godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Mei 29 2020
Home / Daerah / Bandar Narkoba Muara Enim Saat Digrebek Sedang Bersetubuh Dengan Ibu Kandung
Ilustrasi

Bandar Narkoba Muara Enim Saat Digrebek Sedang Bersetubuh Dengan Ibu Kandung

MUARA ENIM, NusantaraPosOnline.Com-Inilah contoh yang tidak boleh contoh, seorang bandar narkoba berinisial EKP (19) bersama ibukandungnya  IAL (40) di Muara Enim, Sumatera Selatan, ditangkap aparat kepolisian karena dua kasus yang saling terkait, yakni percintaan terlarang dan kasus narkoba.

Kapolres Muara Enim Ajun Komisaris Besar Donni Eka Saputra mengatakan, keduanya ditangkap saat politi melakukan penggerebekan di rumah keduanya, Desa Lecah, Kecamatan Lubai Ulu, Selasa (17/3) subuh.

“Kami melakukan penggerebek Selasa dini hari, pukul 03.35 WIB. Saat itu mereka melakukan hubungan terlarang,” kata Donni dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2020).

Ia mengatakan, polisi awalnya melakukan penggerebekan untuk kasus narkoba. Anak IAL, yakni  EKP, diduga merupakan bandar sabu-sabu dan ekstasi.

Tapi ketika digerebek, kata Donni,  EKP dan IAL sedang melakukan hubungan seksual sedarah, sehingga keduanya pun dibawa untuk dimintakan keterangan.

“Soal narkoba, kami juga menemukan 3 paket sabu-sabut seberat 8,22 gram dan 1 pil ekstasi saat penggerebekan,” kata dia.

Terkait narkoba, EKP kepada polisi mengakui baru melakoni profesi sebagai bandar sabu-sabu, yakni 7 bulan silam.

Kepada polisi, EKP mengakui terpaksa menjadi bandar narkoba karena sang ayah tak kunjung pulang. Sementara ia dan sang ibu memerlukan uang untuk biaya kehidupan sehari-hari.

“Dari berjualan sabu-sabu, EKP mengakui mendapat jatah Rp 2 juta setiap bulan,” kata Donni.

Selain ibu dan anak itu, Polres Muara Enim juga dalam sepekan terakhir menangkap 7 bandar narkoba, salah satunya yakni RP dengan barang bukti sabu-sabu 5,39 gram.

Selanjutnya YQ yang kedapatan memunyai 1 butir pil ekstasi. Kemudian Dg dengan barang bukti 2 paket sabu-sabu seberat 2,46 gram; Rz alias Ricard dengan barang bukti sabu 0,71 gram; dan, ESS serta VA, dengan barang bukti 15 paket sabu-sabu. Terakhir, ada JP alias Genta dengan barang bukti 13 paket sabu seberat 5,01 gram.

 “Semuanya pengedar. Kesemuanya disangkakan melanggar Pasal 114 ayat 1 juncto 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.” Imbuhnya. (jun)

Check Also

Pemkab Muara Enim Dorong PT MHP Selesaikan Konflik Lahan Dengan Warga Tanjung Agung

MUARA ENIM, NusantaraPosOnline.Com-Adanya sengketa lahan antara PT Musi Hutan Persada (MHP) dengan warga Desa Tanjung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!