Hukrim  

Ayah Bejat di Depok, Perkosa Anak Kandung Usia 10 Tahun

FOTO : Ilustrasi ayah di Depok perkosa anak kandung

DEPOK, NusantaraPosOnline.Com-Seorang ayah bejat berinisial A, di Depok Jawa barat, dilaporkan ke Polisi istrinya sendiri berinisial DH. Dia dilaporkan karena memperkosa anak kadungnya berinisial DA (10). Kelakuan bejat sang ayah tersebut sudah berlangsung sejak Tahun 2021.

Pemerkosaan itu diketahui sang ibu saat pelaku melakukan aksi bejatnya terhadap sang anak. Insiden ini telah dilaporkan oleh ibu korban ke Polres Metro Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/2/2022).

DH Sang ibu, mengatakan pemerkosaan dilakukan selama satu tahun terakhir, sejak sang anak duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas 3. ” Sekarang, anak saya kelas 4 SD,” ujarnya. Senin (28/2/2022).

DH membeberkan sang anak tinggal bersama neneknya. Namun, sanga anak kerap berkunjung. Nah, saat berkunjung itulah, pelaku melancarkan aksi bejatnya ketika DH tidur atau pergi membeli sesuatu.

Menurut keterangan korban, kata DH, awalnya pelaku menggerayangi tubuh sang anak. Lambat laun, pelaku memaksa korban untuk berhubungan badan.

“Saat anak saya datang, bapaknya selalu nyuruh saya beli ini atau itu. Tapi, saat itu saya tidak terpikir dia (pelaku) mau berbuat bejat begitu,” ungkap DH.

“Kejadian terakhir 15 Februari lalu. Anak saya cerita, dia (pelaku) memasukkan alat kelaminnya,” lanjutnya.

Tetapi sang anak sempat menyimpan peristiwa pemerkosaan itu lantaran diancam akan dibunuh. Korban juga terpaksa menuruti permintaan pelaku karena diancam dengan senjata tajam.

“Dia (korban) diancam pakai golok (pisau). Katanya, mau dihunus kalau sampai gak mau ngelayanin nafsu bapaknya dan dia gak boleh cerita ke orang lain,” imbuhnya.

Kejadian ini baru terkuak ketika DH mendapati pelaku di dalam kamar korban dan melakukan pemerkosaan. Atas kejadian tersebut, DH langsung bergegas melapor ke Polres Depok. Laporan diterima dengan nomor LP/B/507/II/2022/SPKT/Polres Metro Depok/Polda Metro Jaya.

Dalam pelaporan tersebut, DH mengaku juga sudah menyertakan hasil visum dari puskesmas setempat yang membenarkan tindakan pemerkosaan tersebut. Berdasarkan hasil visum itu, DH menyebut alat vital sang anak sudah sobek.

“Pelakunya masih bebas, masih ada di rumah orang tua. Saya disuruh menuruti prosedur kepolisian untuk menunggu hasil visum dari Polri. Saya cuma berharap kasus ini tidak berlarut-larut dan pelaku segera ditahan. Dan pelaku juga sudah mengaku melakukan perbuatannya itu,” Ungkap DH. (Bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!