Daerah  

BRT Transmusi Palembang Berhenti Mengaspal, 60 Karyawan Di-PHK

BRT Bantuan Kemenhub RI Lahat scaled
Ilustras 3 unit bus BRT bantuan Kemenhub RI tahun 2015, di Kabupaten Lahat Sumsel, mangkrak ada yang masih plat merah dan jarang beroperasi. Foto : Lsm Arak

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Bus Rapid Transmusi (BRT) Palembang mulai 1 Januari 2022 menghentikan operasional karena tahun 2022 ini tidak lagi mendapat subsidi dari Pemkot Palembang. Maupun dari Kemenhub RI.  Hal ini berdampak, kepada 60 karyawan terpaksa di-PHK.

Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Ahmad Nopan mengtakan, sejak 1 Januari 2022 pihaknya terpaksa menghentikan operasional Transmusi karena tahun ini tidak lagi mendapatkan subsidi.

“Pihaknya selaku pengelola Transmusi sudah mengajukan subsidi sebesar Rp17 miliar untuk tahun 2022. Namun Setelah dievaluasi disetujui di Komisi II DPRD Palembang hanya Rp12 miliar,” Kata Nopan. Senin (3/1/2022).

BRT bantuan Kemenhub RI Mangkrak Lahat scaled
Ilustras 3 unit bus BRT bantuan Kemenhub RI tahun 2015, di Kabupaten Lahat Sumsel, mangkrak ada yang masih plat merah dan jarang beroperasi. Dibagian belakang BRT ditempeli stiker Bupati Lahat. Foto : Lsm Arak

Menurut Nopan, meski telah disetujui DPRD Palembang sebesar Rp12 miliar, namun ternyata anggaran tersebut tidak dianggarkan di Dinas Perhubungan Kota Palembang.

“Anggarannya tidak termasuk di Dishub. Karena ini sarana transportasi, jadi anggarannya masuk di Dishub. Seharusnya moda transportasi darat massal seperti Transmusi mendapat subsidi dari Pemkot Palembang karena bersifat pelayanan untuk masyarakat.” Ungkap Nopan.

Akibat tidak mendapatkan subsidi dari Pemkot Palembang, kata Nopan, pihaknya juga terpaksa memutus hubungan kerja (PHK) 60 orang karyawan kontrak. “Untuk karyawan tetap dan calon pegawai tetap, itu dirumahkan. Dengan gaji dibayarkan 50 persen,” Pungkasnya.(Jun)

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!