Hukrim  

Kasus Dugaan Korupsi di DLH Situbondo Naik Status ke Penyidikan

Kajari Situbondo, Iwan Setiwan

SITUBONDO, NusantaraPosOnline.Com-Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Situbondo, Iwan Setiwan menyampaikan saat ini kasus dugaan korupsi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah naik status ke tahap penyidikan.

“Satatus kasus dugaan korupsi dana konsultasi upaya pengelolaan lingkungan atau upaya pemantauan lingkungan (UPL/UKL) senilai Rp 800 juta lebih, di DLH Situbondo pada tahun anggaran 2021, statusnya sudah dinaikkan dari penyelidikan dinaik ke penyidikan.” Kata Kajari Situbondo, Iwan Setiwan. Rabu (2/3/2022) petang.

Iwan membeberkan, patut diduga DLH membuat seolah-olah pengadaan jasa konsultansi UKL/UPL ini dipihak ketigakan atau dikontraktualkan. Namun berdasar hasil penyidikan ditemukan DLH sendiri yang mengerjakan.

“Modusnya pinjam bendera (badan usaha konsultan) agar seolah-olah dikerjakan konsultan, padahal diduga kuat dikerjakan pihak DLH sendiri. Dan ada keterlibatan pejabat tinggi DLH, dalam kasus ini telah memeriksa 24 saksi dan dan hasilnya jelas ini direkayasa,” kata Iwan Setiawan.

Iwan menegaskan, dokumen UPL/UKL sejatinya dilakukan sebagai syarat untuk pengajuan pinjaman dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) senilai Rp 249 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dari situlah kemudian penyidik melakukan upaya penyelidikan hingga akhirnya naik menjadi tingkat penyidikan.

“Jadi dengan naiknya status perkara ini ke tingkat penyidikan, kedepanya akan ada penggeledahan bahkan penahanan nantinya. Bahkan bisa jadi dari 24 saksi yang suda diperiksa, diantaranya bisa naik statusnya menjadi tersangka. Namun tunggu saja perkembangannya, dan kami saat ini tidak bisa sebutkan nama tersangkanya.” Ungkap  Iwan Setiawan.

Untuk diketahui, Sebelumnya Kejari Situbondo menggeledah kantor DLH Situbondo untuk mengamankan berkas dugaan korupsi dana konsultasi UPL/UKL senilai Rp 800 juta lebih yang bersumber dari APBD tahun 2021. (Ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!