godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Oktober 24 2021
Home / Peristiwa / Kakek 63 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung Di Sungai Turipinggir Jombang
Ilustrasi mayat ditemukan disungai Desa Turipinggir, Megaluh

Kakek 63 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung Di Sungai Turipinggir Jombang

JOMBANG, NusantaraPosOnline.com-Warga Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang, digemparkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki tua yang mengapung di pinggir anak sungai Brantas di desa setempat. Rabu (8/9/2021) pagi. Info yang dihimpun, mayat tersebut adalah Kamidi (63) warga Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Berdasarkan keterangan warga, peristiwa itu berawal pada Rabu pagi sekitar jam 07.45. Saat itu Syaifulloh (25) seorang buruh tani asal Dusun Semelo, Desa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, saat melintas di TKP pinggir anak sungai Brantas di Desa Turipinggir, tanpa sengaja melihat sesosok tubuh mengapung. Selanjutnya Syaifulloh beriakan minta tolong ke warga sekitar. Dan sejumlah warga setempat, berdatangan kemudian mengevakuasi korban, mengangkatnya ke daratan.

Selang beberapa waktu, perangkat desa dan Polsek Megaluh bersama tim Inafis Polres Jombang juga tiba di lokasi kejadian.

Kapolsek Megaluh AKP Darmaji,  mengatakan petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Selanjutnya, korban dilarikan ke Kamar Jenazah RSUD Jombang. “Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Kamidi (63) warga Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.” Kata Darmaji. Rabu (8/9/2021).

Menurutnya, korban ditemukan sekitar pukul 07.45 WIB, hanyut di aliran anak Brantas Desa Turipinggir. Saat dievakuasi, korban sudah meninggal dunia. “Kami langsung berkoordinasi dengan perangkat desa Kepuhkajang untuk memberitahukan pihak keluarga korban.” Ujarnya.

Darmaji menjelaskan, sekarang korban sudah di kamar jenazah RSUD Jombang, dan pihak keluarga membenarkan jika korban merupakan anggota keluarganya. Menurut hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.

Ia menambahkan, menurut keterangan pihak keluarga, korban memang mengalami gangguan ingatan atau pikun karena faktor usia. Jadi ada kemungkinan, korban sebelumnya pergi dari rumah tidak bisa pulang, lantaran sudah pikun.

“Atas kejadian itu, pihak keluarga menerima hal tersebut sebagai musibah. Keluarga meminta jenazah korban yang sehari-harinya bekerja sebagai petani/ pekebuh itu, dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan.” pungkasnya. (Rin)

Check Also

Pemotor Gasak Bak Truk, Kusno Petani Ponorogo Tewas

PONOROGO, NusantaraPosOnline.Com-Seorang Petani bernama Kusno (63) asal Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo meninggal dunia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!