Hukrim  

Eks Kasatpol PP Makassar Otak Pembunuhan Petugas Dishub, Kini Terjerat Kasus Korupsi

Eks Kasatpol PP kota Makassar Iqbal Asnan terdakwa kasus pembunuhan berencana petugas Dishub Makassar Najamuddin Sewang. Diperiksa penyidi Kejari Makassar, dalam kasus dugaan korupsi di tubuh Satpol PP.

MAKASSAR, NusantaraPosOnline.Com-Eks Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar Muh Iqbal Asnan yang merupakan terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap petugas Dinas Perhubungan (Dishub) kota Makassar, Najamuddin Sewang. Kabar terbaru, kini Iqbal terjera kasus baru, yakni kasu dugaan korupsi penyalahgunaan honorarium tunjangan operasional Satpol PP di Kota Makassar tahun anggaran 2017-2020.

Kasus dugaan Tipikor ini, sekarang tengah ditangani penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan honorarium tunjangan operasional Satpol PP ini, penyidik Kejati telah memeriksa 153 orang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berkaitan perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan honorarium tunjangan operasional Satpol PP di Kota Makassar tahun anggaran 2017-2020.

“Penyidik berupaya untuk segera menentukan tersangka dalam penyidikan perkara ini,” kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, di Makassar, Jumat (16/9/2022).

Berdasarkan keterangan Ketua Tim Penyidik perkara itu, Herberth P Hutapea menerangkan, sejauh ini penyidik telah memeriksa sebanyak 153 saksi. Pemeriksaan ratusan saksi tersebut untuk memastikan siapa saja yang terlibat dan akan ditetapkan sebagai tersangka.

Dari seratusan saksi yang telah diperiksa penyidik, kata Soetarmi, salah seorang mantan Kepala Satpol PP Makassar, Iman Hud kini menjabat Kepala Dinas Perhubungan Makassar juga turut diperiksa di kantor Kejati Sulsel.

Selain itu, empat bendahara Satpol PP di kecamatan, yakni Kecamatan Makassar, Kecamatan Tamalate, Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Mamajang telah diperiksa untuk kelengkapan berkas perkara.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa mantan Kepala Satpol PP Makassar Iqbal Asnan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Makassar guna melengkapi keterangan dalam berkas perkara dugaan korupsi tersebut.

BACA JUGA :

Iqbal kini ditahan untuk menjalani proses peradilan atas kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap korban Najamuddin Sewang, pegawai Dinas Perhubungan Kota Makassar yang ditembak di Jalan Danau Tanjung pada 3 April 2022.

Modus operandi dalam kasus itu terkuak saat penyusunan dan pengaturan penempatan personil Satpol PP Makassar di 14 Kecamatan.

Dari penyelidikan awal, penyidik Kejati menemukan anggota Satpol PP Makassar terdaftar BKO tapi tidak pernah bertugas alias fiktif, namun tetap mendapat pencairan honorarium.

Dugaan korupsi berjamaah ini diduga dilakukan pejabat yang tidak berwenang mencairkan anggaran itu. Selanjutnya diterima bukan orang yang berhak sehingga dikategorikan masuk dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dan anggaran negara.

Eks Kasatpol PP Makssar Muh Iqbal Asnan Terdaksa Pembunuhan Berencana

Untuk diketahui, sebelumnya Eks Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makssar Muh Iqbal Asnan merupakan terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Najamuddin Sewang (40) yang terjadi pada Minggu 3 April 2022 lalu.

Iqbal, diduga mendalangi penembakan terhadap Najamuddin Sewang (40). Najamuddin tewas dengan luka diduga bekas proyektil peluru di bagian belakang tubuhnya.

Pembunuhan dilatarbelakangi kisah cinta segitiga antara korban dan pelaku dengan seorang perempuan yang bernama Rachma, ASN di Dinas Perhubungan tempat korban bertugas.

Iqbal menyuruh empat rekannya yakni dua honorer Pemkot Makassar dan dua orang polisi untuk menghabisi nyawa Najamuddin.

Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Polisi Budi Hartanto dalam keterangan persnya Sabtu (16/4/2022) malam mengatakan, ada empat orang yang ditangkap secara bersamaan di lokasi yang sama di rumah otak pelaku di Jalan Muhammad Tahir.

“Keempat pelaku masing-masing berinisial S, MIA, AKM, dan A. Keempatnya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Budi mengungkapkan,kasus penembakan ini bermotif cinta segitiga atau asmara. Adapun empat pelaku mempunyai peran masing-masing yakni sebagai eksekutor, menggambar situasi, dan otak pembunuhan.

“Motifnya asmara atau cinta segitiga. Jadi dari situ, kemudian direncanakan pembunuhan terhadap korban. Korban ditembak oleh pelaku menggunakan motor,” ungkapnya.

Terkait senjata yang digunakan para pelaku, ujar Budi, masih dilakukan uji balistik di Laboratorium Forensik (Labfor).

“Senjatanya jenis revolver dan masih dilakukan uji balistik. Terkait kepemilikan senjata api oleh pelaku, masih akan dilakukan pendalaman,” tandasnya.

Budi menegaskan jika keempat pelaku dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Seorang pegawai Dinas Perhubungan Kota Makassar, Najamuddin Sewang (40) warga Perum Pelindo Jalan Sultan Alauddin, Makassar sebelumnya tewas dalam kecelakaan dengan lubang di belakangnya diduga bekas proyektil peluru (luka tembak) Minggu 3 April 2022.

Korban mengalami kecelakaan tunggal di pertigaan Jalan Danau Tanjung Bunga, samping Mesjid Cheng Hoo, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate sekitar pukul 09.30 WITA.

Kecelakaan tunggal yang dialami korban hingga tersungkur di aspal sempat terekam kamera pengintai CCTV. Dari rekaman CCTV, korban mengendarai motornya dengan pelan seiring dengan mengendarai ojek online.

Tiba-tiba terdengar suara letusan yang diduga berasal dari knalpot, korban pun menyusul mengalami kecelakaan tunggal hingga tersungkur bersimbah darah. Korban pun tidak sadarkan diri dan bergegas dilarikan ke RS Siloam guna mendapatkan pertolongan medis. Namun setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Berdasrkan hasil penyelidikan Polisi, belakangan diketahui ternyata Najamuddin Sewang mengalami kecelakaan tunggal hingga tersungkur bersimbah darah, diakibatkan kena tembakan. Dan kasus ini sekarang tengah disedangkan di Pengadilan Negeri Makassar dan Eks Kasatpol PP Makssar Muh Iqbal menjadi salah satu dari 4 orang terdakwa.  (Bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!