godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Senin , November 30 2020
Home / Agama / Imam Masjid Wafat Posisi Sujud, Saat Pimpin Salat Jumat

Imam Masjid Wafat Posisi Sujud, Saat Pimpin Salat Jumat

KOTAWARINGIN TIMUR, NusantaraPosOnline.Com- H Muhammad Sadri Arsyad (67), seorang imam Masjid Jami Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah meningal dunia, saat menjadi imam salat Jumat.

Menurut Dedy, salah satu jamaah atau makmum sholat Jumad, ia mengatakan beliau wafat saat menjadi imam sholat Jumat.

“Setelah membaca surah Al Fatihah pada rakaat kedua, suara beliau tidak terdengar lagi. Ternyata saat itu beliau ambruk dengan posisi sujud,” kata Dedy, Jumat (14/9/2018).

Saat kejadian, suara almarhum tiba-tiba tidak terdengar dan ternyata ambruk. Namun demikian salat tetap dilanjutkan dengan digantikan Ustaz Khalik yang maju sebagai imam pengganti.

Ustaz Khalik yang sebelumnya menjadi khatib salat Jumat tersebut, saat itu berada tepat di belakang imam. Setelah salat selesai, jamaah langsung bergegas memeriksa kondisi almarhum.

“Ada yang mengatakan langsung meninggal, tapi ada pula yang katanya sempat mendengar beliau mengucap Allah, kemudian meninggal saat perjalanan menuju ke Rumah Sakit Murjani,” tambah Dedy.

Rian, salah seorang cucu Muhammad Sadri Arsyad mengaku kaget setelah menerimakabar bahwa sang kakek meninggal dunia karena sebelumnya almarhum dalam kondisi sehat.

“Kakek memang pernah operasi hernia, pasca operasi kondisi beliau normal. Sehat seperti biasa. Masih mengajar (ceramah) seperti biasa,” kata Rian.

Muhammad Sadri Arsyad selama ini aktif berceramah di sejumlah masjid di Sampit. Tidak heran jika ratusan jamaah berdatangan ketika mengetahui berita duka tersebut.

Almarhum juga dikenal sebagai salah satu qari terbaik di masanya. Kemampuan itulah yang membuatnya dipercaya ikut dijadikan juri hampir di setiap Musabaqah Tilawatil Quran tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Kakek selalu mengingatkan kami agar menjalankan perintah agama dan rajin membaca Alquran,” kata Rian.

Sementara itu, Muhammad Sadri Arsyad sepertinya sudah mendapat firasat akan kepergiannya. Sebelum salat, almarhum berwasiat jika dia meninggal saat salat maupun sesudah salat, jenazahnya langsung diurus di masjid, tanpa dibawa pulang lagi ke rumah.

Wasiat itu pun dilaksanakan. Usai salat ashar, ratusan jamaah Masjid Jami Sampit mensalatkan jenazah Muhammad Sadri Arsyad, diimami Ketua Majelis Ulama Indonesia Kotawaringin Timur KH Amrullah Hadi.

Setelah itu jenazah tidak langsung dibawa ke pemakaman karena ratusan jamaah di dua masjid lainnya sudah menunggu untuk juga mensalatkan jenazah sang imam masjid.

Wakil Bupati HM Taufiq Mukri yang turut mensalatkan dan memakamkan jenazah, mengaku turut berduka atas kepergian ulama tersebut.

“Kita doakan semoga almarhum diampuni dosanya dan mendapat tempat mulia, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Taufiq.

Ratusan jamaah ikut mengantarkan kepergian almarhum Muhammad Sadri Arsyad ke pemakaman di Jalan Iskandar 29 Sampit. Masyarakat mendoakan semua kebaikan untuk sang imam masjid. (Hdi)

Check Also

Kemenag RI Tiadakan Ibadah Haji 2020 Akibat Pandemi Covid-19

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Kementerian Agama (Kemenag) RI menyatakan meniadakan Ibadah Haji 2020 karena pandemi Covid-19 masih terjadi hampir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!