godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Oktober 26 2021
Home / Investigasi / Diduga Tak Berizin, Bangunan Tower PT Dayamitra Telekomunikasi Jombang Terus Dikerjakan
Menara telekomunikasi milik PT Dayamitra Telekomunikasi, Desa Ketapangkuning, yang sudah dikerjakan dua minggu belakangan ini. Rabu (7/7/2021)

Diduga Tak Berizin, Bangunan Tower PT Dayamitra Telekomunikasi Jombang Terus Dikerjakan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Pembangunan tower atau menara telekomunikasi setinggi 52 meter, milik PT Dayamitra Telekomunikasi, yang berlokasi di Dusun Simowau, RT 001 RW 001 Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan, Jombang, Jawa timur, diduga tak memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Parahnya lagi, tower yang dibangun diatas lahan seluas 120 m2 tersebut,  meski diduga belum kantongi izin lengkap, namun pihak pemilik bangunan yakni PT Dayamitra Telekomunikasi nekat mengerjakan bangunan tersebut.

Pantauan terakhir di lapangan, Rabu (7/7/2020) tampak bangunan telah dikerjakan yaitu berupa pengecoran pondasi tiang tower. Sementara itu, di sekitar lokasi bangunan tidak ada terpasang plang IMB.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya, mengatakan pembangunan tower tersebut kemungkinan besar tidak memilik izin IMB. Pengerjaan pembangunan tower tersebut sudah dimulai sejak dua minggu belakangan ini.

“Sampai hari ini, pihak pemilik bangunan tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga setempat. Jadi pemilik bangunan sangat tidak menghargai warga setempat, meski mereka sebagai tamu didesa kami.” Ungkapnya.

Menara telekomunikasi milik PT Dayamitra Telekomunikasi, Desa Ketapangkuning, yang sudah dikerjakan dua minggu belakangan ini. Rabu (7/7/2021)

Ia menyebutkan, memang pemilik tanah pernah mendatangi kalau tidak salah 3 orang pemilik tanah yang terkena radius pembangunan tower, tapi sampai hari ini masih ada 12 petak tanah, yang terkena radius, sampai hari ini belum terselesaikan oleh PT Dayamitra Telekomunikasi.

“Warga curiga kalau bangunan tower PT Dayamitra Telekomunikasi itu sudah kantongi izin IMB, ada kemungkinan izin didapatkan dengan cara-cara yang tidak benar. Karena sampai hari ini pembangunan tidak ada sosialisasi kewarga setempat, kami tidak pernah tahu batang hidungnya penanggung jawab pembangunan tower. Dan masih ada 12 petak tanah yang terkena radius belum terselesaikan kepada pemilik tanah.” Ujarnya.

Kami sangat menyayangkan  pihak pemerintah tidak memikirkan keselamatan warga. Ia khawatir akan berdampak buruk pembangunan tower telekomunikasi tersebut. Belum lagi radiasi bagi kesehatan, bahkan akibat tower itu alat-alat elektronik mudah rusak.

“Seharusnya, pemilik bangunan harus menunggu surat izin lengkap hingga ada IMB, baru bisa dibangun. Ini kenyataannya di lapangan, pembangunan tak pernah ada sosialisasi kewarga setempat, dan masih ada 12 petak tanah yang terkena radius belum terselesaikan, tiba-tiba main bangun saja.  Ada apa ini?” ujarnya.

Dirinya mengaku, jika tower tersebut memang telah mendapatkan tanda tangan masyarakat setempat sebagai bentuk persetujuan, selain itu sosialisasi juga harus dilaksanakan dengan masyarakat.

Namun, kejanggalan demi kejanggalan prosedur mulai dirasakan masyarakat sekitar selama proses dibangunnya tower tersebut. “Kami berharap pemangku kebijakan, mulai dari Pemerintah desa, dan dinas terkait jangan asal tanda tangan menyetujui perizinan. Harus memperhatikan masalah dan aspirasi masyarakat dalam hal ini warga dusun Simowau, yang menjadi lokasi pembangunan tower.

“Saya berharap PT Dayamitra Telekomunikasi, segera melakukan sosialisasi kepada warga, dan meminta Satpol PP segera bertindak tegas menutup paksa proyek tower, sampai ada izin IMB keluar. Jangan sampai warga sendiri yang menutup paksa.” Ujarnya.

Ditemui dilokasi proyek, Said, perwakilan dari PT Dayamitra Telekomunikasi, ia mengaku pihaknya sudah memiliki izin. “Izinya sudah ada. ini izinya, kalau kurang jelas bisa tanya sama Pak Imam, saya cuman pekerja.” Kata Said. Rabu (7/7/2021), sembari menunjukan surat rekomendasi pemanfaatan ruang, dan surat rekomendasi teknis, dan surat izin lingkungan.

Saat ditanya apakah  PT Dayamitra Telekomunikasi, sudah memiliki IMB ? Namun Said, tak bisa memperlihatkan izin IMB. “Coba tanya saja ke Pak Imam.” Ujarnya.

Sementara itu, Imam, penangung jawab lapangan PT Dayamitra Telekomunikasi, mengatakan  “Untuk masalah perizinan semua sudah ada. Masalah masih ada beberapa petak tanah yang terkena radius, belum terselesaikan kami akan selesaikan, dan akan segera ke Jombang.” Ujarnya. Melalui sambungan telepon. Rabu (7/7/2021).

Apa izin IMB juga sudah ada ? “Kalau masalah izin IMB, tanya saja sama dinas perizinan.” Kata imam, dengan nada ketus, sembari menutup telpon.

Sementara itu, Hj Nuriyati, pemilik tanah, membenarkan bahwa tanahnya miliknya disewa oleh PT Dayamitra Telekomunikasi, selama 11 tahun. Untuk uang sewa baru dibayar 10 pesen dari nilai sewa.

“Untuk masalah kompensasi kepada warga, sekitar lokasi pembangunan tower.  Sudah menghabiskan uang sebesar Rp 20 juta. Uang tersebut dari kantong saya Rp 11 juga, itupun, saya terpaksa megadaikan perhiasan. Dan yang dikeluarkan PT Dayamitra Telekomunikasi sebesar Rp 9 juta, jadi total Rp 20 juta.” Terang Hj Nuriyati. Rabu (7/7/2021).

Ditempat terpisah, Kepala desa Ketapangkuning, Nur wakid, ia mengakui bahwa pihak PT Dayamitra Telekomunikasi, belum melakukan sosialisasi mengundang warga.

“Memang betul sampai hari ini masih ada 12 petak tanah yang terkena radius belum terselesaikan oleh PT Dayamitra Telekomunikasi. Tapi pihak Pemerintah desa Ketapangkuning, tidak akan mempersulit perizinan yang dibutuhkan didesa, asalkan warga  setempat sudah menerima hak-hak mereka, misalnya seperti kompensasi radius.” Kata Nur Wakid. Rabu (7/7/2021).

Ia menambahkan, kalau ada warga yang mempermasalahkan dan minta agar PT Dayamitra Telekomunikasi, melakukan sosialisasi kewarga, nanti akan kita panggil PT Dayamitra Telekomunikasi, untuk melakukan sosialisasi.

“Kalau memang masih ada ganjalan dari warga, kita akan pertemukan warga dengan pemilik bangunan (PT Dayamitra Telekomunikasi), biar masalahnya bisa selesai. Untuk masalah izin IMB saya tidak mengetahui, karena yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin IMB adalah Bupati atau Pemkab Jombang. Karena regulasinya demikian.” Ujarrnya. (Rin/Why)

Check Also

Belum 1 Bulan Selesai Dikerjakan Pemborong, Jalan Paving Desa Sukodadi Sudah Hancur

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Proyek Jalan usaha tani (JUT) berupa bangunan Jalan Paving, yang berlokasi didusun Kwacang, Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!