Hukrim  

Brigpol Andriansyah Yang Bakar Kekasihnya di Muara Enim Hingga Tewas, Dituntut Seumur Hidup

Sidang anggota Polisi yang membakar pacarnya, di Pengadilan Negeri Muara Enim. FOTO : Dok Kejari Muara Enim

MUARA ENIM, NusantaraPosOnline.Com-Brigadir Polisi (Brigpol) Andriansyah mantan polisi yang berdinas di Polres Kabupaten Lahat yang merupakan pelaku pembakaran terhadap kekasihnya, Almh Nengsi Maelina (22) hingga tewas, dituntut hukuman penjara seumur hidup.

Tuntutan dibacakan JPU dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Muara Enim, pada Rabu (10/8/2022).

Kejari Muara Enim  menurunkan tim jaksa terdiri dari Alex Akbar, Sriyani, arsitha Agustian dan Nadia. Sidang dipimpin majelis haki Shelly Noveriyati, Sera RIcky Swanri dan Titis Ayu Wulandari.

Dalam tuntutan tersebut jaksa menyebutkan bahwa oknum polisi tersebut didakwa dengan pasal 340 KUHP subsidair pasal 338 KUHP atau kedua primair pasal 355 ayat (2) KUHP subsidair pasal 354 ayat (2) KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Tuntutan yang dibacakan sebagaimana dengan fakta persidangan yang terungkap dan telah dilaporkan secara berjenjang, dimana pasal yang terbukti yaitu pasal 340 KUHP dengan tuntutan selama seumur hidup,” ujar Kepala Kejari Muara Enim Irfan Wibowo.

Atas tuntutan seumur hidup terhadap terdakwa, keluarga korban mengapresiasi atas tuntutan dari tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Muara Enim tersebut.

Sidang akan dilanjutkan hari selasa tanggal 16 Agustus 2022 dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) dari terdakwa.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan tersebut berawal dari terdakwa Brigpol Andriansyah yang merupakan anggota kepolisian yang dinas di Polres Kabupaten Lahat menjalin hubungan asmara dengan korban Nengsih Marlina.

BACA JUGA :

Namun,  setelah korban mengetahui bahwa Brigpol Andriansyah ternyata telah beristri yang tengah hamil tua dan sudah memiliki dua anak. Mengetahui hal itu, lalu korban meminta putus (putus berpacara) dan korban berusaha menghindar dari terdakwa, untuk mengakhiri hubungan asmara mereka.

Ternyata terdakya tidak terima atas keputusan korban tersebut. Terdakwa terus berusaha menghubungi dan mencari korban, namun korban selalu menghindar.

Untuk menghindari kejaran terdakwa, korban sampai menumpang di kontrakan temannya, bernama Dea (27) di Jalan Ade Irma Suryani, Gang Kolam, RT 05/08, Rumah Tumbuh, Kelurahan Muara Enim.

Namun, akhirnya keberadaan korban diketahui oleh Brigpol Andriansyah. Kemudian pelaku mendatangi kotrakan Dea Kamis malam (10/8/2022) sekitar pukul 22.30 WIB, namun korban sudah tidur.

Setibanya, di rumah kotrakan Dea, terdakwa yang sudah sakit hati, langsung menurunkan sekring meteran listrik.

“Karena penasaran dan ingin menghidupkan lampu dari luar, kemudian saya membuka pintu dan melihat pelaku Brigpol Andriansyah sudah berada didepan kontrakan. Pelaku langsung masuk menuju kamar korban.” kata Dea, Jumat (11/3/2022) kepada wartawan saat mendampingi korban di ruang ICU menjalani perawatan.

Ketika bertemu korban, Sambung Dea, pelaku lalu memakinya dengan kata-kata kasar, dan menyiramkan bensin yang telah ia persiapkan sebelumnya ke tubuh korban. Dirinya (Dea) berusaha untuk meredahkan pertengkaran antara pelaku dengan korban. Dan sempat mengingatkan pelaku. Namun peringatannya tidak digubris oleh pelaku.

“Brigpol Andriansyah, sempat berdebat dengan saya. Saya bilang jangan ribut-ribut disini karena saya malu takutnya warga dan RT datang. Tapi, pelaku langsung marah ke saya dan bilang supaya tidak usah ikut-ikutan sambil mengancam akan membakar saya juga. Hingga Brigpol Andriansyah, juga menyiram saya dengan bensin,” Terang Dea.

Pelaku kembali menyiram tubuh korban dengan bensin sambil memarahi korban dan memegang korek api gas sembari menyalakan korek api tersebut. Akibatnya percikan api tersebut, langung menyambar tubuh korban.

“Mungkin karena kasihan, tiba-tiba pelaku langsung menarik tubuh korban dan memeluknya berusaha untuk mematikan api ditubuh korban. Setelah menyelamatkan korban dan mendapatkan penanganan sementara, pelaku langsung pergi begitu saja meninggalkan korban, yang sudah mengalami luka bakar sekitar 80 persen.” Terang Dea.

Sebelum meningal dunia, korban sempat menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Rabain Muara Enim. Namun nyawa korban tak dapat diselamatkan, dan korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (26/3/2022) sekitar pukul 14.37. WIB.

Korban Ningsih yang merupakan warga Jalan Rukun Damai, Kelurahan Tungkal, Kecamatan/Kabupaen Muara Enim meningal dunia dalam kondisi yang mengenaskan. (Tim/Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!