Hukrim  

Kejati Sumsel Tangkap 3 Tersangka Baru Kasus Masjid Sriwijaya Palembang

Agustinus Antoni selaku Kabid Anggaran BPKAD dan Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumsel, dikeler munuju Rutan Klas 1 A Pakjo Palembang. Jumat (1/10/2021).

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) melakukan penahanan kepada 3 orang tersangka baru, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang. pada Jumat (1/10/2021).

Ketiga tersangka baru yang ditahan tersebut, yakni Agustinus Antoni selaku Kabid Anggaran BPKAD dan Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumsel, Loka Sangganegara selaku Tim Leader Pengawas PT Indah Karya, Dan Ahmad Najib, mantan Asisten I Biro Kesra Pemprov Sumsel sekaligus mantan Pj Wali Kota Palembang.

Ketiganya ditahan usai dperiksa sebagai tersangka oleh tim penyidik Kejati Sumsel. Pada pukul 17.00 WIB, penyidik menahan tersangka Agustinus Antoni dan Loka pada Jumat sore sekitar. Selanjutnya, sekitar pukul 21.00 WIB, penyidik menahan Ahmad Najib usai memeriksanya sebagai tersangka.

Ketiga orang tersangka tersebut memakai rompi orange tahanan Kejati Sumsel. Satu per satu mereka keluar dari Gedung Kejati Sumsel menuju mobil tahanan yang disiapkan untuk menuju Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 A khusus Tipikor Pakjo Palembang guna menjalani masa penahanan 20 hari ke depan.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman mengatakan, penetapan Akhmad Najib yang saat ini juga menjabat Plt Asisten III Bidang Adm dan Umum Pemprov Sumsel serta dua orang lainnya sebagai tersangka terkait adanya dugaan penyalahgunaan wewenang terhadap Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dalam pembangunan Masjid Sriwijaya, Jakabaring, Palembang.

“Guna mudahkan proses penyidikan lebih lanjut. Yang bersangkutan langsung kita lakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Mereka akan menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 A khusus Tipikor Pakjoā€¯ ujarnya.

Penetapan 3 tersangka baru ini menambah daftar panjang nama pihak yang diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek pembangunan Masjid Sriwijaya. Dengan demikian, jumlahnya menjadi 12 orang tersangka dalam kasus ini.

Penyidikan kasus ini bermula dari mangkraknya pembangunan Masjid Sriwijaya oleh Yayasan Wakaf Sriwijaya yang menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi Sumsel tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp130 miliar.

Pembangunan fisik masjid tersebut diduga tidak sesuai dengan anggaran proyek yang telah keluarkan sehingga pihak Kejati Sumsel melakukan penyelidikan. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!