godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Oktober 24 2021
Home / Hukrim / Kejari Tetapkan Mantan Dirut PDAM Tulungagung Sebagai Tersangka
Kasi Intelejen Kejari Tulungagung, Agung Tri Radityo

Kejari Tetapkan Mantan Dirut PDAM Tulungagung Sebagai Tersangka

TULUNGAGUNG, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Negeri (kejari) Tulungagung menetapkan HR (61) mantan Direktur PDAM Tulungagung sebagai tersangka, dalam kasus diduga korupsi program pemasangan pipa PDAM untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) periode 2016 – 2018.

Kasi Intelejen Kejari Tulungagung, Agung Tri Radityo mengatakan, setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, akhirnya Kejaksaan Negeri Tulungagung menetapkan HR (61), mantan Direktur PDAM Tulungagung sebagai tersangka.

Agung menjelaskan, tersangka saat menjabat direktur PDAM ternyata juga berperan sebagai pelaksana proyek. Padahal seharusnya proyek dikejakan oleh pihak ketiga. Dalam menjalankan aksinya tersangka HR menggunakan CV fiktif.

“Dalam kurun waktu tahun 2016 hingga 2018, kita temukan 18 titik proyek pengerjaan dengan nilai proyek pertitik di kisaran Rp 100 juta hingga Rp 200 juta,” terangnya, Rabu (22/9/2021).

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, modus yang digunakan tersangka dalam dugaan korupsi ini adalah dengan cara menunjuk CV fiktif sebagai pihak yang mengerjakan proyek tersebut. Padahal selama ini pemilik CV tidak pernah mengerjakan proyek tersebut.

“Jadi seharusnya pekerjaan itu dikerjakan oleh pihak ketiga atau rekanan, tapi oleh tersangka ngka ini rupanya dikerjakan sendri oleh PDAM dengan menggunakan nama CV orang lain,” ungkapnya.

Tak hanya itu, menurut Agung, HR yang waktu itu menjabat Dirut PDAM juga yang menjadi pihak yang belanja bahan bahan untuk proyek tersebut, yang lebih paranya lagi, bahkan bahan yang dipilih juga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

“Dan modus lainnya yang dugunakan tersangka, kita temukan adalah tersangka ini juga menggunakan data KTP pemohon yang diklaim sebagai pekerjanya, atau HR juga belanja barang sendiri yang tidak sesuai spek, kalaupun ada bonus dari belanjaan itu juga dia yang menerima,” terangnya.

Atas perbuatannya tersangka HR dijerat dengan pasal 3 ayat 1 Undang Undangnomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Undang Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (Shd)

Check Also

Korupsi Jalan, KPK Tangkap Wakil Ketua Dewan Direksi PT Wika-Sumindo

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua Dewan Direksi PT. Wika-Sumindo, Petrus Edy Susanto …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!