godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Oktober 26 2021
Home / Hukrim / Kasus Investasi Bodong, Cewek Cantik Ini Sudah 3 Kali Masuk Bui Dikasus Yang Sama
Cewek cantik LY (48), warga Surabaya tersanggka kasus penipuan investasi bodong.

Kasus Investasi Bodong, Cewek Cantik Ini Sudah 3 Kali Masuk Bui Dikasus Yang Sama

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Seorang cewek cantik LY (48), warga Surabaya, yang sudah menjadi residivis kasus penipuan, dan sudah 3 kali masuk penjara dengan kasus yang sama. Kini LY diringkus aparat dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Pasalnya LY, kembali mengulangi perbutannya melakukan penipuan dengan modus menawarkan investasi pembebasan lahan fiktif yang ada di daerah Osowilangun Surabaya, dengan menjanjikan keuntungan kepada korbannya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, modus LY adalah menawarkan investasi terkait pembebasan lahan yang ada di daerah Osowilangun Surabaya dengan menjanjikan keuntungan kepada korban. 

“Sehingga korban menderita kerugian sebanyak Rp 48 miliar dan modus bersangkutan juga memberikan cek kepada korban, tapi setelah di cek ke Bank ternyata sudah tidak bisa dicairkan,” Terang Gatot saat ungkap kasus, di Mapolda Jatim. Kamis (6/5/2021). 

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 7 lembar cek Bank BCA beserta 7  lembar surat keterangan penolakan dari Bank BCA Cabang Pembantu Kusuma Bangsa Surabaya, 2 mobil merek Toyota Fortuner VRZ tahun 2020, 4 unit mobil jenis Mercedes benz, 3 unit mobil Pick Up, 6 buah jam tangan berbagai merk mulai dari Rolex, Franck Muller, 3 tiga buah cincin Natural Blue Saphire, dan uang tunai sebesar Rp. 100 juta. 

Wadirkrimum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu menjelaskan, bahwa LY telah 3 kali menjalani hukuman dengan kasus yang sama pada tahun 2005, 2006 dan 2011 lalu, yang ditangani atau diproses oleh Polrestabes Surabaya. 

Pelaku memiliki keahlian mendekati seseorang dan bisa meyakinkan korban sehingga tidak sadar, dalam waktu 6 bulan secara bertahap tersangka memberikan uang sebanyak Rp. 48 miliar kepada pelaku. 

“Dari barang bukti disini pelaku kita kenakan pencucian uang. Dan kita kenakan TPPU sehingga kita dapat mengembalikan aset dari pada si pelapor,” ungkapnya. 

Nasrun juga mengatakan, pelaku tersebut menawarkan investasi tanah kepada korban, namun tanah tersebut ternyata fiktif. “Investasi bahwa itu sangat menjanjikan dan tanah tersebut mejadikan korban tergiur, tapi setelah kita cek ternyata bukan punya dia, tapi punya orang lain yang sedang dalam perkara,” tutur Nasrun. 

Atas perbuatannya tersangka dijerat atau dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman pidana penjara 4 tahun serta Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU RI No. 8 Tahun 2010 tentang tindak pencucian uang dengan ancaman pidana penjara 20 tahun. (Ags)

Check Also

Korupsi Jalan, KPK Tangkap Wakil Ketua Dewan Direksi PT Wika-Sumindo

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua Dewan Direksi PT. Wika-Sumindo, Petrus Edy Susanto …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!