godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , Juli 15 2020
Home / Investigasi / Anggaran Rp 17,199 Milyar Proyek Terminal Kediri Rawan Dikorupsi
PERLU DIAWASI : Kantor terminal tipe A Tamanan, Kediri sebelum dibongkar, yang nantinya akan diganti bangunan baru. Minggu (21/6/2020)

Anggaran Rp 17,199 Milyar Proyek Terminal Kediri Rawan Dikorupsi

KEDIRI-Dalam penilaian Lsm Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak) Jawa timur terhadap proyek yang dilelang Kementrian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) yang dilokasikan untuk pembangunan terminal penumpangan tipe A Tamanan Kediri, Jawa timur rawan dikorupsi.

Koordinator Lsm Arak, Safri Nawawi, mengatakan dari catatan kami sejak tahun 2016 – 2020 Kemenhub RI sudah mengalokasikan APBN sebesar Rp 17.199.777.691 untuk membangun terminal penumpang Tamanan kota Kediri. Pos anggaran tesebut dianggarkan melalui Ditjen Perhubungan Darat (Ditjen Phb Darat), dan realisasi anggaran tersebut rawan dikorupsi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, anggaran tersebut terdiri dari 5 paket proyek, yakni  Pertama  Penyusunan Masterplan dan DED Terminal tahun 2016 sebesar Rp 500 juta; Kedua : Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup tahun 2016 sebesar Rp 900 juta; Ketiga : Penyusunan Dokumen Amdal tahun 2016 sebesar Rp 500 juta.

“Jadi untuk penyusunan DED, dokumen lingkungan hidup, dan dukumen AMDAL tahun 2016 sudah menghabiskan APBN 2016 Rp 1,9 milyar. Anggaran tersebut terlalu tinggi, kuat dugaan ada mak-up anggaran.” Kata Safri.

SEPI AKTIFITAS : Terminal tipe A Tamanan, Kediri yang terlihat sepi dari bus yang keluar masuk terminal. Minggu (21/6/2020)

Selanjutnya pada APBN 2020 Kemenhub kembali menganggarkan lagi sebesar Rp 14.999.777.691 untuk 2 paket proyek yaitu berupa proyek fisik peningkatan / Revitalisasi terminal lelang dimenangkan PT. Aura sinar baru dari Gayungan Surabaya; dan paket pekerjaan Supervisi/pengawasan dimenangkan oleh CV.Reskindo wasa, dari Mojokerto.

“Dari penelusuran kami pada LPSE Kemenhub RI, penandatangan kontrak pekerjaan fisik dan Supervisi dilakukan pada petengahan Juni 2020. Artinya proyek peningkatan / Revitalisasi terminal tipe A Kota Kediri, akan segera dilaksanakan. Jadi kami mengajak kepada masyarakat agar sama-sama melakukan pengawasan pelaksanaan proyek pembangunan terminal Kota Kediri, yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Agar pelaksanaan pembangunan tersebut tidak menjadi lahan korupsi.” Ujar Safri.

Safri menyebutkan proyek pembangunan atau peningkatan / Revitalisasi terminal yang mengunakan APBN 2020 Rp 14.999.777.691 sangat rawan dikorupsi.

“Kita belajar dari proyek terminal A yang dibangun Kemenhub RI banyak yang bermasalah, misalnya proyek terminal tipe A Jl Mahir Mahar, Palangkaraya, terminal Mangkang Semarang, terminal tipe A Malang, yang terindikasi korupsi. Tak hanya terindikasi korupsi, tapi terminal tersebut juga mangkrak.”  Ucap Safri.

Safri juga menyebutkan proyek pembangunan terminal tipe A kota Kediri yang didanai APBN 2020 Rp 14.999.777.691, dari informasi yang kami dapatkan nantinya pembangunan fisik dilapangan meliputi pembangunan kantor terminal, tempat menurunkan dan menaikan penumpang, dan pembangunan kios diterminal.

“Anggaran tesebut cukup besar jadi kalau digunakan untuk membangun kantor terminal, tempat menurunkan dan menaikan penumpang, dan pembangunan kios diterminal pasti jadi bangunan megah. Jadi ini tugas kita selaku masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan proyek  tersebut yang didanai dari uang pajak yang dikumpulkan dari masyarakat. Kita tentunya tidak ingin proyek terminal Kota Kediri ini bernasib seperti terminal Mangkang, terminal di JL mahir mahar Palangkaraya.” Tegas Safri.

Kita ingin uang pajak yang kita bayar kepada negara bebar-benar digunakan tepat sasaran dan untuk kemakmuran rakyat.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi Kepala terminal penumpang tipye A Kediri, Bambang, ia membenarkan bahwa tahun 2020 ini terminal tipe A kota Kediri akan dibangun. Namun ia belum mengetahui secara pasti waktu pelaksanaan pembangunan fisik dilaksanakan.

“Sekitar 2 minggu yang lalu sudah ada yang datang kesini (keterminal) sudah diukur-ukur,  mungkin sebentar lagi pekerjaan fisik akan segera dilaksanakan. Yang menangani proyek ini dari langsung dari pusat (Kemenhub) melalui Satker Balai pengelola transportasi darat Wilayah XI Jatim.” Kata Bambang. Minggu. (21/6/2020) siang.

Ia menjelaskan, pekerjaan fisik dilapangan meliputi pertama pembangunan gedung kantor terminal, tempat menaikan dan menurunkan penumpang, kios terminal, dan kios lesehan. “Nanti pengerjaan yang akan didahulukan yaitu pengerjaan gedung kantor terminal.” Ujarnya.

Dari pantauan dilapangan pada Minggu 21 Juni 2020 terminal tipe A Tamanan, Kediri, ini terlihat sepi bus yang keluar masuk terminal. (Rin/Why)

Check Also

Peleburan Limbah VCB Elektronik, Kembali Dikeluhkan Warga Desa Budug Sidorejo

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Warga desa Budug Sidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa timur, belakangan ini kembali mengeluhkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!