidan, Jumat (3/7/2026).
Sebelum bertemu, lokasi pertemuan beberapa kali berubah, mulai dari Terminal Jombang hingga Jogoroto. Keduanya akhirnya sepakat bertemu di sebuah warung kopi di bawah Flyover Peterongan, Kecamatan Peterongan, Rabu (1/7/2026) malam.
Korban kemudian datang ke tempat yang telah disepakati dengan membawa sepeda motor Suzuki Nex berwarna oranye. Korban datang bersama seorang rekannya yang juga tertarik dengan tawaran pekerjaan tersebut.
Setibanya di lokasi, pelaku sempat berbincang sambil menjelaskan pekerjaan yang ditawarkan. Namun, korban mulai merasa curiga karena pelaku terus berubah-ubah saat menjelaskan identitas dan alamat tempat tinggalnya.
“Kalau ditanya rumahnya selalu beda-beda. Pernah mengaku orang Peterongan, lalu tinggal di Jogoroto bersama istrinya. Bahkan ke pemilik warung mengaku berasal dari Pare,” katanya.
Aksi penipuan itu terjadi saat korban meninggalkan warung untuk membeli makanan. Ketika kembali, pelaku berpura-pura menerima panggilan telepon dan mengaku hendak menjemput rekannya yang berada di dekat truk.
Untuk meyakinkan korban, pelaku sengaja meninggalkan sebuah tas di warung sebelum meminjam sepeda motor milik Zidan.
“Teman saya sempat bilang mungkin aman karena tasnya ditinggal. Saya akhirnya percaya dan memberikan kunci motor,” ujarnya.
Namun nahas, setelah membawa motor korban, pelaku justru tidak kembali lagi ke lokasi. Upaya menghubungi nomor telepon maupun WhatsApp pelaku tidak mendapat respons. Korban semakin yakin dirinya telah menjadi korban penipuan setelah memeriksa tas yang ditinggalkan dan mendapati isinya ternyata kosong.
“Saat tas dibuka ternyata tidak ada isinya. Baru saat itu saya sadar kalau saya sudah ditipu,” ungkapnya.
Korban kemudian didampingi pemilik warung mendatangi kantor polisi untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, sayangnya laporan belum dapat diproses karena masih terdapat sejumlah dokumen yang harus dilengkapi.
Kepada petugas, korban juga menyampaikan ciri-ciri pelaku, yakni mengenakan topi dan hoodie, memiliki tato di kaki, bekas tindik di telinga, gigi depan bagian tengah berlubang, serta berbicara dengan tempo cepat. Korban juga sempat mengambil foto pelaku meski hasilnya kurang jelas.
Hingga kini, korban masih melengkapi persyaratan administrasi untuk membuat laporan resmi agar kasus dugaan penipuan tersebut dapat ditindaklanjuti pihak kepolisian.
Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian berupa satu unit sepeda motor yang dibawa kabur pelaku. Tak hanya itu korban juga terpaksa pulang ke rumahnya di Kecamatan Ploso menggunakan ojek online setelah meminjam uang Rp 50 ribu dari rekannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama terhadap orang yang baru dikenal. ***
Pewarta : WAHYU










