godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Desember 5 2021
Home / Hukrim / Langgar PPKM, Wali Kota Malang Cuman Didenda Rp 25 Juta Usai Vidionya Viral Dimetsos
Wali Kota Malang Sutiaji

Langgar PPKM, Wali Kota Malang Cuman Didenda Rp 25 Juta Usai Vidionya Viral Dimetsos

MALANG, NusantaraPosOnline.Com-Setelah dilaporkan ke Polres Malang oleh warga Malang yang tergabungdalam Jaringan Aliansi Aktivis Malang Raya (Jaasmara). Akhirnya Wali Kota Malang Sutiaji dijatuhi sanksi berupa denda sebesar Rp 25 juta karena terbukti melanggar aturan pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, dalam kegiatan Gowes atau bersepeda menuju Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang pada 19 September 2021 lalu. Dan Gowes Wali Kota malang ini vidio dan fotonya sepat viral di media sosial (Medsos).

Humas Pengadilan Negeri Kepanjen M Aulia Reza Utama di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021) mengatakan, jika denda tersebut tidak dibayar oleh Wali Kota Malang Sutiaji, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 15 hari.

“Sutiaji, dijatuhkan hukuman denda Rp 25 juta. Apabila hukuman denda ini tidak dibayarkan, maka diganti pidana kurungan selama 15 hari,” Terang Aulia.

Aulia menjelaskan, dalam sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal Farid Zuhri itu, selain Sutiaji, disangsi denda juga dijatuhkan pada dua orang lainnya yakni Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso, dan Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Malang Arif Tri.

“Erik didenda sebesar Rp 15 juta atau pidana kurungan selama 10 hari, Sedangkan Arif, sanksi denda sebesar Rp 10 juta atau pidana kurungan selama delapan hari. Jadi isi dari putusan itu, mereka bertiga dinyatakan bersalah melanggar protokol kesehatan sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur pasal 49,” Teranya.

Salah satu Foto kegiatan gowes Wali Kota Malang, Sutiaji dan jajarannya ke Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang, yang berada di Medsos. Minggu (19/9/2021) lalu.

Ia menambahkan, saat ini Pengadilan Negeri Kepanjen baru menerima limpahan dari pihak kepolisian terkait pelanggaran PPKM tersebut. Namun, jika ada pelimpahan yang lain, pihaknya akan menyidangkan kasus tersebut.

“Saat ini yang dilimpahkan Cuma tiga. Tapi jika ada yang lain, kita akan sidangkan. Karena sesuai aturan, kami tidak bisa menolak perkara yang dilimpahkan kepada Pengadilan” Ucapnya.

Menangapi putusan pengadilan tesebut, Wali Kota Malang Sutiaji, ia mengaku akan mengikuti putusan hakim terkait kasus pelanggaran PPKM tersebut. “Saya selaku warga negara, tidak ada bedanya dengan yang lain. Apa yang sudah diputuskan akan kita laksanakan,” kata Sutiaji.

Kasus pelanggaran PPKM ini bermula pada hari Minggu (19/9/2021), saat itu Wali Kota Malang bersama rombongan melakukan kegiatan bersepeda dari Kota Malang, menuju Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang. Agenda bersepeda itu dilakukan Wali Kota bersama sejumlah komunitas dan pejabat di Malang.

Pada saat itu, Pantai Kondang Merak masih ditutup untuk masyarakat umum, karena masa masih masa PPKM. Namun, rombongan pesepeda Wali Kota Malang tersebut tetap memaksa masuk. Pada akhirnya masuk ke kawasan Pantai Kondang Merak.

Sebelum memasuki kawasan tersebut, rombongan itu juga sempat didatangi oleh petugas kepolisian lantaran Pantai Kondang Merak masih belum dibuka. Namun pada akhirnya rombongan itu masuk ke kawasan pantai, dan kemudian vidio dan foto-fotonya viral disejumlah Metsos.

Gowes Sutiaji Berbuntut Laporan Polisi

Gewes Wali kota Malang Sutiaji ini berbuntut panjang. Warga yang mengatasnamakan Jaringan Aliansi Aktivis Malang Raya (Jaasmara) melaporkan Sutiaji ke Polres Malang.

Tak hanya Sutiaji yang dipolisikan, Jaasmara juga melaporkan sembilan orang pejabat dari Pemkot Malang terkait pelanggaran PPKM ini.

“Selain Wali Kota Malang, ada beberapa pejabat Pemkot Malang yang juga kami laporkan,” kata Koordinator Jaasmara Ahmad Khosaeri. Senin (20/9/2021) lalu.

Sembilan orang tesebut yakni : Sekda Kota Malang Erik Setianto, Kadishub Kota Malang Heru Mulyono, beberapa kepala OPD Pemkot Malang, camat se-Kota Malang, perwakilan lurah se-Kota Malang, anggota Satpol PP Kota Malang, dan Dishub Kota Malang.

“Rombongan pejabat ini membawa kendaraan dinas dan kendaraan pribadi. Selain itu lebih dari 50 orang ada di dalam rombongan tersebut,” ungkapnya.

Aksi menerobos ke destinasi wisata yang tutup akibat PPKM, menurutnya, memberi contoh buruk ke masyarakat. “Ini tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Selain itu, ada penerobosan disertai paksaan masuk ke Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang,” tegasnya.

“Jaasmara berasal dari Malang Raya. Dalam kesempatan ini, warga Kota Malang juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kabupaten Malang yang Wali Kota Malang tidak memberikan contoh baik,” Tegasnya usai membuat laporan di Polres Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji Sempat Minta Maaf

Setelah acara Gewes ke Pantai Kondang Merak viral disejumlah Metsos, dan dipolisikan warganya.

Wali Kota Malang Sutiaji akhirnya meminta maaf karena gowes ke Pantai Kondang Merak. Saat itu, Pantai Kondang Merak ditutup akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Kabupaten Malang. Sutiaji mengakui kesalahannya.

“Atas nama pribadi, atas nama institusi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Bumi Arema yang kita cintai, seluruh Forpimda,” kata Sutiaji di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (23/9/2021).

Sutiaji meminta maaf atas kegaduhan yang timbul akibat tindakannya itu. “Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami manusia biasa. Manusia tidak lepas dari salah dan luput. Tentu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” jelasnya. (Suk)

Check Also

Demo Ormas Pemuda Pancasila Di Gedung DPR Berakhir Ricuh, 21 Orang Diamankan Polisi

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) di depan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!