godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Oktober 24 2021
Home / Investigasi / Astaga, Kantongi Uang Proyek Kakus Jombang Berkadang, Kades Di Jombang Dipolisikan
Salah satu contoh proyek kakus Jombang Berkadang, di desa Kauman yang serat masalah.

Astaga, Kantongi Uang Proyek Kakus Jombang Berkadang, Kades Di Jombang Dipolisikan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kepala Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Riyanto, dilaporkan ke Polres Jombang, Mad Iskak, warga kabupaten Nganjuk. Terkait kasus dugaan penyelewengan anggaran proyek kakus atau jamban dari program Jombang Berkadang (Berdaya saing dan berkarakter) dari APBD Jombang tahun 2021.

Kaur perencanaan (Mataulu) Pemerintah Desa Kauman, Jumadi, membenarkan hal tersebut, ia mengatakan memang benar Kades Kauman Riyanto, dilaporkan kepolres Jombang. Laporannya melalui surat laporan Dumas yang dilayangkan oleh Iskak (Mad Iskak) warga Kabupaten Nganjuk.

Laporan tersebut terkait dugaan penyelewengan pembangunn 25 unit MCK (Kakus) yang dibiayai dari program Jombang Bergadang dari APBD Jombang 2021. Dan terkait kasus pembangunan saluran irigasi tersier yang dibiyai dari APBN 2021.

“Saya (Jumadi) pada hari Selasa 3 Agustus 2021 lalu sudah dipanggil penyidik Polres Jombang untuk dimintai keterangan. Selain itu mantan Bendahara desa Jai (sekarang menjabat Kasun), Kades Kauman Riyanto, juga sudah dipanggil oleh polisi.” Kata Jumadi, Kepada NusantaraPosOnline.Com. Senin (20/9/2021).

Jumadi menceritakan, kasus ini berawal pada Mei 2021 lalu, desa Kauman mendapat bantuan program  Jombang Bergadang sebesar Rp 125 juta. Bantuan ini sejatinya untuk pembangunan 25 unit MCK (Kakus / Jamban). Dalam pelaksanaan proyek ia (Jumadi) selaku pelaksana kegiatan.

Proyek saluran irigasi tersier di desa Kauman, yang dibiyai dari APBN 2021

“Uang Rp 125 juta itu dicairkan bendahara desa pada Mei 2021 berketepatan pada awal puasa. Namun, saat pencairan uang tersebut langsung dipotong Rp 45 juta oleh Kades. Dengan alasan ketimbang terakhir saya gak uman (kebagian) lebih baik saya amankan dulu. Jadi uang proyek yang saya terima hanya tinggal Rp 80 juta. Sedangkan yang Rp 45 juta dikantongi Kades.” Kata Jumadi

Jumadi mengaku, setelah terima uang Rp 80 juta, proyek MCK langsung ia kerjakan, namun ditengah perjalanan dana Rp 80 juta tersebut kurang untuk mengerjakan 25 unit MCK.

“Lalu saya melaporkan dan meminta Kades Riyanto, untuk memberikan uang Rp 45 juta itu kesaya, untuk melanjutkan pengerjaan MCK. Tapi Kades tidak mau. Hal ini mengakibatkan hasil pengerjaan 25 MCK menjadi kurang sempurna.” Ujarnya.

Yang lebih parah lagi, kata Jumadi, setelah mengantongi uang Rp 45 juta, dan proyek selesai ia kerjakan, Kades masih meminta uang lagi sebesar Rp 18 juta kepada Jumadi.

“Jadi uang Rp 45 juta tetap dibawa Kades, hingga selesai pengerjaan. Yang lebih parah lagi setelah selesai saya kerjakan, Kades justru meminta uang lagi kesaya sebesar Rp 18 juta. Kades berdalih pekerjaan MCK tersebut tidak sesuai RAB oleh karena itu saya diminta membayar klaim Rp 18 juta. Dan saya ditagih terus oleh kades. Padahal uang Rp 80 juta, untuk membiayai proyek 25 MCK tidak cukup, malah saya mau dimintai uang lagi Rp 18 juta. Karena tak ada uang lagi permintaan Kades tidak saya beri.” Ujarnya.

Selanjutnya tahun 2021 ‘Poktan Kauman’ desa Kauman mendapatkan bantuan pembangunan saluran irigasi tersier dari Kementrian Pertanian (Kementan) nilai bantuan Rp 75 juta, bantuan langsung masuk kerekening ‘Poktan Kauman’. “Pada proyek ini, waktu bantuan cair Kades minta uang sebesar Rp 5 juta, tapi saya beri Rp 4 juta. Setelah bantuan ini cair seperti biasanya saya selaku Koordinator UPKK langsung mengerjakan proyek saluran irigasi tersier. Setelah proyek ini selesai dikerjakan, saya dimintai uang sebesar Rp 31 juta. Jurusnya yang digunakan oleh Kades sama, yaitu uang klaim karena hasil pekerjaan tidak sesuai RAB. Namun karena tidak punya uang, saya tidak bisa menuruti permintan itu.” Kata Jumadi.

Jumadi mengaku, dirinya terus ditagih oleh Kades sampai ia merasa tidak nyaman atau tidak tenang selalu ditagih oleh Kades, diminta memberikan uang Rp 49 juta, dengan perincian, klaim pekerjaan proyek MCK Rp 18 juta, dan klaim pekerjaan saluran irigasi tersier Rp 31 juta.

“Sampai istri saya nangis-nangis ikut mikir, mau cari kemana uang sebanyak itu. Bahkan karena belum memberikan uang Rp 49 juta, saya sampai 2 kali diberi surat SP (Surat Peringatan) oleh Kades. Saya sampai stres merasa diperlakukan tidak adil. Saya bingung mau minta tolong kesiapa lagi. Merasa menemui jalan buntu saya minta pertimbangan teman-teman dan disarankan melapor kepenegak hukum. Karena sudah kepepet dengan sangat terpaksa saya (Jumadi) ditemani Mad Iskak Warga Nganjuk, melaporkan masalah ini ke Polres Jombang.” Ujarnya.

Jumadi menambahkan, saya bisa mempertanggung jawabkan hasil pekerjaan saya dan kalau memang pekerjaan saya salah saya bersedia bertanggungjawab. Dari pada saya difitnah oleh masyarakat menghabiskan anggaran dua proyek itu, lebih baik dibuktikan secara hukum. “Oleh karena itu saya berharap, pihak penegak hukum benar-benar mengusut kasus ini. Sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Apalagi kasus ini bukan delik aduan, meski pelapor tidak mempermasalahkan lagi, tapi penegak hukum wajib meneruskan kasus ini, jika cukup bukti.” Kata Jumadi.

Terkait hal tersebut Kades Kauman Riyanto, ia membenarkan bahwa dirinya sudah dipanggil oleh penyidik Polres Jombang, untuk dimintai keterangan. “Ya benar saya sudah dipanggil oleh Polres Jombang, saya sudah memberikan klarifikasi terkait laporan tersebut. Intinya sudah tidak ada masalah dan laporanya sudah dicabut oleh pelapor. Masalah ini hanya kesalah pahaman saja.” Kata Kades Riyanto.

Kasus ini bukan delik aduan, apa bisa laporanya dicabut ? “Bisa laporanya sudah dicabut, dan ini kesalapahaman saja sudah tidak ada masalah.” Ungkapnya.

Kades mengakui uang proyek pembangunan MCK sebesar Rp 45 juta, ia bawa, tujuanya untuk mengamankan uang itu. Rencananya kalau proyek sudah selesai bisa buat pengembangan.

“Benar uang proyek MCK saya bawa Rp 45 juta, uang itu sudah saya gunakan untuk bayar material bangunan sebesar Rp  13.950.000  sedangkan sisanya Rp 31.050.000 sudah saya kembalikan ke Kas Desa.” Ujarnya.

Menangapi masalah adanya uang klaim proyek MCK yang ia minta Rp 18 juta dari Jumadi, Kades Kauman menyebutkan, dirinya (Riyanto) mendapat laporan dari warga penerima manfaat (KPM) bahwa hasil pekerjaan MCK tidak sesuai RAB.

“Bahkan saya punya surat pernyataan dari KPM bahwa bangunan MCK tersebut semennya banyak yang kurang. Oleh karena itulah saya meminta uang klaim sebesar Rp 18 juta, dari Jumadi. Sebetunya tujuan saya baik, cuma ada kesalahpahaman saja. Dan Jumadi juga adalah perangkat desa Kauman, saya selaku Kades sebagai bapak dari perangkat desa dan warga, saya akan terus membinannya. Jadi masalah ini sudah selesai hanya kesalahpahaman saja.” Ujarnya.

Sementara itu, menurut Bendahara Desa Kauman Ja’i (Sekarang Menjabat Kasun) mengatakan memang betul bahwa ia sudah dipanggil penyidik Polres Jombang. “Ya benar saya sudah dipanggil Polres Jombang, untuk dimintai keterangan. Saya hanya dimintai keterangan seputar pencairan uang saja.” Ujar Ja’i.

Menurut Ja’i, memang anggaran pembangunan MCK atau kakus tahun 2021 total keseluruhan sebesar Rp 125 juta, dan uang tersebut sudah saya cairkan saat saya menjabat bendahara desa.

“Kalau masalah uang Rp 45 juta dibawa Kades, saya tidak paham karena tugas saya mencairkan dan sudah saya cairkan Rp 125 juta. Setelah itu saya diberhentikan jadi bendahara, dan dipindah jabatan Kepala Dusun, jadi setelah itu saya tidak paham masalah proyek MCK itu. Yang paham Pak Kades dan Pak Jumadi selaku pelaksana kegiatan.” Ungkap Ja’i.

Ia menambahkan, untuk masalah proyek saluran irigasi tersier bantuan dari Kementan, nilai bantuan Rp 75 juta, dan uang itu langsung dari pusat masuk kerekening ‘Poktan Kauman’ karena pengelola bantuan itu adalah Poktan, jadi saya juga kurang paham. Karena yang berhak mengelola adalah Poktan. Sedangkan masalah Kades mengembalikan uang proyek MCK ke Kas Desa, itu tanyakan saja kebendahara yang baru. Ujarnya. (Rin/Why)

Usai Dipanggil Polisi, Kades-Perangkat Desa Kauman Dan Camat Silaturahmi Kerumah Mad Iskak Di Nganjuk

Setelah Kepala desa Kauman Kecamatan Kabuh, Riyanto, dipanggil penyidik Polres Jombang, mendadak Kepala desa Kauman Riyanto, bersama perangkat desa Kauman, camat Kabuh Anjik Eko Saputro, pada hari Sabtu (4/9/2021) mendatangi rumah Mad Iskak, di Pisang, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.

Tuan rumah Mad Iskak (paling kiri) nampak Kades Kauman Riyanto (Tengah), dan Camat Kabuh Anjik Eko Saputro, mejeng di Kabupaten Nganjuk (Foto : SeputarKita)

Sedangkan Mad Iskak, adalah salah seorang yang ikut bersama Jumadi melaporkan Kades Kauman ke Polres Jombang.

Dikutif dari halaman SeputarKita, menyebutkan tujuan utamanya untuk menjalin silaturahmi,  agar kesalahfahaman segera bisa berakhir.

Kades Kauman Riyanto, mengatakan pihaknya datang kepada Mad Iskak warga desa Pisang, untuk saling mengenal dan membicarakan kesalahfahaman. 

“Allhamdulilah, Mas Iskak menerima kami dengan tangan terbuka. Kesalahfahaman kedua belah pihak saling memahami dan mengakhiri” Ucap Kades.

Kades Kauman didampingi perangkatnya yakni Akhmad Efendi sebagai Kasi Pemerintahan dan Denyka Diatma Putra sebagai kaur keuangan, Pendamping utama dalam rombongan Kades Kauman Anjik Eko Saputro Selaku camat Kabuh.

Camat kabuh dalam pertemuan tersebut menandaskan, kesalahpahaman, bisa diakhiri setelah ketemu menjalin silaturahmi dirumahnya Mad Iskak sore ini.

“Kesalahfahaman bisa dituntaskan untuk saling bisa dipahami dan semuanya bisa diambil hikmahnya dari kejadian ini.” Tutur Camat, tanpa menceritakan kesalahpahaman apa yang terjadi.

Mad Iskak dihadapan semua tamunya mengatakan, kehadiran rombongan dari Kabuh telah difahami dengan baik, semoga dengan kehadiran dirumahnya bisa saling memahami atas semuanya. Kedepan bisa bekerja sama yang baik demi pelayanan masyarakat Kauman, dan diamini semua yang hadir.

Demikian isi kegiatan Silaturohmi Kades Kauman Riyanto, dan Camat Kabuh, dirumah Mad Iskak di Kabupaten Nganjuk. yang dikutif NusantaraPosOnline.Com, dari halaman SeputarKita. (Rin/Why)

Foto : screenshot atau tangkapan layar

Check Also

Belum 1 Bulan Selesai Dikerjakan Pemborong, Jalan Paving Desa Sukodadi Sudah Hancur

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek Jalan usaha tani (JUT) berupa bangunan Jalan Paving, yang berlokasi didusun Kwacang, Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!