godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Kamis , November 26 2020
Home / Hukrim / Belum Ada Tersangka, Korupsi Proyek Jalan Sukorejo-Bakalan Bojonegoro Naik Penyidikan
Kajari Bojonegoro Sutikno memberikan keterangan pers

Belum Ada Tersangka, Korupsi Proyek Jalan Sukorejo-Bakalan Bojonegoro Naik Penyidikan

BOJONEGORO, NusantaraPosOnline.Com-Kasus dugaan korupsi proyek Peningkatan Jalan Taji-Bakalan senilai Rp 6,9 Miliar di Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur saat ini naik ke tahap penyidikan.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro, Sutikno SH MH saat Coffee Morning, Jumat (19/06/2020) kemarin. Meski sudah tahap penyidikan, namun belum ada tersangkanya.

“Proses menemukan tersangka,” kata Kajari Bojonegoro.

Lebih jauh, Kajari menjelaskan, penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti.

“Yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya,” jelasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro tengah menyelidiki dugaan korupsi proyek Peningkatan Jalan Taji – Bakalan Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Proyek peningkatan jalan tersebut bersumber dari Alokasi Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp 6,9 Miliar. Pengerjaan proyek tersebut telah selesai pada tahun lalu.

Pemenang proyek adalah CV Bhadra Raya. Proyek tersebut dari Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang, Pemkab Bojonegoro.

Sebagai informasi dugaan korupsi proyek pembangunan peningkatan jalan Desa Taji menuju Desa Bakalan Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, ini berawal dari adanya  temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Proyek tersebut ditangani Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Tata Ruang Pemkab Bojonegoro. Didanai APBD 2019 dengan pagu senilai Rp 6,9 miliar itu ada temuan kelebihan pembayaran sekitar Rp 1,2 miliar. Sesuai dengan data dari laman LPSE Kabupaten Bojonegoro, lelang proyek ini dimenangkan oleh CV Bhadra Raya beralamatkan Perum Graha Pesona Blok B1/20 Modong, Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kontraktor asal Kabupaten Sidoarjo itu berhasil menyingkirkan sebanyak 84 peserta tender dengan nilai kontrak senilai Rp 5,5 miliar. Cara pembayaran yang dilakukan dengan sistem gabungan lumsum dan harga satuan.

Setelah ada temuan BPK barulah Kejari Bojonegoro, melakukan penyelidikan, apakah yang menyebabkan kelebihan bayar, volume atau item pekerjaan. Jumat (19/06/2020) kemarin, kejari Bojonegoro meningkat kasus tersebut dari tahap penyelidikan ketahap penyidikan. Kendati demikian tapi Kejari Bojonegoro, belum menetapkan tersangkanya. (And)

Check Also

Perangkat Desa Di Jombang Ditangkap, Akibat Menghajar Pelangan PSK Di Eks Lokalisasi

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Agus Syarifudin (31) seorang oknum perangkat desa yang menjabat Kepala Dusun (Kasun) Petengan, Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!