godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , Oktober 16 2019
Home / Hukrim / Hanya Dituntut 5 Tahun Penjara, Mantan Bos PLN Sofyan Basir Mengaku Dikriminalisasi
Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) 2016-2018, Sofyan Basir

Hanya Dituntut 5 Tahun Penjara, Mantan Bos PLN Sofyan Basir Mengaku Dikriminalisasi

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Cuman dituntut 5 tahun penjara, oleh Jaksa penuntut umum (JPU), Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) 2016-2018, Sofyan Basir, mengaku telah dikriminalisasi atas tuntutan 5 tahun penjara dalam perkara korupsi terkait proyek PLTU Riau-1.

“Sudah ada ‘kreativitas’ yang luar biasa, begitu juga pada saat penetapan dirinya sebagai tersangka prosesnya luar biasa jadi memang dalam arti kata saya merasa ada sesuatu yang tak wajar karena ini bukan proyek APBN, ini projek betul-betul kami terima uang dari luar dalam rangka investasi masuk,” kata dia, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (7/10).

Selain dituntut 5 tahun penjara, Sofyan juga dituntut pidana denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Sofyan dinilai jaksa KPK terbukti memfasilitasi pertemuan antara anggota Komisi VII DPR, Eni Saragih, politikus Partai Golkar, Idrus Marham, dan pengusaha, Johannes Budisutrisno Kotjo.

“Ini repotnya pertemuan menjadi perbantuan, ini sangat berbahaya buat direksi BUMN lain. Kalau pertemuan bisa diputarbalikkan menjadi perbantuan berbahaya karena perbantuan tuh sudah dijelaskan oleh jaksa, kami tak terima uang satu persen pun, dianggap membantu pun, didakwa dengan lima tahun,” katanya.

Sofyan merasa tidak ada yang tidak wajar dalam proyek PLTU Mulut Tambang Riau-1. “Bisa dibayangkan begitu ada direksi melakukan pertemuan-pertemuan dengan para investor dan lain sebagainya, begitu ada kejadian di luar sana seperti penyuapan, karena kita sering bertemu, dalam rangka pemasaran, dalam rangka berupaya supaya proyek-proyek ini jalan, kita bisa terkena tanpa tahu dari mana asal usulnya dan kita tidak menerima apapun itu sudah dibuktikan,” kata dia.

Ia pun menilai perkaranya tersebut dapat menjadi contoh yang berbahaya bagi para direksi BUMN yang lain. “Bisa dikatakan kiriminalisasi,” kata Basir.

Tuntutan terhadap Sofyan berdasarkan dakwaan pasal 12 huruf a UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 56 ayat 2 KUHP. Jaksa KPK menilai Sofyan terbukti membantu mewujudkan tindak pidana suap meski tidak menikmati hasil suap tersebut.

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi, hal yang meringankan sopan, belum pernah dihukum dan tidak ikut menikmati pidana suap yang telah dibantunya,” tambah jaksa KPK Ronald Worotikan.

Tujuan pembantuan basiritu adalah agar mempercepat proses kesepakatan proyek Independent Power ProducerPembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 alias PLTU MT RIAU-1 antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Limited Ltd dan China Huadian Engineering Company Limited yang dibawa Kotjo. (bd)

Check Also

Polres Jombang Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan, Sekitar 24 Jam Pasca Kejadian

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Unit Resmob Satuan Reskrim Polres Jombang, berhasil menangkap Budiono (48) Warga Dusun Jatisati, Desa Pandanwangi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *