godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Sabtu , Oktober 16 2021
Home / Hukrim / KPK Periksa Bos PT Indo Paser Beton Penyuap 10 Anggota DPRD Muara Enim
PT Indo Paser Beton

KPK Periksa Bos PT Indo Paser Beton Penyuap 10 Anggota DPRD Muara Enim

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih berupaya mengusut tuntas kasus suap terkait pengadan barang dan jasah di Dinas PUPR Kabupate Muara enim tahun 2019 yang dimulai tahun 2021, yang melibatkan unsur eksekutif dan legislatif di di kabupaten Juara enim.

Hari ini, Kamis (7/10/2021) penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan Pemilik PT Indo Paser Beton Robi Okta Fahlevi. Robi akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menjerat 10 anggota DPRD Kabupaten Muara Enim.

Penyidik KPK juga memanggil empat saksi lainnya yakni, Staf Keuangan PT Indo Paser Beton Jennifer Capriati, Karyawan PT Bank Mandiri Brory Wahyudi, serta pihak swasta Edy Rahmadi alias Didi. Mereka bakal diperiksa sekaligus untuk melengkapi penyidikan Ahmad Reo Kusuma (ARK) dkk.

“Pemeriksaan dilakukan di Kejaksaan Tinggi Sumsel, Jalan Gub H. Bastari, 8 Ulu, Sebrang Ulu I, Palembang,” kata Plt Juru Bicara KPK  Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (7/10/2021).

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan 10 anggota DPRD Kabupaten Muara Enim sebagai tersangka. Sebanyak 10 legislator tersebut dijerat kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Muara Enim.

Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan atas perkara korupsi sebelumnya yang menjerat mantan Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Ketua DPRD Muara Enim Aries HB, Plt Kadis PUPR Ramlan Suryadi, serta sejumlah pihak lainnya yang telah dinyatakan bersalah.

Sebanyak 10 anggota DPRD Muara Enim yang ditetapkan tersangka, yakni, Ahmad Reo Kosuma (F-Demokrat), Subahan (F-PBB), Muhardi (F-Hanura), Piardi (F-PKB), Marsito (F-PPP), Fitrianzah (F-Grrindar) Mardiansah (F-NasDem), Ishak Joharsah (F-PDOP), Indra Gani (F-PDIP), dan Ari Yoga Setiaji (F-Demokrat). Mereka diduga menerima suap dengan total Rp5,6 miliar untuk keperluan mengikuti pemilihan anggota DPRD Muara Enim pada 2019.

Para anggota DPRD tersebut diduga menerima suap dengan nilai bervariasi mulai dari Rp 50 juta hingga Rp500 juta dari pihak swasta Robi Okta Fahlefi. Suap itu diberikan agar proyek-proyek yang digarap Robi dengan cara menyuap Ahmad Yani, Juarsah dan pihak lainnya tidak diganggu oleh anggota dewan.

Uang-uang tersebut diduga digunakan oleh para tersangka untuk kepentingan mengikuti pemilihan anggota DPRD Kabupaten Muara Enim saat itu. Atas dugaan tindak pidana tersebut para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Jun)

Check Also

Langgar PPKM, Wali Kota Malang Cuman Didenda Rp 25 Juta Usai Vidionya Viral Dimetsos

MALANG, NusantaraPosOnline.Com-Setelah dilaporkan ke Polres Malang oleh warga Malang yang tergabungdalam Jaringan Aliansi Aktivis Malang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!